buku titi sanaria 4
BOOKS

4 Rekomendasi Buku Titi Sanaria Untuk Bacaan di Akhir Pekan

Posted on

Tahun 2020 saya baru mengenal sosok Titi Sanaria, penulis novel dengan berbagai genre. Saya tahu tentang Titi Sanaria dari salah satu teman di grup WA, katanya buku karyanya sangat ringan.

Sebagai penggemar bacaan buku ringan, saya terpengaruh dan mulai tertarik mencari buku-buku karya Titi Sanaria. Karena saya sedang puasa jajan buku, maka saya meminjam beberapa bukunya di Ipunas.

Saya sendiri sempat takjub karena bisa menyelesaikan beberapa buku Titi Sanaria hanya dalam beberapa hari saja. Iya memang cerita di buku-bukunya sangat ringan, nggak perlu banyak mikir. Cukup mengalir mengikuti ceritanya,

Jadi, untuk kamu yang mencari buku bacaan di akhir pekan dengan alur cerita yang ringan. 4 Buku Titi Sanaria ini sangat cocok untuk kamu.

4 Rekomendasi Buku Titi Sanaria

Sebenarnya banyak sekali buku Titi Sanaria, tapi hanya beberapa buku saja yang tersedia di Ipunas. Dari banyaknya buku Titi Sanaria, berikut ini 4 bukunya yang pernah saya baca.

Semoga buku ini bisa menjadi rekomendasi bacaan untuk kamu juga ya, semoga selera kita sama 🙂

1. Dongeng Tentang Waktu

buku titi sanaria 1

Buku Titi Sanaria yang pertama kali saya baca adalah Dongeng Tentang Waktu. Jujur saja, di awal cerita saya bosan dan sama sekali tak membuat penasaran. Bahkan terkesan di awal-awal cerita terasa muter-muter, saya sampai bingung sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh sang penulisnya.

Buku ini bercerita tentang seorang dokter anak bernama Mia yang ditinggal oleh calon suaminya, Bram. Yang membuat miris, Mia ditinggalkan Bram dua minggu sebelum hari pernikahannya tanpa penjelasan apa-apa.

Jadi, di awal cerita lebih banyak bercerita tentang Mia yang berjuang melupakan Bram dan menyembuhkan luka hatinya. Sampai suatu ketika Mia bertemu dengan Pram. Laki-laki yang dikenalkan temannya dan berujung menjadi dekat.

Lama-lama Mia dan Pram semakin dekat, tapi setiap Mia dengan Pram, bayang-bayang Bram masih selalu hadir. Mia tak bisa menghapus kenangan Bram seutuhnya.

Ketika Mia mulai membuka hati dan menjalin hubungan dengan Pram, Bram kembali. Menjelaskan semua yang terjadi dan ingin kembali kepada Mia.

Jujur saat itu saya merasa sebal dengan Bram yang seenaknya pergi tanpa penjelasan, terus tiba-tiba kembali saat Mia mulai move on. Namun, mendengar penjelasan Bram dan alasan kenapa dia pergi saya ikut merasa kasian juga. Duh Antin memang pembaca yang labil.

Jadi akhirnya sama siapa kah Mia? Bram atau Pram? Kamu bisa cari tahu sendiri dengan membaca buku ini.

Kalau kamu tanya apakah buku ini recommended? untuk kamu yang suka membaca buku ringan, ya buku ini cukup recommended kok.

2. Di Simpang Jalan Dody & Rhe

buku titi sanaria 2

Setiap perempuan pasti ingin menikah dengan orang yang dicintainya, bukan begitu? Lain cerita dengan Dody dan Rhe, mereka menikah tanpa dasar cinta.

Rhe yang sudah lama menjomblo berniat akan dijodohkan dengan anak teman mamanya, yang tak lain adalah Dody. Mereka memang tidak dipaksa untuk menikah, tapi disuruh berkenalan terlebih dahulu.

Awalnya Rhe menolak untuk menikah dengan Dody, tapi takdir berkata sebaliknya. Ketidaksengajaan Rhe membawanya harus menjalani pernikahan bersama Dody, laki-laki yang tak dicintainya.

“Tak ada yang lebih menyakitkan daripada menitipkan hati kepada seseorang yang tidak menginginkannya.”

Sudah bisa tebak dong ceritanya akan seperti apa? Betul sekali, buku ini bercerita tentang rumah tangga Dody dan Rhe yang penuh lika-liku.

Awalnya hidup mereka baik-baik saja, seperti suami istri pada umumnya. Kedekatan mereka setiap harinya membuat benih-benih cinta di hati mereka mulai tumbuh. Sampai suatu ketika seseorang di masa lalu Dody kembali hadir.

“Masalah itu tidak akan selesai jika hanya dipendam dan dibiarkan mengendap menjadi prasangka dalam hati.”

Masa lalu yang membuat Rhe cemburu, dan kehidupan rumah tangga mereka mulai terguncang. Karena kehadiran seseorang itu membuat banyak cobaan yang harus mereka lalui.

Mampukah pernikahan mereka bertahan tanpa dasar cinta?
Siapakah yang dipilih Dody, Rhe atau seseorang di masa lalu?

Buku Titi Sanaria yang kedua ini bikin perasaan campur aduk. Kadang dibuat baper, dibikin ngakak, tapi di beberapa bagian dibuat sedih. Buku yang ringan untuk dibaca di akhir pekan.

3. Dirt on My Boots

buku titi sanaria 3

Buku Titi Sanaria yang ketiga bergenre City Lite. Namun, untuk kamu yang masih di bawah umur, jangan baca buku ini dulu ya. Karena di belakang cover buku ini sudah diberi label novel dewasa.

Dirt on My Boots bercerita tentang kehidupan dunia kerja. Tetang Sita yang tak cocok dengan sang bos, Andra. Yang membuat buku ini seru karena pertengkaran-pertengkaran antara Andra dan Sita, serta rumpian Sita bersama teman-temannya.

Membaca buku ini tuh ngakak banget, joke-jokenya sungguh menghibur. Seperti yang sudah tertulis di cover belakang buku ini, di beberapa bagian memang ada joke dan cerita dewasanya.

Nah untuk kamu yang butuh hiburan, saya rasa buku ini bisa menjadi hiburan di akhir pekan kamu.

4. Midnight Prince

buku titi sanaria 1

Masih dengan genre yang sama, City Lite. Midnight Prince juga berlabel novel dewasa di belakang cover-nya. Jadi buku ini khusus kamu yang berumur 18+, yang masih di bawah umur melipir dulu ya.

Midnight Prince bercerita tentang seorang dokter bernama Mika yang harus bekerja keras menjadi tulang punggung keluarganya. Hidupnya yang berkecukupan dan tak pernah susah, tiba-tiba berubah ketika ayahnya bangkrut dan meninggal. Ibunya depresi sampai harus melakukan terapi ke psikolog, dan adiknya meninggal di depan matanya sendiri. Mika merasa kematian adiknya karena kesalahannya.

Tokoh Mika dalam buku ini digambarkan sebagai dokter muda yang judes, tertutup, dan lebih suka menyendiri. Jika sedang istirahat, Mika lebih suka menyendiri di atas gedung sambil melihat bintang dibandingkan mengobrol.

Suatu malam, Mika tak sendiri. Ada lelaki yang mengawasinya, Rajata. Awalnya Mika tak tertarik dengan lelaki ini, tetapi lama-lama mereka semakin dekat.

Sosok Rajata yang memiliki sifat ceria, konyol, dan sering gombal lama-lama menarik perhatian Mika. Namun, ketika mereka dekat kenyataan tentang Rajata membuat Mika mengingat dendamnya kembali.

Ya Mika memiliki masa lalu yang menyakitkan, dan dia belum sepenuhnya melupakan dendamnya.

“Saat menghindar tak lagi bisa menyelamatkan, mungkin sudah saatnya berbalik dan menghadapi kenyataan. Orang tidak mungkin berlari selamanya. Rasanya terlalu melelahkan.”

Buku Titi Sanaria ini cukup membuat saya penasaran. Saya selalu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan adiknya Mika, sampai dia depresi dan mengakhiri hidupnya.

Penulis pintar mengaduk-aduk perasaan dan membuat pembaca gemas karena penasaran, semua masalah diungkap satu per satu secara perlahan. Midnight Prince membuat akhir pekan saya menjadi berwarna, bacaan ringan yang sangat asik.

“Kamu percaya karma, kan? Bahwa semua perbuatan, baik atau buruk akan mendapat ganjaran? Biarkan dia berurusan dengan karmanya sendiri. Kita hanya perlu membersihkan hati dari dendam nggak perlu dan memberi maaf.” – Hal. 251

Oh ya, di buku ini juga banyak quote-quote yang bagus. Banyak pelajaran yang dipetik dari buku ini, terutama tentang memaafkan.

“Memaafkan bukan untuk membebaskan orang lain dari rasa bersalah, tetapi untuk memberi diri sendiri kelegaan. Tidak ada hati yang tenang saat kebencian masih menguasai jiwa.”

Nah, itulah 4 buku Titi Sanaria yang sudah pernah saya baca dan saya rekomendasikan untuk kamu. Bacaan ringan untuk menemani akhir pekan kamu, semoga kamu suka 🙂

 

Review buku lainnya:

  1. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
  2. 5 Novel Indonesia Favorit Bertema Perempuan yang Wajib Dibaca
  3. Confessions Karya Minato Kanae
  4. The Boy I Knew From YouTube Karya Suarcani
  5. Rempah Rindu Karya Gina Maftuhah Dkk
  6. Di Dalam Lembah Kehidupan Karya Buya Hamka
  7. The Architecture Of Love Karya Ika Natassa

23 thoughts on “4 Rekomendasi Buku Titi Sanaria Untuk Bacaan di Akhir Pekan

  1. Koko Nata

    21 Januari 2021 at 4:15 PM

    Baru baca novel Titi yang judulnya Just You and Me aja. Ternyata buku Titi sudah cukup banyak, ya…

    1. Antin Aprianti

      5 Februari 2021 at 12:26 PM

      Banyak kak, aku pun belum baca yang lainnya

  2. Anisah Widyastuti

    2 Februari 2021 at 8:05 PM

    Wah,ternyata bukunya bagus yah,ceritanya mendalam dan menginspirasi banyak hal. Keren banget,jadi pengen ikutan baca nih. Ipunas buka kan ya,coba ada fasilitas antar buku ke rumah yak,hehe ngareb.

    1. Antin Aprianti

      5 Februari 2021 at 12:23 PM

      Ipunas ini aplikasi perpustakaan online kak, ebook. Kakaknya bisa baca melaluli smartphone dengan mengunduh aplikasinya

  3. Samleinad

    2 Februari 2021 at 8:31 PM

    Wah, saya termasuk kurang informasi nih. Baru tahu ada penulis novel Titi Sanaria ini. Membaca artikel di blog ini, saya jadi penasaran pengen baca novelnya

    1. Antin Aprianti

      5 Februari 2021 at 12:23 PM

      Sama kak, aku pun baru tahu tahun lalu penulis ini.
      Selamat membaca, Kak.

  4. rahma ahmad

    2 Februari 2021 at 10:00 PM

    Baru kali ini mampir ke blog ini. Ternyata banyak review bukunya, jadi aku klik satu-satu deh. Suka…

    1. Antin Aprianti

      5 Februari 2021 at 12:26 PM

      Terima kasih, Kak 🙂
      Semoga review bukunya bisa jadi rekomendasi kakaknya ya

  5. Ria Bilqis

    2 Februari 2021 at 10:53 PM

    Jadi ingat waktu saya SMP hobi membaca, apa saja termasuk Buku, Majalah, cerpen juga. Sekarang masih hobi sih baca cebung di aplikasi baca hehehe Baca review mba Diantin jadi pengen baca buku juga.

    1. Antin Aprianti

      5 Februari 2021 at 12:29 PM

      Yuk mbak baca lagi, sekarang fasilitasnya sudah mudah. Bisa baca di perpustakaan online, koleksinya cukup lengkap dan banyak buku bagusnya kok

  6. gina

    3 Februari 2021 at 8:46 PM

    saya penasaran ingin membaca salah satu bukunya yaitu Dongeng Tentang Waktu, ingin merasakan gimana tuh ditinggal pergi sblm nikah,,,huhu miris bgt pastinya walaupun hnya dlm, sebuah buku

    1. Antin Aprianti

      15 Februari 2021 at 2:10 PM

      Begitulah hidup kak, miris tapi hidup tetep harus berjalan 😀

  7. Bayu Fitri

    5 Februari 2021 at 10:53 PM

    Baru denger nama penulisnya kalau lihat resensi novelnya bagus ya jadi pengen baca secara lengkap di Ipunas ada kah?

    1. Antin Aprianti

      7 Februari 2021 at 3:37 PM

      3 dari 4 buku di atas ada di Ipunas kak, aku pun bacanya di Ipunas

  8. Amanda

    7 Februari 2021 at 6:08 AM

    dari ulasan-ulasan ni aku suka buku midnight prince, banyak banget quote tentang kenyataan hidup 😀

    1. Antin Aprianti

      15 Februari 2021 at 2:12 PM

      Asli kak di buku Midnight Prince banyak sekali quote-quote yang apik, sampe bingung mau dimasukin yang mana, rasanya mau dimasukin semua aja

  9. Elva S

    7 Februari 2021 at 9:24 AM

    Bagus2 nih kak bukunya, saya blm pernah baca salah satu bukunya. Apalagi ada quote2 yg memotivasi gini, membuat kita lebih banyak belajar untuk menghadapi dan menjalani hidup

  10. Windhu

    7 Februari 2021 at 8:19 PM

    Makasih infonya jadi tahu ada pengarang bernama Titi Sanaria dan bukunya sudah banyak. Ini banyak kisah dokter ya? Dapat dibac secara online secara fisik?

    1. Antin Aprianti

      7 Februari 2021 at 8:43 PM

      Bisa dibaca secara online di aplikasi Ipunas kak

  11. satto

    9 Februari 2021 at 10:20 AM

    Ahh jadi penasaran,… Versi digitalnya bisa di dapat dimana?

    1. Antin Aprianti

      9 Februari 2021 at 2:00 PM

      Bisa baca di aplikasi Ipunas mas

  12. Hastira

    15 Februari 2021 at 2:24 AM

    makasih infonya, dulu aku suak baca sekali, sekarang sudah jarang karena mata gak bisa diajak kompromi. sesekali saja

  13. Fanny_dcatqueen

    17 Februari 2021 at 1:07 AM

    Ihhhh aku seneeeeng, buku2nya ada di ipusnas :D. Ntr aku download deh mba. Pgn baca juga buat bacaan mingguanku :D.

    Blm prnh baca buku2 mba Titi sanaria ini. Aku mau mulai baca supaya tau bisa cocok Ama tulisannya ato ga :). Biasanya aku penyuka thriller suspense sih, tp romance gini aku suka juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hay, nggak boleh ya !!