buku rembulan tenggelam di wajahmu
BOOKS

Review Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Posted on

Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu menjadi buku kedua karya Tere Liye yang saya baca. Lagi-lagi saya membaca buku karya Tere Liye karena reading challenge Klub Blogger dan Buku.

Jika sebelumnya saya membaca Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, yang bercerita tentang kisah perjuangan hidup dan percintaan. Di buku kedua ini ceritanya lebih luas lagi.

Informasi Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Judul : Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Desain Cover : Eja-creativeI4
Tebal : 425 halaman

Cover buku ini sudah menggambarkan judul. Gambar rembulan dan seorang pria di atas perahu, pria yang menjadi tokoh utama dalam buku ini.

Ketika membuka bagian informasi buku, wah saya terkejut karena buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu sudah cetak lebih dari 30 kali. Banyak ya pembeli buku ini.

Anehnya, saya tidak menemukan kode ISBN di cover buku ini. Kamu yang mempunyai buku ini apakah sama juga?

Blurb Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantar lembut berkata. “Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia ke-hidupan, dan aku akan menjawab langsung sekarang. Lima pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan per-tamamu?”

Maka apakah kita akan bertanya: Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah mak-na kehilangan?

Ray (tokoh utama dalam kisan ini), ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya.

Siapkan energi untuk memasuki dunia ‘fantasi’ Tere Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana. Maka mulailah membaca dengan menghela nafas lega.

Review Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Di bab 1, yang bercerita adalah Rinai. Gadis kecil yang sejak bayi berada di panti asuhan. Gadis kecil yang malam itu sedang sedih, karena besok Hari Raya, dan dia merindukan orang tuanya. Dia ingin merasakan hangatnya keluarga seperti orang lain.

Sejak lahir dia bahkan tak mengenal sosok Ayah dan Ibunya. Di tengah derasnya hujan, malam itu Rinai bertanya kepada Tuhan sambil menangis.

Kemudian di bab 2 bercerita tentang Rehan atau Ray. Remaja tanggung yang juga tinggal di panti asuhan. Ray dituduh mencuri oleh pemilik panti, yang mengakibatkan dia dipukul dan dihukum tidur di luar.

Sama seperti Rinai, kejadian tersebut terjadi di malam Hari Raya. Walaupun di panti asuhan dan waktu yang berbeda.

Apakah Rinai dan Rehan saling terkait? Yuk cari tahu.

Di bab 3 bercerita tentang pasien berumur enam puluh tahun yang tiba-tiba siuman setelah berbulan-bulan tak sadarkan diri. Namun yang membuat saya bingung di bab ini, tiba-tiba pasien merasa terbangun tapi bukan di rumah sakit, melainkan di Terminal.

Di bab-bab berikutnya tambah membuat bingung lagi, karena banyak tokoh lainnya yang masih saling terkait. Bukan hanya manusia, benda pun menjadi tokoh di buku ini. Setelah membaca hampir setengah buku, saya baru mulai paham tentang buku ini.

Jadi, buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu merupakan buku fantasi yang bercerita tentang Ray ketika umur enam puluh tahun, yang sedang terbaring di rumah sakit. Kemudian rohnya dibawa kembali ke masa lalunya.

Semasa hidupnya Ray memiliki banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi pada dirinya selama ini. Tentang kenapa dia tinggal di panti asuhan yang pemiliknya galak dan menyuruh dia serta teman-temannya bekerja. Tentang kenapa dia harus kehilangan orang tuanya, istrinya, dan anaknya. Tentang hidupnya yang tidak adil.

Karena pertanyaan-pertanyaan itulah Ray diajak melihat masa lalunya oleh seseorang yang tidak dijelaskan secara jelas di buku ini. Hanya disebutkan “Orang dengan wajah menyenangkan”, kalau saya rasa penggambaran orang tersebut mungkin malaikat.

Ray diajak melihat sosok dirinya sendiri ketika kecil, remaja, dewasa, sampai kenapa dia bisa berada di rumah sakit. Kilasan-kilasan masa lalu yang dilihat Ray seolah dia sedang menonton televisi, yang tokoh utama dan ceritanya adalah dia.

Ray dan Orang dengan wajah menyenangkan menyaksikan kembali perjalanan hidup Ray, mendatangi tempat-tempat yang menjadi sejarah dalam hidupnya. Orang dengan wajah menyenangkan pun menjawab 5 pertanyaan yang selama ini Ray sering pertanyakan.

Jadi, di setiap tempat dan cerita yang mereka saksikan, Orang dengan wajah menyenangkan menjawab apa yang selama ini Ray pertanyaan kenapa hal tersebut harus terjadi kepada dirinya.

Rasanya wajar jika Ray banyak bertanya tentang hidupnya, karena sejak kecil dia tak pernah menemukan kebahagian. Dari kecil dia tinggal di panti asuhan, tidak bersekolah dan dipaksa harus mencari uang. Uang tersebut diambil pemilik panti untuk dia pergi haji.

Sungguh miris, pemilik panti yang harusnya memiliki hati dan kasih sayang seluas samudera malah sebaliknya. Di ceritakan juga tentang beberapa teman Ray di panti, salah satunya Diar. Yang meninggal kakibat Ray.

Di bagian ini Orang dengan wajah menyenangkan menjelaskan sebab-akibat kenapa Diar meninggal dan kenapa pemilik panti berkelakuan seperti itu.

“Bagi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda-benda mati kehidupan adalah sebab-akibat. Mereka hanya menjalani hukum alam yang sudah ditentukan.” Hal. 56

“Bagi manusia, hidup ini juga sebab-akibat. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.” Hal. 57

Kemudian cerita beralih ke masa-masa Ray menjadi anak terminal, dan menjadi pejudi ulung, sampai akhirnya dia dihabisi karena selalu beruntung. Ray dipukuli dan semua uangnya diambil. Karena lukanya yang parah, dia dilarikan ke rumah sakit di kota dengan biaya dari pemilik panti.

Uang yang selama ini dikumpulkan pemilik panti untuk pergi haji, ternyata malah digunakan untuk pengobatan Ray. Pada kenyataannya, memang orang yang paling dibenci Ray yang menyelamatkan nyawanya.

Setelah sadar, Ray bingung akan ke mana karena tidak memiliki tujuan dan uang. Untunglah ada suster baik hati yang membawanya ke rumah singgah.

Rumah singgah yang menyenangkan dengan teman-teman dan pengurus yang baik-baik. Hidup Ray berlanjut, bahkan dia bisa bersekolah dan merasa memiliki keluarga.

“Kalian akan tetap menjadi saudara di mana pun berada, kalian sungguh akan tetap menjadi saudara. Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Kalian sungguh akan tetap menjadi saudara.” Hal. 127

Sayangkan kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Karena rasa persaudaraan Ray yang besar dengan anak-anak rumah singgah lainnya, mengakibatkan terjadi perkelahian besar dengan preman sekitar yang mengganggu anak rumah singgah lainnya. Ray tak terima dan membalas dendam, kemudian preman tersebut tak terima dan melakukan balas dendam kembali.

Aksi balas membalas ini mengakibatkan Ray masuk penjara karena melukai preman, bahkan ada yang sampai meninggal.

“Masalahnya kau tidak seharusnya jahat, Ray. Kau tidak seharusnya menjalani masa-masa gelapmu dengan alasan hidup ini tidak adil. Kau tidak seharusnya menyalahkan orang-orang yang membuat kehidupanmu buruk, lantas mencari pembenaran-pembenaran.” Hal. 166

Karena merasa tidak enak sudah membuat onar dan mengancam keselamatan anak-anak di rumah singgah, Ray memutuskan pergi dari rumah singgah. Ray kembali seorang diri, menjadi pengamen dan mengontrak di rumah kecil.

“Kalian mungkin memiliki masa lalu yang buruk, tapi kalian memiliki kepal tangan untuk mengubahnya. Kepal tangan yang akan menentukan sendiri nasib kalian hari ini, kepal tangan yang akan melukis sendiri masa depan kalian.” Hal. 96

Ray kembali menjalani kehidupannya yang seperti dahulu, sampai akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang merubah hidupnya. Seseorang yang ternyata ada hubungannya dengan menderitanya kehidupan Ray selama ini.

Siapakah orang tersebut?
Lalu, apakah Ray akan merasakan sedikit saja kebahagiaan dalam hidupnya?

Kamu harus cari tahu sendiri dengan membaca bukunya. Karena jujur, terlalu banyak cerita dalam buku ini yang tak mungkin saya ceritakan semuanya.

Opini Pribadi Tentang Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Lagi-lagi buku Tere Liye ini selalu membuat saya bosan di awal, karena terlalu berbelit-belit dan membuat pusing. Mungkin maksudnya penulis ingin menjelaskan setiap masalah di awal kemudian mengurainya satu persatu, tapi untuk saya pribadi malah membuat bingung.

Karena alurnya mundur, semua akibat dari permasalah di buku ini diceritakan di awal. Jadi pembaca akan bingung maksudnya seperti apa, namun jika sudah mendekati akhir pembaca akan mulai paham maksud semuanya.

Jadi ingat buku Confessions Minato Kanae, konfliknya diungkap di awal. Memang membuat bingung di awal, tapi dibuat penasaran dan bertanya-tanya. Hampir sama lah dengan buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu ini.

Namun sayangnya di buku ini banyak bagian yang menurut saya tak perlu diceritakan. Misalnya di halaman 139 penggambaran situasi di Kereta Listrik (KRL) dan Stasiun digambarkan secara detail. Untuk saya pribadi ini membosankan, jika tidak ada bagian ini pun tidak akan merusak cerita selanjutnya.

Kalau untuk tema yang diangkat menurut saya bagus. Membahas tentang sebab-akibat apa yang terjadi di hidup kita. Mungkin kita suka bertanya-tanya, kenapa sih kejadian ini menimpa saya, kenapa sih saya harus begini begitu tidak seperti orang-orang, dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Seakan Tuhan tidak adil pada kita.

Hayo ngaku kamu suka merasa begitu nggak? Beruntungnya, Ray mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya.

Sejujurnya membaca buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu tuh bikin miris dan sedih, karena semua tokohnya memiliki kehidupan yang kurang beruntung. Namun dibalik itu semua, penulis ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa ada sisi baik dari setiap hal buruk yang terjadi.

Intinya, jika kita tak seberuntung orang lain, jangan pernah merasa Tuhan tidak adil. Lantas kamu berhak membenci Tuhan dan melakukan kejahan sebagai pelampiasan.

“Ray, kehidupan ini selalu adil. Keadilan langit mengambil berbagai bentuk. Meski tidak semua bentuk kita kenali, tapi apakah dengan tidak mengenalinya kita bisa berani-beraninya bilang Tuhan tidak adil? Hidup tidak adil? Ah, urusan ini terlanjur sulit bagimu, karena kau selalu keras kepala.” Hal. 172

Buku ini juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan jangan selalu melihat ke atas, tapi sesekali kita perlu melihat ke bawah juga.

“Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu, dengan begitu kau akan selalu pandai bersyukur.” Hal. 416-417

Untuk kamu yang merasa putus asa dan hidup ini serasa tidak adil, kamu harus baca buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini. Kamu akan banyak belajar dari kisah Ray. Ya walaupun buku ini fantasi, buat saya pribadi banyak hal baik yang bisa dipetik dari buku ini. Penulis ingin pembacanya mengerti makna hidup sesungguhnya tanpa menggurui.

Ngomong-ngomong,harus kah Antin membaca buku Tere Liye untuk ketiga kalinya? coba rekomendasikan buku Tere Liye yang menurut kamu wajib dibaca selanjutnya.

 

 

Review buku lainnya:

  1. Tarian Bumi Karya Oka Rusmini
  2. Corat-coret di Toilet Karya Eka Kurniawan
  3. Merantau ke Deli Karya Hamka
  4. The Boy I Knew From YouTube Karya Suarcani
  5. Rempah Rindu Karya Gina Maftuhah Dkk
  6. Di Dalam Lembah Kehidupan Karya Buya Hamka
  7. The Architecture Of Love Karya Ika Natassa
  8. Our Hope Karya Inesia Pratiwi

19 thoughts on “Review Buku Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  1. Febi

    4 September 2022 at 8:25 PM

    Entah kenapa kadang gw ga setuju kalo ada statement ” yg sudah digariskan adalah yg terbaik”..hehe..
    Gw pribadi lbh sreg kl “yg sudah digariskan adalah ujian, cuma ya soal ujiannya beda2, ada yg kemasannya enak ada yg kemasannya ga enak :p ”

    Nice post!

    1. Antin Aprianti

      4 September 2022 at 9:40 PM

      Ah bagian itu aku pun kurang sreg sih, tapi mentok yaudah lanjut dulu yang penting setoran. Makasih lho masukannya

    2. Tuty Prihartiny

      11 September 2022 at 4:01 PM

      Asli, saya tertarik dengan keunikan kak Antin mengulik setiap buku. Termasuk review ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ Tere Lyle. Terutama pas baca : Intinya jika kita tidak seberuntung orang lain….

      Btw, saya baru baca 2 buku tere lyle, itu juga karena ‘lenong buku’ nya Kubbu : ‘Tentang Kamu’ dan ‘Hujan’.

  2. Rivai Hidayat

    5 September 2022 at 8:11 AM

    Kalau aku belum pernah baca bukunya tere liye, jadi ga bisa kasih rekomendasi buku.

    Bagiku, semua buku ingin memberikan sesuatu atau pelajaran bagi pembacanya. Baik secara tersurat, maupun tersurat. Baik itu buku berdasarkan pengalaman, maupun sebuah fantasi. Jadi pembaca juga tahu buku yang dia baca itu bercerita tentang apa.

    Tulisan yang bagus 🙂

    1. Antin Aprianti

      11 September 2022 at 5:45 PM

      Betul, bahkan di buku Teenlet aja banyak banget pelajaran yang bisa dipetik

  3. RULY

    5 September 2022 at 3:52 PM

    Antin Memang paling Jago Soal Review Buku, selalu bisa bikin penasaran untuk segera baca bukunya, Tere Liye memang Juara nya kalo soal cerita yang mengandung bawang, belum lagi pesan pesannya yang sangat dalam. Tulisan yang sangat menarik Tin

    1. Rara

      10 September 2022 at 9:07 AM

      Kalau kak Antin belum baca Ayahku Bukan Pembohong, coba deh baca. Aku pribadi suka banget sih sama bukunya

      1. Antin Aprianti

        11 September 2022 at 5:46 PM

        Noted, nanti cari pinjaman dulu bukunya.
        Makasih rekomendasinya, Ra.

  4. Iqbal

    5 September 2022 at 5:51 PM

    Sama Antin, waktu baca buku ini juga mungkin sampai setengah lebih belum begitu seru. Belakangnya baru mulai saling terkait dan jadi jelas. Beberapa buku Tere Liye memang begitu yah

    1. Antin Aprianti

      11 September 2022 at 5:47 PM

      Aku baru baca 2 bukunya Tere Liye, dan keduanya hampir sama. Alurnya mundur dulu, baru saling terkait. Ntah di buku lainnya

  5. Deny Oey

    7 September 2022 at 7:25 AM

    Tentang hubungan sebab-akibat dan alur dari mundur ke maju. Sangat menarik sih. Ditambah ceritanya adalah orang2 tidak beruntung yg tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.

  6. Retno

    7 September 2022 at 11:17 PM

    Kacamata setiap orang dalam melihat alur kehidupan pasti berbeda-beda, termasuk Ray yang harus mengalami kerasnya kehidupan sejak ia msih kecil.. Ceritanya begitu mengaduk2 perasaan pembaca gak sih kak? Soalnya walaupun genre nya fantasi tapi semua yang dibahas begitu sesuai dengan kenyataan

    1. Antin Aprianti

      11 September 2022 at 5:49 PM

      Nggak terlalu mengaduk² kok, tapi ada beberapa bagian yang deep untuk aku sih

  7. Anni NS

    9 September 2022 at 10:12 PM

    Membaca ulasan Antin tentang buku Tere Liye yang satu ini sepertinya alur cerita bukunya cukup menarik.
    Memang, benar pendapat Antin jika jenis tulisan yang seperti itu dapat membuat bingung juga. Namun, kalau menurut saya pribadi jadi menarik karena cukup dapat menciptakan rasa ingin tahu alias penasaran.
    Jujur, saya sendiri belum pernah membaca buku Tere Liye dengan judul tersebut. Nampaknya saya tidak akan keberatan bila kemudian saya coba membacanya.
    Ohya, kalau Antin suka cerita fiksi fantasi, mungkin bisa coba membaca buku dengan judul Bumi karya Tere Liye. Menurut saya, buku tersebut terasa kental sekali fiksinya.

    1. Antin Aprianti

      11 September 2022 at 5:50 PM

      Ini serinya banyak banget kak 🙈 nggak sanggup ngikutinnya aku tuh huhu

  8. Mamak Rempong

    10 September 2022 at 6:55 AM

    Pernah baca buku ini, tapi tidak terlalu membekas, review Antin bikin gue menerka nerka dulu endingnya gimana ya buku ini, berkelebatan lagi hahahhaha

    Mungkin lo bisa coba baca serial Anak Anak Mamak beb, kalau mau baca lagi karyanya tere liye, atau Negeri Para Bedebah kalau suka action

    1. Antin Aprianti

      11 September 2022 at 5:52 PM

      Emang gitu, kalau nggak terlalu membekas mudah dilupakan ya haha

      Noted mak, nanti cari pinjaman dulu. Belum mau modal beli bukunya Tere Liye aku tuh hehe

  9. Husna

    10 September 2022 at 3:01 PM

    Kisah hidup seseorang yang dikemas dalam bentuk cerita emang selalu banyak pelajaran hidup. Yah tentang ketidakadilan hidup mungkin setiap orang pernah berpikir seperti itu. Tapi bukankah kita sebagai makhluk yang terbatas tak akan mampu memahami keadilan Tuhan?

  10. Hayati Ayatillah

    11 September 2022 at 7:39 AM

    Udah lama tertarik baca novel ini, tapi belum sempat melulu. Tapi kayaknya mulai tertarik lagi setelah baca review dari Antin. Makasi sharingnya, Antin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *