FOOD

6 Jajanan di Kampung Wadat yang Bikin Rindu Pulang Kampung

Bicara soal jajanan memang tidak pernah ada habisnya. Siapa sih yang nggak suka jajan, saya sendiri sangat hobi jajan. Di Indonesia, jajanan sangat beragam dan hampir di setiap daerah mempunyai jajanan khas masing-masing. Saya tidak akan membahas jajanan yang ada di setiap daerah, tapi saya akan membahas beberapa jajanan di Kampung Wadat.

Jika kalian membaca tulisan saya sebelumnya, pasti kalian masih ingat saya pernah membahas tentang Tradisi Lebaran di Kampung Wadat. Bukan hanya tradisi lebarannya saja yang membuat saya rindu dengan Kampung Wadat, tapi jajanannya pun selalu membuat saya rindu untuk pulang kampung.

Jadi apa saja jajanan di Kampung Wadat yang selalu membuat saya rindu untuk pulang kampung? Sebenarnya sangat banyak jajanan yang unik dan enak di Kampung Wadat, tapi inilah beberapa jajanan kesukaan saya yang selalu membuat rindu pulang kampung.

1. Bandros

Ada yang tahu Bandros? Eitts Bandros yang ini bukan Bandung Tour On Bus ya, melainkan salah satu jajanan di Kampung Wadat. Menurut wikipedia, Bandros adalah kue tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut dan santan. Bentuk kue bandros mirip dengan kue pukis karena memang dicetak pada cetakan yang serupa, yakni cetakan yang berbentuk setengah lingkaran dan berjejer cukup banyak.

bandros jajanan di kampung wadat - diantin.com
Bandros dengan saus sambal

Bandros adalah salah satu jajanan yang selalu saya rindu jika sedang di Jakarta. Kenapa demikian? Kan di Jakarta juga ada yang jual. Ya memang di Jakarta ada yang jual bandros, orang di Jakarta bilangnya kue pancong yang disajikan dengan gula putih. Sedangkan di Kampung Wadat bandros lebih sering disajikan dengan saus sambal.

Bukan hanya berbeda di penyajiannya saja, menurut saya tektur dan rasanya juga berbeda. Tektur bandros di Jakarta ketika digigit terasa lembek dan parutan kelapanya terasa kasar. Sedangkan bandros di Kampung Wadat di bagian luarnya kering tapi ketika digigit dalamnya terasa lembut dan parutan kelapanya juga lembut.

Oh ya, saya juga pernah membeli bandros di Jakarta ketika pagi hari dan tidak habis. Ketika saya makan lagi siang harinya, bandrosnya sudah terasa aga mengeras. Padahal saya pernah membeli bandros di Kampung Wadat untuk bekal selama perjalanan ke Jakarta, dan ketika saya makan bandros itu sore hari rasanya masih tetap lembut walaupun luarnya sudah tidak kering lagi.

Bandros di Kampung Wadat biasanya dijual Rp. 1.000 per tiga buah. Sungguh murah bukan? Saya jadi ingat ketika lebaran kemarin membeli bandros di Alun-alun Majalaya dengan harga Rp. 2.000 per tiga buah, kemudian saudara saya bilang itu terlalu mahal. Padahal menurut saya harga segitu wajar sih, jika dibandingkan dengan harga kue pancong yang ada di Jakarta.

2. Seblak

seblak jajanan di kampung wadat
Seblak di Kampung Wadat dengan harga Rp. 3.000,-

Di Jakarta, seblak merupakan salah satu jajanan yang baru hits sekitar tiga tahun belakangan. Namun untuk saya, seblak adalah salah satu jajanan masa kecil yang sering saya dan teman-teman buat bersama.

Ketika saya SD, seblak belum hits seperti sekarang. Di Kampung Wadat pun belum ada yang berjualan seblak. Biasanya saya dengan beberapa teman akan patungan untuk membeli bahan-bahan dan bumbu untuk membuat seblak, kemudian kami membuat seblak bersama. Dulu saya dan teman-teman membuat seblak hanya dengan bahan dasar kerupuk, bawang merah, bawang putih, cabai dan kencur. Dari mana kami tahu resepnya? saya sendiri tidak tahu tapi saat itu anak-anak di Kampung Wadat sudah sering membuat seblak sendiri.

Awal mula seblak hits di Jakarta, saya sempat kaget karena isiannya yang begitu beragam. Sempat membeli seblak yang dijual di Jakarta tapi ntah kenapa lidah saya seolah menolak, buat saya ciri khas seblak itu ada di rasa kencurnya. Cuma sangat disayangkan kebanyakan seblak di Jakarta itu tidak terasa kencurnya, bahkan cenderung terlalu gurih untuk lidah saya. Jadi kalau saya rindu seblak di Kampung Wadat, biasanya saya membuat sendiri saja.

Bukan hanya di Jakarta saja, di Kampung Wadat juga sekarang sudah banyak yang berjualan seblak. Jadi ketika pulang kampung dan ingin makan seblak, saya tidak perlu repot lagi membuatnya sendiri. Oh ya, sekarang di Kampung Wadat isi seblaknya juga beragam. Seperti gambar di atas isinya ada kerupuk, baso aci, cuangky dan lain-lain.

3. Kupat Tahu

Kupat tahu merupakan salah satu jajanan di Kampung Wadat yang sulit saya temukan di daerah lain. Kupat tahu juga menjadi salah satu jajanan yang wajib saya beli ketika pulang kampung. Biasanya saya membeli kupat tahu ketika pagi hari di Pasar Pangkalan, bisa dibilang kupat tahu itu salah satu jajanan untuk sarapan.

kupat tahu jajanan di kampung wadat - Diantin.com
Kupat Tahu

Satu porsi kupat tahu terdiri dari Kupat (semacam lontong tapi berukuran besar), tahu kuning, tauge, kerupuk, dan bawang goreng yang disiram bumbu kacang serta kecap. Satu porsi kupat tahu di Pasar Pangkalan hanya Rp. 5.000 rupiah saja. Memang porsinya tidak terlalu banyak, ya wajarlah dengan harga segitu. Jadi untuk kalian yang makannya banyak bisa membeli dua bungkus 😀

Kupat tahu ini hampir mirip dengan ketoprak, hanya saja bumbunya lebih cair dan nggak ada bihunnya.

4. Es Corong

Siapa yang suka es krim? iya iya banyak yang suka, saya juga suka banget sama es krim. Hanya saja kadang saya rindu es krim yang ada di Kampung Wadat, es corong namanya.

es corong jajanan di kampung wadat - Diantin.com
Es Corong Rp. 1.000,-

Es corong terbuat dari bahan dasar santan yang direbus bersama susu dan gula. Sedangkan corongnya ntah terbuat dari apa tapi tekturnya tipis dan renyah. Untuk rasanya sama seperti es krim rasa kelapa pada umumnya, tapi seperti yang saya bilang corongnya lebih tipis dari corong es krim yang sering saya beli.

Es corong biasanya dijual oleh amang-amang yang keliling kampung menggunakan sepeda pada siang hari.

5. Cipuk (Cireng Kerupuk)

cipuk jajanan di kampung wadat - Diantin.com
Cipuk (Cireng Kerupuk) | sumber gambar: google.com

Untuk jajanan yang satu ini pasti banyak yang belum tau, Cipuk alias Cireng Kerupuk. Salah satu jajanan di Kampung Wadat yang selalu bikin saya rindu juga. Saya sendiri belum pernah menemukan jajanan ini di Jakarta, ntah memang tidak ada yang jual atau memang saya saja yang belum pernah menemukannya.

Cipuk terbuat dari kerupuk yang direbus sampai lembek kemudian dijemur. Tekturnya sama seperti kerupuk, hanya saja sedikit keras dan biasanya disajikan dengan saus sambal.

Saat ini di Kampung Wadat sudah jarang yang jual cipuk matang, bisa dibilang cipuk itu sejenis gorengan. Jadi kalau saya ingin makan cipuk, biasanya membeli cipuk mentah dan digoreng sendiri di rumah.

6. Cuangky dan Robus

Duh cuangky dan robus apalagi sih? mungkin sebagian kalian akan bilang begitu. Cuangky dan robus adalah salah satu jajanan seperti bakso. Kalian tahu bakso bandung yang sering dibilang cuangky? Nah seperti itulah tampilannya, hanya saja isinya berbeda.

cuangky dan robus jajanan di kampung wadat - diantin.com
Cuangky dan Robus Rp. 2.000,-

Cuangky terbuat dari tahu kuning dan aci, tekturnya kenyal. Sedangkan robus atau sering disebut siomay kering terbuat dari tepung terigu dan tepung tapioka, tekturnya renyah.

Lagi-lagi cuangky dan robus belum pernah saya temukan di Jakarta. Oh iya, cuangky dan robus ini dijual mentahnya juga. Jadi ketika pulang kampung biasanya saya akan membeli cuangky dan robus mentah untuk persediaan di rumah. Bisa untuk campuran mie instan atau bisa juga untuk isian seblak.

***

Kalian perhatikan harga yang tertera untuk setiap jajanan di atas? Yap, harganya murah-murah sangat. Ntah kenapa jajanan di Kampung Wadat itu murah-murah, bahkan tidak lebih dari sepuluh ribu. Padahal rasanya sungguh tidak murahan.

Jadi sangat wajar jika setelah pulang kampung timbangan akan bergeser ke kanan, karena makanan di Kampung Wadat selain enak tapi ramah di kantong juga.

Dari keenam jajanan di atas, jajanan mana yang pernah kalian coba? Dan jajanan apa yang membuat kalian rindu pulang kampung? yuk share di kolom komentar.

98 thoughts on “6 Jajanan di Kampung Wadat yang Bikin Rindu Pulang Kampung

  1. Jadi, kapan atuh Kak Antin pulang kampung ke Wadat ngajak saya. Penasaran euy, cicipi langsung rasa khas jajanan Bandros, Seblak, Kupat Tahu, Es Corong, Cipuk ataupun Cuangky di Kampung Wadat.

  2. Aku ga familiar sama Cipuk… Hehehe… Kampung Wadat itu surga jajanan murah meriah mewah yah, mewah di rasa yang bikin kangen pastinya… Suka banget foto2nya Antin, walopun makanannya terlihat sederhana tapi grafisnya memanjakan mata, #apaseeeh

    1. Hahaha iya pasti kak, cipuk namanya emang nggak familiar. Belum hits seperti seblak haha
      Aduh senengnya, foto alakadarnya aku dibilang memanjakan mata. The power of aplikasi edit foto hehe

    1. Kalau di Jawa Barat bandros memang lembut kak. Rangi mirip kue tradisional Jakarta yang dikasih gula merah kak.
      Suka sedih deh kalo jajanan tradisional udah jarang yang jual, bandros juga sekarang mulai langka kak 🙁

  3. antiiiiiiin!! ihh itu kenapa enak semuanya sihh, yang aku kurang suka bandrosnya aja. selebihnya itu sesuai sama lidah aku semua wkwkwk.
    btw, untuk seblaknya agak beda sama seblak bandung yaa tiin

  4. Duh dari semua makanan yang dibahas, gak ada satupun makanan yang gak aku suka! Enak-enak banget itu kak. Aku paling suka seblak dan cuanki. Duh jadi menelan liur terus bacanya!

  5. Di kampung saya, es Corong namanya es tong tong. Karena penjualnya sering mukul gendang kecil di bagian depan sepeda, bunyinya, “tong…tong”.

  6. Duh Antin, bacanya mendadak bikin lapar pengen nyobain makanan itu. Meski bandros, seblak, dan es corong ada di Jakarta, tapi sepertinya makan jajajanan itu di kampung halaman lebih nikmat ya.

  7. Ah jajanan Bandung yang selalu kurindukan. Hampir semua yang kamu tulis dah aku coba, Dek. Cipuk doang yang belum, uni banget ya. Yuuk ahh ke Bandung rame-rame trus mampir ke Wadat, seru kayanya

  8. Itu namanya bandros? Di sini (Jakarta) nyebutnya kue pancong. Enak banget tuh, gurih2 manis. Sayangnya di Jakarta udah mulai jarang. Mungkin kalo mau makan banyak dan sering2, ke Kampung Wadat aja kali, ya 😀

  9. Wah di kampung Wadat ternyata ada Kupat Tahu juga ya heeheh. Di kampung ibuku, di Pacitan juga ada kak. Cuma isi dan cara penyajiannya beda. Kalo dr gambar yang ada di tulisan Kak Antin, mirip ketoprak ya? Hehehe. Aku penasaran juga sama cipuk-nya. Kalo dari fotonya keliatan kayak tahu hehehe.

  10. Aku jadi penasaran tekstur bandrosnya.. sama seblak yang berbau kencur.. apalah aku bahkan orang ribut makan seblak pas jaman hits akumah gatau seblak itu apaan.. ahhah.. untungny sik sekarang udah tau. Hahah

  11. Cuangky dan Cipuknya bikin penasaran, belum pernah makan soalnya. Apalagi Cipuk. Keliatannya enak yaaa Tin. Itu kan cipuk mentah, terus kalo mau makan kan mesti di goreng sendiri. Brrti itu bisa untuk oleh-oleh yaa?

  12. Wah Ka Antin kemarin pulang ke kampung halaman yaa. Jadi, pingin pulang ke kampung halaman juga, cuman bingung euy halaman berapa? 😹

    Aku jadi laper nih malem” baca ini hahaha

  13. Bandros suka banget tapi yang ditaburi gula
    Cuangki salah satu makanan favorit
    Es Corong, kupat tahu mantap banget
    Seblak lumayanlah sekali sekali..
    Makanan makanan khas seperti ini memang ngangenin

  14. huaaa ada cipuk donk. Ini makanan favorite baru aku loh, baru banget nemu p as di pos kawah di Papandayan kemarin. Si ibu gorengan jualan cipuk, dan aku ketagihan.

  15. Ramah banget di kantong ya mbak, saya pengen nih nyobain seblak nya. Belum pernah nyoba. Asik ya pulang ke kampung halaman, dan pastinya yg dicari ya makanan khasnya.

    Saya jadi kangen pulang kampung halaman jg, sudah hampir 2 tahunan gak pulang2 😭😭

  16. Semua jajanannya enak, dan saya udah nyoba hampir semua, kecuali bandros yang pakai saus sama cipuk. Biasanya di Bandung pun nemunya bandros pakai gula putih gitu..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *