FOOD

6 Jajanan di Kampung Wadat yang Bikin Rindu Pulang Kampung

Posted on

Bicara soal jajanan memang tidak pernah ada habisnya. Siapa sih yang nggak suka jajan, saya sendiri sangat hobi jajan. Di Indonesia, jajanan sangat beragam dan hampir di setiap daerah mempunyai jajanan khas masing-masing. Saya tidak akan membahas jajanan yang ada di setiap daerah, tapi saya akan membahas beberapa jajanan di Kampung Wadat.

Jika kalian membaca tulisan saya sebelumnya, pasti kalian masih ingat saya pernah membahas tentang Tradisi Lebaran di Kampung Wadat. Bukan hanya tradisi lebarannya saja yang membuat saya rindu dengan Kampung Wadat, tapi jajanannya pun selalu membuat rindu untuk pulang kampung.

Jadi apa saja jajanan di Kampung Wadat yang selalu membuat saya rindu untuk pulang kampung? Sebenarnya sangat banyak jajanan yang unik dan enak di Kampung Wadat, tapi inilah beberapa jajanan kesukaan saya yang selalu membuat rindu pulang kampung.

1. Bandros

Ada yang tahu Bandros? Eitts Bandros yang ini bukan Bandung Tour On Bus ya, melainkan salah satu jajanan di Kampung Wadat. Menurut wikipedia, Bandros adalah kue tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut dan santan. Bentuk kue bandros mirip dengan kue pukis karena memang dicetak pada cetakan yang serupa, yakni cetakan yang berbentuk setengah lingkaran dan berjejer cukup banyak.

bandros jajanan di kampung wadat - diantin.com
Bandros dengan saus sambal

Bandros adalah salah satu jajanan yang selalu saya rindu jika sedang di Jakarta. Kenapa demikian? Kan di Jakarta juga ada yang jual. Ya memang di Jakarta ada yang jual bandros, orang di Jakarta bilangnya kue pancong yang disajikan dengan gula putih. Sedangkan di Kampung Wadat bandros lebih sering disajikan dengan saus sambal.

Bukan hanya berbeda di penyajiannya saja, menurut saya tektur dan rasanya juga berbeda. Tektur bandros di Jakarta ketika digigit terasa lembek dan parutan kelapanya terasa kasar. Sedangkan bandros di Kampung Wadat di bagian luarnya kering tapi ketika digigit dalamnya terasa lembut dan parutan kelapanya juga lembut.

Oh ya, saya juga pernah membeli bandros di Jakarta ketika pagi hari dan tidak habis. Ketika saya makan lagi siang harinya, bandrosnya sudah terasa aga mengeras. Padahal saya pernah membeli bandros di Kampung Wadat untuk bekal selama perjalanan ke Jakarta, dan ketika saya makan bandros itu sore hari rasanya masih tetap lembut walaupun luarnya sudah tidak kering lagi.

Bandros di Kampung Wadat biasanya dijual Rp. 1.000 per tiga buah. Sungguh murah bukan? Saya jadi ingat ketika lebaran kemarin membeli bandros di Alun-alun Majalaya dengan harga Rp. 2.000 per tiga buah, kemudian saudara saya bilang itu terlalu mahal. Padahal menurut saya harga segitu wajar sih, jika dibandingkan dengan harga kue pancong yang ada di Jakarta.

2. Seblak

seblak jajanan di kampung wadat
Seblak di Kampung Wadat dengan harga Rp. 3.000,-

Di Jakarta, seblak merupakan salah satu jajanan yang baru hits sekitar tiga tahun belakangan. Namun untuk saya, seblak adalah salah satu jajanan masa kecil yang sering saya dan teman-teman buat bersama.

Ketika saya SD, seblak belum hits seperti sekarang. Di Kampung Wadat pun belum ada yang berjualan seblak. Biasanya saya dengan beberapa teman akan patungan untuk membeli bahan-bahan dan bumbu untuk membuat seblak, kemudian kami membuat seblak bersama. Dulu saya dan teman-teman membuat seblak hanya dengan bahan dasar kerupuk, bawang merah, bawang putih, cabai dan kencur. Dari mana kami tahu resepnya? saya sendiri tidak tahu tapi saat itu anak-anak di Kampung Wadat sudah sering membuat seblak sendiri.

Awal mula seblak hits di Jakarta, saya sempat kaget karena isiannya yang begitu beragam. Sempat membeli seblak yang dijual di Jakarta tapi ntah kenapa lidah saya seolah menolak, buat saya ciri khas seblak itu ada di rasa kencurnya. Cuma sangat disayangkan kebanyakan seblak di Jakarta itu tidak terasa kencurnya, bahkan cenderung terlalu gurih untuk lidah saya. Jadi kalau saya rindu seblak di Kampung Wadat, biasanya saya membuat sendiri saja.

Bukan hanya di Jakarta saja, di Kampung Wadat juga sekarang sudah banyak yang berjualan seblak. Jadi ketika pulang kampung dan ingin makan seblak, saya tidak perlu repot lagi membuatnya sendiri. Oh ya, sekarang di Kampung Wadat isi seblaknya juga beragam. Seperti gambar di atas isinya ada kerupuk, baso aci, cuangky dan lain-lain.

3. Kupat Tahu

Kupat tahu merupakan salah satu jajanan di Kampung Wadat yang sulit saya temukan di daerah lain. Kupat tahu juga menjadi salah satu jajanan yang wajib saya beli ketika pulang kampung. Biasanya saya membeli kupat tahu ketika pagi hari di Pasar Pangkalan, bisa dibilang kupat tahu itu salah satu jajanan untuk sarapan.

kupat tahu jajanan di kampung wadat - Diantin.com
Kupat Tahu

Satu porsi kupat tahu terdiri dari Kupat (semacam lontong tapi berukuran besar), tahu kuning, tauge, kerupuk, dan bawang goreng yang disiram bumbu kacang serta kecap. Satu porsi kupat tahu di Pasar Pangkalan hanya Rp. 5.000 rupiah saja. Memang porsinya tidak terlalu banyak, ya wajarlah dengan harga segitu. Jadi untuk kalian yang makannya banyak bisa membeli dua bungkus 😀

Kupat tahu ini hampir mirip dengan ketoprak, hanya saja bumbunya lebih cair dan nggak ada bihunnya.

4. Es Corong

Siapa yang suka es krim? iya iya banyak yang suka, saya juga suka banget sama es krim. Hanya saja kadang saya rindu es krim yang ada di Kampung Wadat, es corong namanya.

es corong jajanan di kampung wadat - Diantin.com
Es Corong Rp. 1.000,-

Es corong terbuat dari bahan dasar santan yang direbus bersama susu dan gula. Sedangkan corongnya ntah terbuat dari apa tapi tekturnya tipis dan renyah. Untuk rasanya sama seperti es krim rasa kelapa pada umumnya, tapi seperti yang saya bilang corongnya lebih tipis dari corong es krim yang sering saya beli.

Es corong biasanya dijual oleh amang-amang yang keliling kampung menggunakan sepeda pada siang hari.

5. Cipuk (Cireng Kerupuk)

cipuk jajanan di kampung wadat - Diantin.com
Cipuk (Cireng Kerupuk) | sumber gambar: google.com

Untuk jajanan yang satu ini pasti banyak yang belum tau, Cipuk alias Cireng Kerupuk. Salah satu jajanan di Kampung Wadat yang selalu bikin saya rindu juga. Saya sendiri belum pernah menemukan jajanan ini di Jakarta, ntah memang tidak ada yang jual atau memang saya saja yang belum pernah menemukannya.

Cipuk terbuat dari kerupuk yang direbus sampai lembek kemudian dijemur. Tekturnya sama seperti kerupuk, hanya saja sedikit keras dan biasanya disajikan dengan saus sambal.

Saat ini di Kampung Wadat sudah jarang yang jual cipuk matang, bisa dibilang cipuk itu sejenis gorengan. Jadi kalau saya ingin makan cipuk, biasanya membeli cipuk mentah dan digoreng sendiri di rumah.

6. Cuangky dan Robus

Duh cuangky dan robus apalagi sih? mungkin sebagian kalian akan bilang begitu. Cuangky dan robus adalah salah satu jajanan seperti bakso. Kalian tahu bakso bandung yang sering dibilang cuangky? Nah seperti itulah tampilannya, hanya saja isinya berbeda.

cuangky dan robus jajanan di kampung wadat - diantin.com
Cuangky dan Robus Rp. 2.000,-

Cuangky terbuat dari tahu kuning dan aci, tekturnya kenyal. Sedangkan robus atau sering disebut siomay kering terbuat dari tepung terigu dan tepung tapioka, tekturnya renyah.

Lagi-lagi cuangky dan robus belum pernah saya temukan di Jakarta. Oh iya, cuangky dan robus ini dijual mentahnya juga. Jadi ketika pulang kampung biasanya saya akan membeli cuangky dan robus mentah untuk persediaan di rumah. Bisa untuk campuran mie instan atau bisa juga untuk isian seblak.

***

Kalian perhatikan harga yang tertera untuk setiap jajanan di atas? Yap, harganya murah-murah sangat. Ntah kenapa jajanan di Kampung Wadat itu murah-murah, bahkan tidak lebih dari sepuluh ribu. Padahal rasanya sungguh tidak murahan.

Jadi sangat wajar jika setelah pulang kampung timbangan akan bergeser ke kanan, karena makanan di Kampung Wadat selain enak tapi ramah di kantong.

Dari keenam jajanan di atas, jajanan mana yang pernah kalian coba? Dan jajanan apa yang membuat kalian rindu pulang kampung? yuk share di kolom komentar.

105 thoughts on “6 Jajanan di Kampung Wadat yang Bikin Rindu Pulang Kampung

  1. Tuty prihartiny

    Juli 23, 2018 at 1:36 PM

    Jadi, kapan atuh Kak Antin pulang kampung ke Wadat ngajak saya. Penasaran euy, cicipi langsung rasa khas jajanan Bandros, Seblak, Kupat Tahu, Es Corong, Cipuk ataupun Cuangky di Kampung Wadat.

    1. Antin Aprianti

      Juli 23, 2018 at 3:27 PM

      Hayu kita kulineran, Mbak Tuty.

  2. Mutiara SWW

    Juli 23, 2018 at 2:59 PM

    Aku ga familiar sama Cipuk… Hehehe… Kampung Wadat itu surga jajanan murah meriah mewah yah, mewah di rasa yang bikin kangen pastinya… Suka banget foto2nya Antin, walopun makanannya terlihat sederhana tapi grafisnya memanjakan mata, #apaseeeh

    1. Antin Aprianti

      Juli 23, 2018 at 3:31 PM

      Hahaha iya pasti kak, cipuk namanya emang nggak familiar. Belum hits seperti seblak haha
      Aduh senengnya, foto alakadarnya aku dibilang memanjakan mata. The power of aplikasi edit foto hehe

  3. Maria Widjaja

    Juli 23, 2018 at 4:10 PM

    Bandros itu mengingatkanku akan kue pancong di Jakarta, Kak Antin. Apakah jangan-jangan mereka adalah panganan yang sama dengan julukan yang berbeda di dua daerah ini?

    1. Antin Aprianti

      Juli 23, 2018 at 4:30 PM

      Betul sekali kak, seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Kalau di Jakarta dibilangnya kue pancong. Menggunakan cetakan yang sama tapi penyajian dan rasa sedikit berbeda.

  4. Deny Oey

    Juli 23, 2018 at 4:22 PM

    Cipuk sama bandros, pengen coba 2 ini..
    Jadi kapan Antin mau ajak ke kampungnya dan nyobain makanan2 di atas? 😁😁

  5. Maya Nirmala Sari

    Juli 23, 2018 at 4:35 PM

    Bandros itu favoritku bangeett. baru tau ternyata ada varian lain ya yang lebih lembut sebagai jajanan di kampung wadat. Kalau di Solo namanya rangi, tapi jarang yang jual.

    1. Antin Aprianti

      Juli 23, 2018 at 5:10 PM

      Kalau di Jawa Barat bandros memang lembut kak. Rangi mirip kue tradisional Jakarta yang dikasih gula merah kak.
      Suka sedih deh kalo jajanan tradisional udah jarang yang jual, bandros juga sekarang mulai langka kak 🙁

  6. Ristiyanto

    Juli 24, 2018 at 5:52 AM

    Bandros makannya pake sambal beneran? Kok kaya di Sulawesi ya, makan pisang yang juga pakai sambal…

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 8:52 AM

      Saus sambal Mas, bukan sambal ulek gitu tapi buat aku mah makan bandrosnya doang juga udah enak.

  7. Kartini

    Juli 24, 2018 at 7:05 AM

    antiiiiiiin!! ihh itu kenapa enak semuanya sihh, yang aku kurang suka bandrosnya aja. selebihnya itu sesuai sama lidah aku semua wkwkwk.
    btw, untuk seblaknya agak beda sama seblak bandung yaa tiin

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 8:56 AM

      Pada dasarnya semua seblak sama kar, cuma beda diisiannya sama di bumbu kencurnya aja sih.

  8. Amelia

    Juli 24, 2018 at 8:23 AM

    Duh dari semua makanan yang dibahas, gak ada satupun makanan yang gak aku suka! Enak-enak banget itu kak. Aku paling suka seblak dan cuanki. Duh jadi menelan liur terus bacanya!

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 9:01 AM

      Ah iya cuangki memang enak kak, jadi campuran mie instant juga enak 😀😀

  9. Iqbal

    Juli 24, 2018 at 8:29 AM

    Ooh seblak itu makanan udah lama ya… Kirain trending food

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 8:58 AM

      Buat aku yes, dari zaman SD udah sering bikin seblak sendiri. Jadi pas hits di Jakarta buat aku biasa aja.

  10. Kelanakucom

    Juli 24, 2018 at 10:38 AM

    Jajanan kampung itu emang ngangenin.
    Cuma cireng kerupuk yang belum penah dicoba. Rasanya enak ga? Kayak makanan apa?

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 10:59 AM

      Enak kak, rasanya seperti makan kerupuk gitu.

  11. Taumy

    Juli 24, 2018 at 11:54 AM

    Di kampung saya, es Corong namanya es tong tong. Karena penjualnya sering mukul gendang kecil di bagian depan sepeda, bunyinya, “tong…tong”.

    1. Antin Aprianti

      Agustus 10, 2018 at 4:21 PM

      Oh iya pernah denger juga tentang es tong-tong, hampir sama ya.

  12. Lisa Fransisca

    Juli 24, 2018 at 12:51 PM

    Duh Antin, bacanya mendadak bikin lapar pengen nyobain makanan itu. Meski bandros, seblak, dan es corong ada di Jakarta, tapi sepertinya makan jajajanan itu di kampung halaman lebih nikmat ya.

    1. Antin Aprianti

      Agustus 10, 2018 at 4:19 PM

      Betul kak, jajanan di kampung ntah kenapa lebih nikmat.

  13. Dayu Anggoro

    Juli 24, 2018 at 1:32 PM

    Semuanya aku suka, kalo yang nomor 1 sering ada di sekolah-sekolah si bandros/pancong make gula pasir behh manisnya ga nahan euy. Jadi laperkan setelah baca ini wkwkwk.

  14. Puspa Harahap

    Juli 24, 2018 at 3:43 PM

    Aku suka cipuk, seblak dan es corong. Oh ya itu seblaknya lucu banget ya di gelas gitu makan nya jadi ga kekenyangan dan semuanya sangat murah seperti jajanan sd 😁

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 7:17 PM

      Wah pernah cobain cipuk kak? Iya kalo di kampung aku memang pake gelas gitu, yes murah meriah tapi enak dan kenyang.

  15. Yunita

    Juli 24, 2018 at 4:42 PM

    Ah jajanan Bandung yang selalu kurindukan. Hampir semua yang kamu tulis dah aku coba, Dek. Cipuk doang yang belum, uni banget ya. Yuuk ahh ke Bandung rame-rame trus mampir ke Wadat, seru kayanya

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 7:19 PM

      Haha iya cipuk emang unik dan langka, Bandung memang selalu seru buat kulineran kak. Yuklah

  16. Agusonpapers

    Juli 24, 2018 at 5:10 PM

    Bandros yess bangeeeet….sampe sekarang kalau ada depan mata pasti beli lah ya…

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 7:20 PM

      Tos, Mas. Bandros memang endes banget, apalagi dimakan pas masih anget-anget.

  17. Rama Murtaba

    Juli 24, 2018 at 7:58 PM

    Seblaknya murah banget ya. Cuma 3000 doang harganya. Gak kebayang bisa nambah berkali kali itu pasti saya. Hahaha

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 8:45 PM

      Hahaha iya, beli 10ribu udah kenyang banget ram.

  18. airin

    Juli 24, 2018 at 8:25 PM

    Jadi ngiler… Tapi emang aku suka jajan sih… nama makanannya unik-unik

    1. Antin Aprianti

      Juli 24, 2018 at 8:46 PM

      Tos, Kak. Aku juga suka jajan, apalagi kalo jajanan kampung.

  19. Citra Rahman

    Juli 24, 2018 at 8:56 PM

    Bandros itu kalau di kampungku namanya Kue Pancong. Suka dikasih toping gula sama meses sama abangnya. Paling suka yang original, lebih terasa kelapanya.

  20. Wulan

    Juli 24, 2018 at 9:15 PM

    Antiiiinnn, itu namanya lucu-lucu amat yaaa. Hahahah. aku penasaran banget cobain cimol kerupuk itu hihihihi

  21. Nasa

    Juli 24, 2018 at 10:44 PM

    Haha bandros, gw kira apaan ya, baca penasaran, tau taunya kue pancong wkwk

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:12 AM

      Hahaha, memang kue pancong cuma beda nama dan tentu aja rasanya juga sedikit berbeda 😀

  22. Inez

    Juli 25, 2018 at 12:13 AM

    baru denger kampung wadat tin.
    Kapan2 kesana, ngiler jg liat bandros nya hahaha

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:13 AM

      Kampung sekali, Kak. Di bawah kaki gunung rakutak, dekat dari Majalaya.

  23. Achi Hartoyo

    Juli 25, 2018 at 6:53 AM

    Dari 6 jajanan di atas belum pernah nyoba satu pun, mungkin baru bandros yang dibilang kue pancong di jakarta

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:15 AM

      Kalo pas ke Bandung cobain, Mas. Biasanya di Bandung juga ada jajanan itu. Lah seblak juga belum pernah coba, Mas?

  24. Nunik Utami

    Juli 25, 2018 at 7:06 AM

    Itu namanya bandros? Di sini (Jakarta) nyebutnya kue pancong. Enak banget tuh, gurih2 manis. Sayangnya di Jakarta udah mulai jarang. Mungkin kalo mau makan banyak dan sering2, ke Kampung Wadat aja kali, ya 😀

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:16 AM

      Di Kampung Wadat juga sekarang yang jual bandros udah mulai jarang, Mbak. Lebaran kemarin aja dapetnya di Alun-alun Majalaya.

  25. Eka Rahmawati

    Juli 25, 2018 at 8:59 AM

    Wah di kampung Wadat ternyata ada Kupat Tahu juga ya heeheh. Di kampung ibuku, di Pacitan juga ada kak. Cuma isi dan cara penyajiannya beda. Kalo dr gambar yang ada di tulisan Kak Antin, mirip ketoprak ya? Hehehe. Aku penasaran juga sama cipuk-nya. Kalo dari fotonya keliatan kayak tahu hehehe.

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:33 AM

      Iya hampir mirip ketoprak tapi bumbu kacangnya lebih cair. Cipuk sama kaya kerupuk rasanya dan tekturnya aga keras gitu, kalo bentuknya macem-macem ada yang kotak dll.

  26. Turis Cantik

    Juli 25, 2018 at 12:39 PM

    ahhhhhh bandrossssssssss bikin kangen banget, rada susah juga euy cari yang jualnya

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 2:52 PM

      Betul kak, sekarang udah jarang yang jual.

  27. Hayati

    Juli 25, 2018 at 3:34 PM

    Wah daru list diatas, jajanan kampung wadat rata-rata favorit aku juga, tin, dan yang paling rindu itu Cuangki 🤤🤤🤤

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 6:27 PM

      Ah cuangky memang ngangenin kak, dimasak sama mie instant enak banget.

  28. Dewi Setyowati

    Juli 25, 2018 at 4:59 PM

    Kampung Wadat di mana sih, dek? Garut ya? Itu seblak aku belum pernah makan lho ahahah… Kayak apa sih rasanya. Bayanganku kayak laksa Tangerang, bener ga?

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 6:26 PM

      Nantikan ulsan selanjutnya tentang kampung wadat ya, Mbak 😀
      Aku belum pernah makan laksa Tanggerang jadi nggak tau mbak, duh susah jelasin rasanya hehe

  29. lenifey

    Juli 25, 2018 at 6:54 PM

    Aku jadi penasaran tekstur bandrosnya.. sama seblak yang berbau kencur.. apalah aku bahkan orang ribut makan seblak pas jaman hits akumah gatau seblak itu apaan.. ahhah.. untungny sik sekarang udah tau. Hahah

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:25 PM

      Mungkin di Jakarta juga ada yang mirip tekturnya len tapi aku belum nemu sih. Yuk kita masak-masak seblak bareng hehe

  30. Lala Yusuf

    Juli 25, 2018 at 6:55 PM

    Tin mau dong Cimolny tin. Belajar gih bikin nanti bagi aku hahaha

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:23 PM

      Mana cimol? Aku nggak bahas cimol ih.

  31. Kalena Efris

    Juli 25, 2018 at 8:03 PM

    Cuangky dan Cipuknya bikin penasaran, belum pernah makan soalnya. Apalagi Cipuk. Keliatannya enak yaaa Tin. Itu kan cipuk mentah, terus kalo mau makan kan mesti di goreng sendiri. Brrti itu bisa untuk oleh-oleh yaa?

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:22 PM

      Kalo cipuk bisa buat oleh-oleh tapi nggak tahan lama kal, kalo cuangky baru tahan lama soalnya kering.

  32. Budi Setiadi

    Juli 25, 2018 at 8:29 PM

    es corong, kalau ditempat saya disebutnya es kelenong. Btw, penasaran banget sama cipuk, jadi pengen. ada yang jual online gak ya? 😀

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:27 PM

      Wah kurang tau mas, coba aja cari siapa tau ada yang jual online 😀

  33. Diah Sally M

    Juli 25, 2018 at 9:46 PM

    Wah Ka Antin kemarin pulang ke kampung halaman yaa. Jadi, pingin pulang ke kampung halaman juga, cuman bingung euy halaman berapa? 😹

    Aku jadi laper nih malem” baca ini hahaha

    1. Antin Aprianti

      Juli 25, 2018 at 10:29 PM

      Coba dicek mungkin halaman sembilan atau sepuluh hehe
      Semoga liat gambarnya jadi kenyang juga ya kak 😀

  34. Ifa Mutia

    Juli 26, 2018 at 10:55 AM

    Bandros suka banget tapi yang ditaburi gula
    Cuangki salah satu makanan favorit
    Es Corong, kupat tahu mantap banget
    Seblak lumayanlah sekali sekali..
    Makanan makanan khas seperti ini memang ngangenin

  35. Putri Reno

    Juli 26, 2018 at 5:03 PM

    Pulang kampung menyenangkan dan mengenang kembali kenangan masa silam

  36. Jalan-Jalan KeNai

    Juli 31, 2018 at 2:56 PM

    Cipuk yang saya belum tau. Kayaknya terksturnya kenyal gimana gitu, ya hehehe

    1. Antin Aprianti

      Juli 31, 2018 at 10:41 PM

      Tekturnya renyah mbak, seperti kerupuk gitu.

  37. purwati

    Juli 31, 2018 at 9:03 PM

    huaaa ada cipuk donk. Ini makanan favorite baru aku loh, baru banget nemu p as di pos kawah di Papandayan kemarin. Si ibu gorengan jualan cipuk, dan aku ketagihan.

    1. Antin Aprianti

      Juli 31, 2018 at 10:39 PM

      Nah iya kan, cipuk emang enak. Ternyata dijual di Papandayan juga tah.

  38. Hida

    Agustus 9, 2018 at 11:39 AM

    Dari kesemuanya itu aku belum pernah nyobain yang Cipuk mbak. Rasanya seperti seblak juga kah?

    1. Antin Aprianti

      Agustus 9, 2018 at 12:22 PM

      Rasanya seperti kerupuk Mbak, karena dikeringkan terlebih dahulu sebelum di goreng.

  39. Nurul dwi larasati

    Agustus 9, 2018 at 11:59 AM

    Nama pancong di kampung Wadat bandros ya. Sama rupanya cuma cocolannya beda. Dari ke enam jajanan itu, Cipuk yang belum aku coba nih.

    1. Antin Aprianti

      Agustus 9, 2018 at 12:26 PM

      Iya sama dengan pancong mbak, hanya beda cocolan sama tekturnya sedikt beda.
      Cipuk memang langka mbak, harus main ke daerah Bandung kalo mau coba.

  40. Elva Susanti

    Agustus 9, 2018 at 12:16 PM

    Ramah banget di kantong ya mbak, saya pengen nih nyobain seblak nya. Belum pernah nyoba. Asik ya pulang ke kampung halaman, dan pastinya yg dicari ya makanan khasnya.

    Saya jadi kangen pulang kampung halaman jg, sudah hampir 2 tahunan gak pulang2 😭😭

  41. Aminnatul Widyana

    Agustus 9, 2018 at 12:45 PM

    Dr semua ragam jajanan yg uda disebut, yg aq tau cuma seblak wkwkkw… Mau lah, kpn2 kalo ada kesempatan berburu jajanan ini di tempat asalnya

  42. Keke Naima

    Agustus 9, 2018 at 5:11 PM

    Minggu kemarin baru beli bandros. Jadi rasa kangen saya sama bandros udah tuntas hehehe

    1. Antin Aprianti

      Agustus 9, 2018 at 6:40 PM

      Beli di mana mbak? Jadi ngidam bandros juga aku nih hehe

  43. Amallia Sarah

    Agustus 9, 2018 at 5:19 PM

    Jajanan wajib dan selalu aku cari setiap jalan sama keluarga khususnya saat ke kampung ku di Bandung itu seblak mbak… Asli aku doyan banget

    1. Antin Aprianti

      Agustus 9, 2018 at 6:39 PM

      Rasanya beda ya mbak sama yang di Jakarta, aku juga suka banget jajan seblak kalo pas pulang kampung.

  44. Meriska Putri

    Agustus 9, 2018 at 9:13 PM

    Wadat itu di Jawa Barat ya? Hampir semua belum pernah dicobain, padahal seblak lagi hits juga belum pernah beli. Tapi paling penasaran sama cuanki, katanya beda sama bakso.

    1. Antin Aprianti

      Agustus 10, 2018 at 2:01 PM

      Iya Mbak, Kampung Wadat itu salah satu kampung yang ada di Jawa Barat.
      Iya cuangki memang beda dengan bakso mbak.

  45. Bunda Erysha (yenisovia.com)

    Agustus 9, 2018 at 9:22 PM

    Wahhh saya suka semuanya mba. Apalagi seblak hahaha. Mba kok bisa sama sih makanan yang kita suka? Jadi kangen kampung. Mudik ayo mudik 😂

    1. Antin Aprianti

      Agustus 10, 2018 at 2:04 PM

      Wah sama ya mbak, kulineran bareng apa kita ya hehe
      Yuk ah mudik mbak.

  46. Inka Amaliawati

    Agustus 10, 2018 at 4:41 AM

    Akuuuu suka bandros, es corong haha enakan jajanan jaman dulu ya mba. Wadat itu daerah mana ya mba? Aku baru denger

    1. Antin Aprianti

      Agustus 10, 2018 at 2:06 PM

      Memang mbak, jajanan zaman dulu itu enak dan murah meriah.
      Kampung Wadat itu salah satu kampung di Jawa Barat Mbak, tepatnya di Kecamatan Pacet.

  47. cerite si mpo

    Agustus 10, 2018 at 9:16 AM

    Jajanan memang suka kangenin. Mpo tahunya kue pancong, enak, gurih dan campur gula pasir sedikit.

  48. Yayah Rochayah

    Agustus 10, 2018 at 9:18 AM

    Semua jajanannya enak, dan saya udah nyoba hampir semua, kecuali bandros yang pakai saus sama cipuk. Biasanya di Bandung pun nemunya bandros pakai gula putih gitu..

    1. Antin Aprianti

      Agustus 10, 2018 at 2:08 PM

      Iya bandros pakai saus memang jarang mbak, lebih banyak yang pakai gula putih. Tapi buat aku bandros lebih enak dimakan tanpa apa-apa sih hehe

  49. Nunu Halimi

    Agustus 10, 2018 at 10:27 AM

    walah baru tahu bandros bisa di makan pakai sambal, mau coba ah! soalnya ini cemilan favorit, di tempat saya di sebut kue pancong gitu..

  50. Ika Maya Susanti

    Agustus 10, 2018 at 10:31 AM

    Yang belum pernah nyoba Cipuk, Cuangky, Robus. Walah, kalo saya tinggal beberapa hari di Kampung Wadat, mesti betah nih. Jajanannya enak-enak dan kesukaan saya… 😁

  51. Natra Rahmani Salim

    Agustus 10, 2018 at 6:18 PM

    Aku udah permah nyoba bandros, kupat tahu, es corong. Tapi belom pernah coba cipuk. Enak banget itu jajanannya.

  52. Maliha

    Agustus 11, 2018 at 7:09 AM

    Jadi penasaran dengan jajanan Robus dan Cipuk mba, paling suka tuh dengan jajanan kupat tahunya, udah murah dan mengenyangkan ya

  53. Leyla Imtichanah

    Agustus 11, 2018 at 10:04 AM

    Horeee ini semua jajanan sudah kucoba semuaaa… Enak semua tapi jangan banyak2. Inget dieeet

  54. Miranti | jendelakeluarga.com

    Agustus 12, 2018 at 1:41 PM

    Jadi kangen banduuung. Kami pernah tinggal di buah batu dari sekitar 2013 hingga tahun lalu. Jajanannya sih ga semurah ini hihi, tapi ragamnya udah pernah kucoba semua ^^

  55. Andi Mirati Primasari

    Agustus 12, 2018 at 7:35 PM

    favoritku es corong.. seger mantap kalo lagi panas2 trus ada abang2 es corong lewat.. bikin ga tahan pengen cepet2 beli..

  56. Windah tsu

    Agustus 12, 2018 at 10:22 PM

    Pwngen nyibain bandros sama cipuk. Aku taunya bandros itu bus tingkat yang di bandung doang. Hihi. Kepo sama rasanya. Harganya juga deng.

  57. Lili

    Agustus 17, 2018 at 6:57 PM

    Baru tau kalo makan bandros pake sambel, biasanya kan pake gula ya ?

    1. Antin Aprianti

      Agustus 17, 2018 at 7:01 PM

      Iya mbak biasanya pakai gula tapi di kampung saya ada yang pakai sambel juga.

  58. BloggerDay 2019: Melawan Rasa Takut di Wahana Trans Studio Bandung

    April 5, 2019 at 4:08 PM

    […] kupat tahu yang kami pesan tidak terlalu enak. Bumbunya kurang banyak dan kacangnya kurang lembut, bukan […]

  59. duniamasak

    April 18, 2019 at 1:05 PM

    pengen coba bandros pake sambel nih 😀

  60. Pengalaman Facial Oxy di Kusuma Beauty Clinic | Diary Antin

    Juni 1, 2019 at 3:16 AM

    […] Lebaran, sebagai perempuan tentu saja saya ingin tampil beda. Apalagi sudah lama nggak pulang ke Bandung, masa sekalinya pulang wajah kusam dan banyak bekas jerawat. Oleh karena itu, Sabtu kemarin […]

  61. 2 Camilan di Foodpedia Pemuda yang Bikin Nagih | Diary Antin

    November 23, 2019 at 2:05 AM

    […] suka ngemil, makanya ketika kumpul-kumpul sama teman paling suka ke kafe yang menyediakan banyak camilan. Nah, Sabtu kemarin (16/11/2019) saya diajak teman ke Foodpedia […]

  62. Hotel Sriti, Rekomendasi Tempat Menginap di Magelang

    April 13, 2020 at 10:05 PM

    […] dan lansung terlihat beberapa tempat makan kupat tahu yang berderet. Kami memilih makan di tempat kupat tahu yang pernah didatangi Pak […]

  63. Tradisi Lebaran di Kampung Wadat

    Mei 4, 2020 at 9:21 PM

    […] Jangan lupa baca juga tulisan saya lainnya tentang Kampung Wadat di Jajanan di Kampung Wadat yang Bikin Rindu Pulang Kampung […]

  64. Resep Masakan Rinaresep.com Situs untuk Belajar Masak

    Juni 30, 2020 at 10:14 PM

    […] buku dan menulis tanpa camilan rasanya ada yang kurang. Ah itu sih dasar Antin saja yang suka nyemil […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hay, nggak boleh ya !!