FILM

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, Perempuan Harus Nonton!

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak adalah salah satu judul film yang saat ini sedang banyak dibicarakan. Pertama kali mendengar judul film ini saya sama sekali tidak tertarik untuk menonton. Jangankan untuk menonton filmnya, membaca judulnya saja sudah ngeri duluan. Iya iya saya memang secemen dan sepenakut ini -_-

Awalnya saya pikir film ini horor dan mengerikan karena ada kata pembunuh di judul filmnya. Namun, banyak teman yang sudah menonton dan mengatakan film ini bagus dan tidak mengerikan sama sekali.

Teman-teman saya bilang di film ini banyak memperlihatkan keindahan pemandangan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Jadi, selain menikmati alur cerita di film saya juga bisa menikmati keindahan alam Indonesia yang belum pernah dilihat secara langsung.

Baiklah saya mulai terhasut dan penasaran dengan film ini. Saya pun mencari trailernya di youtube dan memberanikan diri untuk menonton selepas kerja bersama teman-teman kantor.

marlina si pembunuh dalam empat babak - diantin
Poster Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak | Sumber foto: 21cineplex

Jika melihat poster film di atas, apa yang terlintas dipikiran kalian? saya sendiri melihat sosok perempuan dengan guratan wajah tegas yang menandakan ketangguhan dan pemberani. Guratan di wajah Marsha Timothi begitu terlihat jelas menunjukan kekuatannya sebagai perempuan.

Oh ya, Film ini juga disutradarai oleh Mouly Surya. Sedangkan untuk lamanya film ini kira-kira berdurasi 93 menit yang dibagi menjadi 4 babak.

Babak 1 : Perampokan

Babak pertama film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak dimulai ketika Marlina (Marsha Timothy) yang kedatangan tujuh perampok di rumahnya. Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina. Tidak tanggung-tanggung, para perampok tersebut melakukan itu semua di hadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi dan duduk di pojok ruangan.

Awalnya saya kira yang duduk di pojokan itu hanya patung, eh ternyata itu mumi suaminya Marlina yang sudah lama meninggal. Mayat suaminya tidak dikuburkan karena keterbatasan biaya. Jadi Marlina memakaikan sarung dan kupluk pada mayat suaminya tersebut, kemudian di dudukan di pojok rumahnya.

Apakah perampok tersebut berhasil mengambil harta dan kehormatan marlina? Tentu saja mereka berhasil mengambil semua hewan ternak yang dimiliki Marlina dan membawanya menggunakan truk. Setelah itu Marlina membunuh mereka satu per satu melalui makanan yang disajikannya.

Sayangnya, bos perampok tersebut tidak terbunuh karena tidak memakan makanan yang telah disajikan oleh Marlina. Akhirnya bos perampok berhasil melecehkan Marlina tapi ia berhasil mempertahankan harga dirinya dan membunuh orang tersebut.

Babak 2 : Perjalanan

Babak kedua film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak berlanjut, kali ini judulnya perjalanan.

Setelah membunuh perampok-perampok tersebut dan memenggal kepala bos perampok, keesokan harinya Marlina menuju ke kantor polisi. Dalam perjalanan demi mencari keadilan, Marlina membawa kepala dari bos perampok, Markus (Egi Fedly) yang ia penggal.

Marlina kemudian bertemu Novi (Dea Panendra), yang menunggu kelahiran bayinya dan Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus kembali. Markus yang tak berkepala juga berjalan menguntit Marlina sambil memainkan musik tradisional Sumba dengan gitar kecil yang selalu dibawanya.

Babak 3 : Pengakuan Dosa

Babak ketiga film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak Marlina mulai mengakui dosanya. Marlina menceritakan semua yang ia alami ke polisi tapi apa yang ia dapat? Sungguh membuat sakit hati saya melihatnya.

Jadi, di babak ini ada adegan saat Marlina melapor ke kantor polisi. Namun ia tidak dilayani karena para petugas polisi bermain tenis meja, ia pun menunggu dengan sabar. Jujur saja saya kesal melihat adegan ini. Beginikah pelayan aparat di pedesaan?

Sungguh miris memang, padahal untuk menuju kantor polisi Marlina harus berjalan sangat jauh dan berjuang menghindari kejaran dua orang perampok yang selamat. Namun apa yang didapat? polisi tidak bisa melakukan apa-apa, hanya mencatat cerita korban saja. Adegan ini sungguh-sungguh membuat kesal saya.

Babak 4 : Kelahiran

Babak terakhir dari film ini membuat Marlina terpaksa kembali ke rumahnya demi menyelamatkan Novi. Franz marah karena bosnya telah dibunuh oleh Marlina, ia hendak balas dendam. Ia mencari Marlina ke man-mana tapi tidak menemukannya, akhirnya ia pun menyekap Novi di rumah Marlina sebagai umpan.

Ketika sampai di rumahnya, lagi-lagi Marlina dilecehkan oleh Franz. Pelecehan Franz ke Marlina membuat Novi memberanikan diri untuk memenggal kepala Franz demi menyelamatkan Marlina. Duh ada adegan penggal-penggalan lagi di babak terakhir ini.

***

Rasanya sangat wajar jika film ini mendapatkan banyak penghargaan. Jika diprehatikan, banyak pesan dan kritikan halus yang diselipkan di film ini.

Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak bukan hanya memperlihatkan keindahan Indonesia, susahnya moda transfortasi di pedalaman Indonesia dan buruknya pelayanan publik yang diberikan oleh pejabat setempat. Film ini juga memberikan energi baru untuk perempuan-perempuan Indonesia agar bisa setangguh sosok Marlina.

Kenapa perempuan harus nonton? Karena di film ini menunjukan kekuatan perempuan untuk mempertahankan kehormatannya dan ketangguhan melawan kekeransan laki-laki.

Selamat menonton film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak 🙂

2 thoughts on “Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, Perempuan Harus Nonton!

  1. Markus yang tak berkepala juga berjalan menguntit Marlina sambil bermain gitar tradisional Sumba –> ini maksudnya gmn? Sampe skr aku blm nntn jugaa. Nunggu tayang di tv aja deh haha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *