STORY

Yayasan Lara Adam Mulia, Wujud Cinta Pak Tatang Pada Anak SLB ABCD

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa teman menyusuri jalanan Jakarta-Bandung untuk mendatangi salah satu yayasan yang ada di Bandung. Nama yayasan tersebut Yayasan Lara Adam Mulia SLB ABCD Caringin Kota Bandung.

Ini untuk pertama kalinya kami datang ke Yayasan Lara Adam Mulia, harusnya kami datang ke sini minggu depan. Namun beberapa hari lalu Pak Tatang menelepon teman saya dan menyatakan mereka kekurangan kertas, sudah seminggu anak muridnya tidak belajar.

Mendengar kabar seperti itu, saya dan teman-teman lain akhirnya memajukan jadwal kunjungan menjadi seminggu lebih awal. Sejujurnya kertas yang kami kumpulkan belum terlalu banyak, tapi kami harap ini cukup untuk belajar sampai beberapa bulan ke depan.

yayasan lara adam mulia 1 -Diantin.com

Singkat cerita, kami tiba di sana sekitar pukul satu siang dan langsung disambut hangat oleh beberapa pengurus yayasan tersebut. Setelah dipersilahkan masuk, kami banyak bercerita tentang berdirinya yayasan ini dan tentang anak-anak yang bersekolah di sini.

Baca juga : Berbagi Bersama Junalicious Jakarta

Sekilas Tentang Yayasan Lara Adam Mulia

Yayasan Lara Adam Mulia didirikan pada tanggal 05 Mei 2003, yang berdomisili di alamat JL Holis Caringin, Gg. Bpk. H. Pakih, RT 02 RW 09, Babakan, Ciparay, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Yayasan Lara Adam Mulia merupakan salah satu dari sejumlah lembaga sosial masyarakat di Jawa Barat. Sejak awal berdiri, yayasan ini telah memiliki komitmen untuk turut berperan serta dalam memajukan sistem pendidikan nasional yang secara spesifik memberikan pelayanan rehabilitasi pendidikan pada peyandang cacat netra, cacat rungu, cacat wicara, cacat mental, dan cacat tubuh.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Yayasan ini dipimpin oleh Bapak Tatang, beliau seorang tuna netra dengan hati yang luar biasa tulus.  Beliau menghibahkan tanahnya yang tidak terlalu luas untuk dijadikan yayasan, tujuannya agar anak-anak spesial di sekitar kampungnya bisa mendapatkan pendidikan seperti layaknya anak-anak yang lain.

Awal mula berdirinya yayasan ini karena keprihatinan Pak Tatang dan Alm Pak Ade. Mereka melihat banyak anak-anak istimewa di sekitarnya yang masih kurang mendapatkan perhatian, khususnya di bidang pendidikan. Hal itulah yang menjadikan mereka termotivasi untuk mendirikan yayasan ini.

Bermodalkan niat tulus dan iklas ingin membantu anak-anak spesial di sekitar kampungnya, berdirilah Yayasan Lara Adam Mulia ini. Yayasan dengan bangunan bertingkat yang sederhana serta jumlah kelas yang terbatas dan sempit.

Di lantai dasar ada beberapa kelas dengan ruangan sempit, yang hanya cukup untuk lima orang saja. Sedangkan di lantai atas terdapat satu ruang UKS dan satu kelas dengan ruangan yang lumayan besar, ruangan tersebut juga dijadikan aula.

Awal Mulai Tahu Yayasan Ini

Banyak dari teman saya yang heran dan bertanya-tanya ketika suatu malam saya membagikan pesan Broadcast Message. Di pesan itu, saya meminta sumbangan kertas bekas. Mungkin mereka aneh kok minta kertas bekas, buat apa. Nanti saya jelaskan di bawah ya 🙂

Awalnya saya tau yayasan ini dari salah satu teman di kantor. Dia pernah memberikan donasi untuk yayasan ini melalui Pak Tatang, katanya Pak Tatang ini pernah di wawancarai salah satu radio makanya orang kantor saya bisa tahu tentang yayasan ini.

Selang beberapa hari setelah teman kantor saya memberikan donasi ke yayasan ini, Pak Tatang menelepon kembali ke teman saya itu. Beliau menanyakan apakah di kantor kami memiliki kertas bekas, beliau membutuhkan kertas bekas tersebut untuk anak-anak tuna netra yang belajar huruf braille. Kebetulan saat itu yayasan kehabisan kertas bekas untuk proses belajar.

Setelah mendapat telpon tersebut, kamipun berinisiatif untuk meminta bantuan teman-teman lain. Karena jika hanya mengandalkan kertas bekas di kantor kami tentu saja tidak akan banyak.

Seminggu berjalan, begitu banyak teman-teman yang antusias ikut mendonasikan kertas bekas, pakaian layak pakai, sembako dan juga uang untuk Yayasan Lara Adam Mulya. Sampai akhirnya kami bisa datang ke yayasan ini.

Mendengarkan Cerita Pak Tatang

Saat itu kami berbincang banyak hal dengan Pak Tatang dan beberapa pengurus Yayasan Lara Adam Mulia lainnya. Namun sangat disayangkan kami datang ke yayasan bertepatan dengan tanggal merah, jadi anak-anak yang bersekolah di sini sedang libur.

Di sini juga ada anak asuh yang tinggal di rumah Ibu Kokom. Ibu Kokom adalah istri dari alm Pak Ade, beliau selaku bendahara di yayasan ini. Hanya saja jarak rumah Ibu Kokom lumayan jauh dari yayasan, jadi kami tidak bisa menemui anak-anak itu.

Pak Tatang bercerita, pada awalnya orang tua yang mempunyai anak-anak spesial ini suka malu dan tidak mau jika anaknya belajar di yayasan ini. Mereka beranggapan untuk apa sekolah sedangkan anak normal saja banyak yang tidak melanjutkan sekolahnya. Hanya sekedar informasi, di sekitar yayasan ini memang masih banyak anak kurang mampu yang tidak melanjutkan sekolah. Jadi sangat wajar jika beranggapan seperti itu.

Namun dengan sabar Pak Tatang dan alm Pak Ade menjelaskan bahwa memiliki kekurangan itu jangan dijadikan beban atau bahkan malu. Jadikan itu anugrah dari Allah, buktinya Pak Tatang dan Pak Ade yang tidak bisa melihat tapi tetap bisa sekolah. Bahkan beliau melanjutkan pendidikan sampai sarjana.

Bukan hanya cerita itu saja, Pak Tatang juga bercerita ada orangtua yang menitipkan anaknya hanya disimpan saja dan tidak pernah ditengok. Seperti menitipkan benda mati, dititipkan kemudian tidak pernah dilihat lagi. Seakan tidak peduli dengan kondisinya akan seperti apa.

Pihak yayasan juga sempat menelepon orangtua murid tersebut untuk mengabarkan jika anaknya rindu, minta dikunjungi orangtuanya tapi sampai saat ini orangtua anak itu belum juga datang ke sini. Ya ampun mendengar cerita ini rasanya sakit sekali, kenapa ada orangtua yang tega sampai segininya dengan darah dagingnya sendiri 🙁

Menerima Donasi Kertas Bekas dan Lain-lain

Yayasan Lara Adam Mulia merupakan Yayasan swasta dan tidak mempunyai donatur tetap. Pihak yayasan juga tidak mematok uang sekolah anak-anak di sini, orangtua murid hanya membayar seiklasnya saja. Hal itu yang sering menghambat mereka dalam proses belajar, seperti saat ini yang kehabisan kertas.

Saat kehabisan kertas seperti saat ini, pihak yayasan sering bingung harus meminta kertas bekas ke mana. Selain itu, yayasan ini juga belum mempunyai komputer. Untuk mengurus proses administrasi atau proposal saja mereka harus ke warnet.

Pak Tatang bilang, jika akan ujian pihak yayasan akan mengajukan proposal ke dinas Kota Bandung untuk biaya kertas dan lain-lain. Namun sangat disayangkan, prosses pengajuannya membutuhkan waktu yang lama. Padahal mereka sngat membutuhkannya.

Setelah mengunjungi tempat ini, saya menjadi lebih bersyukur atas apa yang saya punya saat ini. Anggota tubuh yang sempurna, kehidupan yang saya jalanin dan pencapaian-pencapaian lain yang sudah saya raih. Rasanya sangat malu karena selama ini masih sering ngeluh ini itu 🙁

“Hidup itu indah jika kita menikmatinya dan selalu bersyukur dengan apa yang kita punya saat ini.”

Pesan Untuk Kalian

Sebelum menyudahi cerita ini, saya ingin memberikan pesan untuk kalian semua. Saya masih sering menemukan orang-orang, terutama yang kerja di kantor sering membuang-buang kertas.

Janganlah kalian membuang-buang kertas, cobalah berhemat kertas dan kalau bisa kalian kumpulkan kertas bekas tersebut. Kemudian sumbangkan ke Yayasan Lara Adam Mulia. Pihak yayasan akan dengan senang hati menerika kertas bekas dari kalian.

pak tatang dan pengurus yayasan lara adam mulia - Diantin.com
Pak Tatang dan Pengurus Yayasan Lara Adam Mulia

Saya berterima kasih kepada Pak Tatang dan semua pengurus Yayasan Lara Adam Mulia untuk pelajaran luar biasanya. Terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah menyumbangkan kertas bekas, uang dan lain-lain. Untuk kalian yang mau tahu tentang Yayasan Lara Adam Mulia bisa cek   di sini.

Salam dari Pak Tatang dan Pengurus yayasan untuk kalian semua 🙂

34 thoughts on “Yayasan Lara Adam Mulia, Wujud Cinta Pak Tatang Pada Anak SLB ABCD

  1. Mbak saya pertama tahu Pak Tatang dari twitter @AJenglish kemudian bisa sampai ke blog ini. Mbak bisa email kontak pak Tatang tidak ya? Terima kasiih

  2. Salut sama pak Tatang yang punya kontinuitas dan kesabaran dalam membimbing murid2nya. Semoga selalu sabar dan ikhlas ya pak tatang InsyaAllah rezekinya ngalir terus aamiin

  3. kebetulan rumahku dekat dengan sekolah SLB mereka suka main-main di depan rumah.. gatau kenapa kalo liat mereka itu air mata menetes dewe.. kadang keinget sepupu juga yang ds .. speechless 🙁

  4. Mbak, yayasannya ini kayak semacam pondok gitu ya? Jadi anak-anaknya tinggal di sana?
    Ya allah, saat baca bagian anak yang tidak dijenguk aku berasa kesel banget. Darah dagingnya sendiri kok dibuang gitu aja, hatinya dibuat dari apa?

  5. Ya Allah saya nangis saat baca ada yg menitipkan anaknya tanpa ditengok sama sekali walaupun dah ditelp pak tatang. Duuuh ga tau diri banget sih tuh org. Mau enaknya aja. Ketika Allah kasih ujian punya anak seperti itu malah dibuang. Astaghfirullah. Semoga Allah bukakan mata dan pintu hati org2 spt itu. Alhamdulillah masih ada org macam pak tatang. Kalau nggak gimana nasib anak itu.

  6. Yuk kita terapkan dan dukung, sebab melalui kisah Pak Tatang ini, tentu menjadi renungan kita semua agar lebih perhatian dengan sekitar dan pastinya mensyukuri nikmat dari Tuhan.

  7. Ya Allah… saya sampai nangis baca yang bagian anak dititipin tapi kayak dibuang itu. Gimana lah perasaan anak tsb… Mulia banget Pak Tatang dan alm. Pak Ade ini. Semoga banyak berkah untuk mereka…

  8. Masyaa Allah mbak, moga makin bnyak donasi utk membantu yayasan ini. Saran mbak, mungkin bisa ditambahkan norek yayasan tersebut agar yang berada di luar daerah bisa ikut berdonasi utk yayasan tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *