rekomendasi tempat slow living
RANDOM

3 Rekomendasi Tempat dan Persiapan Slow Living

Posted on

Kadang, kalau lagi ruwet dengan kegiatan di Ibukota suka terpikir ingin pindah ke desa. Menepi dari bisingnya Ibukota, menikmati udara segar pedesaan, dan menjalani slow living. Realitanya hal tersebut tidak bisa dijalani untuk saat ini, apalagi bagi sandwich generasion seperti saya.

Menjalani slow living dan tinggal di tempat yang tenang memang enaknya untuk masa pensiun, masanya menikmati hidup, dan di saat ambisi tak lagi merasuki. Untuk mewujudkannya tentu bukanlah hal yang mudah, harus dipersiapkan sejak muda.

Kalau kamu, pernahkah terpikir untuk pindah di saat masa pensiun nanti? kalau iya, kira-kira mau menetap di mana? kalau saya, terpikir untuk menetap dan menjalani slow living di 3 tempat ini.

3 Rekomendasi Tempat untuk Menjalani Slow Living

Di Indonesia, banyak sekali tempat dengan pemandangan indah dan udara segar yang cocok untuk tempat tinggal saat masa pensiun. Dari banyaknya tempat itu, ada 3 tempat yang masuk list saya untuk menetap di masa akan datang.

1. Bandung

Sebagai orang yang memiliki darah sunda dari Mamah, Bandung menjadi salah satu tempat yang menurut saya asik untuk slow living. Banyak desa di Bandung yang memiliki pemandangan indah dan udara segar, serta kehidupan yang tenang.

Kadang suka terpikir kayanya enak ya punya rumah di desa, terus punya perkebunan, dan perternakan. Hidupnya dari hasil pertanian dan perternakan. Ya ini hanya angan saya saja, karena aslinya tentu tidak semudah dan seindah itu. Namun, Bandung akan selalu menjadi salah satu list tempat yang ingin saya tinggali suatu saat nanti.

2. Yogyakarta

Sejak lahir sampai sekarang usia 30an, saya baru 2 kali ke Jogja. Pertama saat perpisahan SMP 2009, dan yang kedua tahun 2018 saat acara gathering kantor. Bisa dibilang belum banyak daerah di Yogyakarta yang saya eksplor, tapi ntah kenapa daerah ini sangat menarik untuk saya.

Di beberapa daerah Jogja masih banyak desa dengan pemandangan indah, baik pegunungan ataupun laut. Bahkan di kota Jogjanya terasa syahdu, sepertinya menjalani slow living di sini asik juga. Ada yang merasa sama?

3. Bali

Daerah terakhir yang menarik untuk saya adalah Bali. Bukan hanya karena pemandangan alamnya yang indah saja, tapi budaya dan toleransi umat di Bali sangat menarik.

Walaupun sekarang Bali sangat ramai, tapi di beberapa daerah pedesaannya masih terasa tenang dan cocok untuk menjalani slow living. Jika bosan bisa main ke pantai atau ke tempat-tempat cantik yang ada di Bali.

Awalnya Bali tidak termasuk list tempat yang ingin saya tinggali, melihat bagaimana ramainya turis dan sulitnya mencari makanan halal di sana. Namun, pernah salah satu teman bercerita di sosial medianya betapa enaknya tinggal di Bali. Bukan hanya keindahan alamnya saja, tapi keramahan warga Bali yang membuatnya nyaman.

Jadi, teman saya ini selalu menjadwalkan liburan ke Bali setiap setahun sekali. Biasanya dia akan tinggal di Bali cukup lama, bisa sebulan bahkan lebih. Katanya, tinggal di Ibukota itu rentan sekali stres karena kebisingan, ritme kerja, dan keruwetan lainnya. Jadi dia butuh menyegarkan semuanya dengan menjalani slow living untuk beberapa saat.

Mendengar ceritanya membuat saya penasaran ingin merasakan hidup agak lama di salah satu daerah di Bali, tapi tentu saja untuk saat ini belum bisa. Semoga suatu saat bisa merasakannya walaupun tidak menetap ya.

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan untuk Bisa Slow Living

Di usia saya sekarang ini, memang belum saatnya menjalani slow living. Masih banyak ambisi-ambisi yang belum tercapai, dan tentu saja belum siap secara finansial juga. Biasanya, keinginan untuk menepi dan menjalani slow living terbersit ketika sedang lelah dengan rutinitas harian.

Walau begitu, saya tetap memimpikan bisa merasakan slow living di masa pensiun nanti. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang saya siapkan dari sekarang untuk bisa mewujudkan impian itu.

1. Menyiapkan Dana Pensiun

Hal pertama yang sangat penting dilakukan adalah menyiapkan dana pensiun. Apapun rencana kita di masa pensiun, tentu saja harus ada dananya, makanya sangat penting menyiapkannya sedini mungkin.

Saat kita masih muda dan giat bekerja, jangan lupa sisihkan untuk dana pensiun. Ingat jangan hedon saja, tapi pikirkan juga masa tua nanti mau bagaimana. Kamu bisa menyimpan dana pensiun dalam bentuk investasi, bisa di emas, saham, dll.

2. Memikirkan Kegiatan yang Akan Dilakukan

Jika sudah menyiapkan dananya, kamu juga bisa mulai memikirkan kira-kira kegiatan apa yang akan kamu lakukan. Misalnya ingin tinggal di desa dan memelihara hewan ternak, atau membuat perkebunan kecil di belakang rumah, atau bisa juga membuat usaha kecil-kecilan di rumah.

Pikirkan, kemudian dalami dan perlajari bidang yang ingin kamu lakukan di kemudian hari itu. Ingat semua hal tidak ada yang instan, harus dipelajari.

3. Mencari Tempat Tinggal yang Nyaman

Kalau sudah usia lanjut, tentu saja ingin memiliki hunian yang aman dan nyaman. Jadi kamu juga harus mulai memikirkannya jauh-jauh hari. Kamu harus tahu perkiraan hunian seperti apa yang membuat kamu aman dan nyaman, kemudian siapkan dananya.

Bicara soal hunian, jadi ingat kembali ke teman saya yang suka menjalani slow living untuk beberapa saat itu. Dia bilang selama tinggal di Bali dia tidak tidur di hotel atau villa, tapi dia ngekost agar lebih murah.

Saya juga pernah bertanya ke dia, kok bisa mencari tempat kost dengan mudahnya. Padahal yang saya tahu di Bali banyaknya hotel dan villa. Ternyata, dia cari kost di Bali dan bisa menemukan kost-kostan yang sesuai dengan keinginnya dengan mudah di Website Cove.

Cove, Solusi Hunian Nyaman

Hayo kamu sudah tahu Cove belum? Jujur saya juga baru tahu ketika teman saya bilang, terus sempat mengintip websitenya. Ternyata Cove adalah layanan co-living yang mengutamakan penghuninya. Mempermudah, mempercepat, dan membuat fleksibel penyewaan tempat tinggal yang nyaman dengan harga yang transparan.

Di Cove, kita bisa menemukan ruang ekslusif yang nyaman dengan berbagai properti yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Menyediakan berbagai layanan dan fasilitas yang memudahkan, sehingga kita bisa fokus pada hal-hal penting lainnya.

Menarik banget sih Cove ini, apalagi mereka menawarkan kontrak yang fleksibel, penawaran eksklusif, desain interior yang stylish, lokasi strategis, dukungan komunitas, kamar komunal, perabot kamar dan fasilitas yang lengkap, serta perlengkapan gratis untuk hunian per malam.

Memilih hunian di Cove bisa jadi salah satu solusi untuk memilih hunian senyaman di rumah sendiri tanpa ribet, dengan pengalaman co-living terbaik dan menyenangkan.

Cara Memesan Hunian di Cove

Untuk memesan hunian di Cove juga sangat mudah, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sangat cocok untuk kamu yang sibuk, dengan 3 tahapan saja semuanya sudah beres.

1. Telusuri

Saat ini Cove baru ada di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, dan Bali saja. Jadi hal pertama yang dilakukan adalah menjelajahi hunian yang kamu mau dan cek ketersediaannya sesuai dengan lokasi yang diinginkan. Kamu juga bisa melakukan chat dengan tim Cove untuk rekomendasi.

2. Konfirmasi

Setelah itu, kamu bisa melihat hunian yang diinginkan melalui virtual tour dari Matterport. Asyik kan, jadi nggak takut gambar di website dan aslinya tidak sesuai. Ini sangat membantu untuk kamu yang sibuk dan tidak bisa survei secara langsung.

3. Check in

Jika sudah cocok, kamu bisa isi booking form, dan tanda tangani kontrak, serta mengirimkan deposit. Setelah itu kamarpun siap dihuni. Mudah bukan? Jadi kamu tidak perlu repot-repot lagi mencari kost-kostan yang aman dan nyaman, cukup kunjungi website Cove dan melakukan langkah-langkah di atas.

Kesimpuan

Hidup di Ibukota dengan semua dramanya terkadang membuat kita capek, ingin rasanya menepi, menikmati kehidupan yang nyaman dan damai. Namun, setelah mencoba tinggal beberapa lama di kampung halaman sendiri, saya jadi paham kalau tinggal di kampung dengan slow livingnya tidak cocok untuk saya saat ini. Masih terlalu banyak ambisi dan hal-hal yang ingin saya coba di Ibukota.

Walau begitu, tinggal di desa dengan slow livingnya memang menjadi impian saya untuk masa mendatang. Jadi saran saya, jika kamu penat dengan keruwetan Ibukota dan rasanya ingin pindah coba dipikirkan matang-matang sebelumnya ya. Namun, jika sudah mantap kamu bisa mencoba rekomendasi tempat di atas atau mencoba mempersiapkannya untuk masa pensiun nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *