STORY

Pengalaman Seru Bekerja di Perusahaan Freight Forwarding

Bulan ini tepat 7 tahun sudah saya bekerja di perusahaan Freight Forwarding. Banyak suka duka dan pengalaman-pengalaman baru yang saya dapat selama bekerja di sini.

Dalam kurun waktu yang tak sebentar ini, sering kali saya mengalami jenuh dengan pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun. Namun, banyak juga pengalaman-pengalaman baru yang saya syukuri karena bekerja di sini.

Memang hidup tak selalu enak kan ya, apalagi yang namanya manusia selalu merasa kurang. Intinya saya harus banyak bersyukur atas pekerjaan yang sekarang dijalani.

Oh ya, untuk yang belum tahu apa itu perusahaan Freight Forwarding saya kasih tahu sedikit ya. Jadi, perusahaan Freight Forwarding adalah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang keagenan, tugasnya mengurusi pengiriman dan penerimaan barang Ekspor dan Impor.

Di tahun ke-7 ini saya ingin mengenang dan berbagi cerita beberapa pengalaman seru bekerja di perusahaan Freight Forwarding.

1. Sedikit Tahu Tentang Ekspor dan Impor

Bekerja di perusahaan Freight Forwarding sebagai staff dokumen ekspor, membuat saya lebih mengenal birokrasi dan apa saja yang harus disiapkan ketika akan mengirim barang ke luar negeri.

Saya mulai mengenal nama-nama negara dari yang familiar, sampai yang sama sekali baru saya dengar. Tak jarang saya berselancar di mesin pencarian google untuk mencari tahu negara yang dimaksud.

Bukan hanya itu, jika dulu saya sering melihat kontainer di jalan tol selalu terheran-heran dan penasaran apa isi di dalamnya. Sekarang, sayalah yang memesan kontainer tersebut ke shipping line.

kontainer dry - perusahaan freight forwarding - diantin.com
Kontainer Dry

Awalnya saya kira semua kontainer sama saja, nyatanya kontainer itu ada beberapa jenis dengan ukuran yang berbeda-beda. Kontainer dengan cat berwarna dan ada lengkungan garis di pinggirnya berarti kontainer dry, sedangkan kontainer berwarna putih dengan pinggir rata dan ada pengatur suhu di atasnya berarti kontainer reefer. Ukurannya pun berbeda, ada yang 20feet, 40feet, 40feet High Cube, dan lain-lain.

Saya juga mulai memahami susahnya birokrasi dalam membuat beberapa dokumen untuk proses ekspor. Mulai dari syarat yang ribet, sampai sistem yang selalu berubah-ubah membuat saya harus belajar lagi dan lagi.

Selama 7 tahun ini sama sekali tak berjalan semulus jalan tol, saya pernah beberapa kali melakukan kesalahan. Sering juga menghadapi beberapa dokumen yang rumit, kalau sudah seperti itu duh rasanya ingin kabur saja. Namun harus diingat, masalah nggak akan selesai dengan melarikan diri, hadapi saja dan petik pelajarannya.

Kalau sekarang ditanya, masih sering ngalamin masalah-masalah nggak sih? Tentu saja, karena masalahnya akan beda-beda kasus. Mau selama apa bekerja di perusahaan yang sama, yang namanya masalah akan selalu ada dan kuncinya cuma hadapi dan selesaikan saja sampai selesai.

2. Melihat Pelabuhan Cargo Secara Langsung

Tidak sembarangan orang bisa masuk ke pelabuhan cargo, apalagi diajak berkeliling melihat secara langsung tumpukan kontainer dan kapal yang sedang sandar.

tumpukan kontainer - perusahaan freight forwarding - diantin.com
Tumpukan kontainer

Menurut operasional di kantor, dia saja yang sering mengurus dokumen ekspor di lapangan tidak bisa sembarangan ke area pelabuhannya. Akses mereka hanya sampai di kantor pelayanan dan mengurus pembayaran saja, diperbolehkan masuk area penumpukan kontainer jika terjadi masalah dengan kontainer kita.

Untuk masuk area pelabuhan memang tidaklah mudah, karena ini termasuk area yang berbahaya. Banyak truck besar yang hilir mudik mengambil dan mengantarkan kontainer, belum lagi crane besar-besar yang siap menurunkan dan mengangkat kontainer ke kapal.

Sayangnya, ketika saya berkesempatan berkunjung ke salah satu pelabuhan yang ada di Tanjung Priok tidak ada proses bongkar muat. Jadi saya hanya berkeliling area pelabuhan, dan sesekali berhenti melihat fasilitas yang ada sambil mendengarkan penjelasan perwakilan pelabuhan yang memandu.

kontainer reefer dicolok di pelabuhan - diantin.com
Kontainer reefer harus dicolok di pelabuhan

Cerita lengkap saya berkunjung ke salah satu pelabuhan cargo di Tanjung Priok sudah saya ulas di postingan β€œNPCT1, Terminal Peti Kemas yang Berkonsep Green Terminal”, silakan mampir πŸ™‚

3. Berkunjung ke Pabrik dan Melihat Proses Produksi

Hal lain yang saya suka bekerja di perusahaan Freight ForwardingΒ adalah bisa berkunjung ke pabrik-pabrik. Secara nggak sengaja saya bisa kerja sekaligus jalan-jalan.
Seperti bulan lalu, saya keliling mulai dari Tegal, Pekalongan, Semarang, Solo, Magelang, Cilacap, dan Kuningan untuk melihat proses produksi dan muat barang ke kontainer.

perusahaan freight forwarding - diantin.com
Proses stuffing sweet potato powder menggunakan kontainer dry

Beberapa produk yang sering diekspor menggunakan jasa kantor saya adalah ubi dan udang. Berbagai macam ubi dan udang dengan kualitas terbaik diproduksi dan diolah menjadi beberapa produk.

Saya baru tahu jika selama ini Indonesia banyak ekspor ubi ke luar negeri. Bayangkan, ada 2 pabrik besar di Cirebon dan Kuningan yang hampir setiap minggunya rutin ekspor ubi ke Korea dan Jepang. Dalam satu bulan ada berapa kontainer yang dikirim ke luar negeri? Itu hanya dari pabrik yang saya tahu, pasti masih banyak pabrik-pabrik lain yang mengolah ubi juga.

Kalian pasti tahu PT. ASI Pudjiastuti Marine Products, Salah satu produsen yang mengolah dan mengirim hasil laut ke luar negeri. Ya betul, perusahaan ini milik Ibu Susi Pudjiastuti. Saya sempat beberapa kali mengurus ekspornya, mereka biasanya mengirim Frozen Cultivate Shrimp ke Jepang.

Waktu itu, ketika Ibu Susi dilantik menjadi menteri di kantor heboh, apalagi Pak Bos dan pegawai yang sudah lama bekerja di sini karena mereka pernah mengenal Bu Susi secara langsung. Saya pun merasa bangga pernah beberapa kali mengurus dokumen ekspornya, padahal nggak berhubungan secara langsung. Senang memang sesederhana itu πŸ˜€

Waktu bulan lalu saya ke Cilacap, saya berkesempatan melihat langsung proses produksi frozen shrimp. Saya bergitu takjub ketika melihat prosesnya, mulai dari udang dipilah, dikupas, dibuang benang hitamnya, sampai bersih, dipisahkan sesuai dengan ukurannya, sampai di-packing rapih.

Pegawai di sini sudah sangat ahli, mengupas dengan sangat cepat, menarik benang hitam tanpa merusak udangnya sedikitpun, dan memilah udang berdasarkan ukurannya.

Kebersihan di ruang produksi juga sangat dijaga, tidak diperbolehkan menggunakan perhiasan, membawa alat komunikasi, bahkan tidak diperbolehkan memakai kacamata. Kebayang dong Antin dengan minus 2 nggak pakai kacamata, iya burem nggak bisa lihat jelas tapi penasaran yaudahlah masuk saja.

Sebelum masuk ke ruang produksi saya diberi sepatu boots, diberi baju khusus beserta masker dan penutup rambut. Kemudian saya cuci tangan menggunakan sabun, dan cuci tangan juga di beberapa baskom kecil yang diberi cairan khusus. Setelah melalui proses panjang itu, barulah saya bisa masuk ruangan produksi.

Ternyata, di setiap sudut ruangan juga disediakan tempat untuk cuci tangan dan kaki. Jadi, setiap dari satu ruangan akan masuk ke ruangan lain diwajibkan untuk cuci tangan. Apalagi jika dari ruang proses pertama, selain mencuci tangan diwajibkan juga untuk membilas sepatu boots yang digunakan dengan masuk ke baskom yang disediakan.

Ketika saya tanya, katanya tempat pertama (pengupasan udang) itu kotor jadi wajib bersih ketika masuk ke ruangan selanjutnya. Bahkan ada pegawai khusus yang menjaga tempat cuci tangan dan kaki ini. semua pegawai juga harus bersih-bersih setiap 30 menit sekali, dan peralatan yang digunakan juga dibersihkan setiap pergantian shift. Semua kebersihannya memang sangat dijaga dengan baik.

Pegawai di sini dibagi berdasarkan keahliannya, dan setiap bagian diawasi oleh satu orang yang mengotrol pekerjaan mereka. Udang harus disimpan di atas tumpukan es, air yang digunakan juga harus dingin. Semuanya begitu menakjubkan, saya merasa beruntung bisa melihat semua ini walaupun tak bisa mengabadikannya dalam kamera.

Selain pernah melihat produksi udang, saya juga pernah melihat proses produksi ubi dan melihat proses stuffing. Untuk yang belum tahu, stuffing adalah proses muat barang ke kontainer yang disusun rapih agar barang tidak rusak selama perjalanan.

proses stuffing - perusahaan freight forwarding - diantin.com
Proses stufing frozen sweet potato menggunakan kontainer reefer

Itulah pengalaman seru saya setelah bekerja selama 7 tahun di perusahaan Freight Forwarding,Β sebenarnya masih banyak lagi hal yang ingin saya ceritakan tapi nanti kalian bosan. Mungkin akan saya ceritakan di tulisan lainnya.

Kalau kalian punya cerita seru yang tak terlupakan selama bekerja, yuk berbagi cerita di kolom komentar. Saya tunggu cerita seru kalian πŸ™‚

 

57 thoughts on “Pengalaman Seru Bekerja di Perusahaan Freight Forwarding

  1. Aku baru tahu jika ada kontainer yang dipakai berbeda-beda. Kirain semuanya sama saja πŸ˜€

    Kalau pengalamanku yang berhubungan dengan kerjaan adalah beberapa kali pergi ke luar pulau untuk urusan kerjaan. Sama kayak mbak antin. Kerja sambil jalan-jalan πŸ˜€

  2. kebetulan aku pun bekerja di tempat dengan bidang yang sama kayak kak Antin, cuma perusahaan tempatku kerja pake vendor kak.
    menghadapi masalah baru memang benar kak, ada ajah setiap hari nya. tapi senengnya bisa sekalian belajar ilmu baru sih, kendalanya paling suka kesel sendiri sama beacukai misalnya kalo biasa kirim barang padahal itu cuma buat sample pake dokumen biasa. ini tiba2 barang ditahan tanpa dikasih tau dan suruh ngelampirin dokumen2 baru. jadi harus kasih tau lagi ke customer, alhasil jadi lama di pengirimannya doang. seharusnya bisa nyampe tepat waktu, ya jadi delay dehh

    terutama untuk pengiriman kopi dan kayu yang cuma beratnya gak nyampe 50 kg.. heheh

    1. Kopi sama kayu memang ribet perizinannya kak.
      Aku tahu banget itu gimana rasanya mau kirim sample yang murah dan dikit tapi biayanya mahal, belum lagi ribet dokumennya. Aku malah pernah sample di China nggak bisa keluar karena dokumen kurang dan shipper di sini nggak info kalau butuh dokumen itu, dan biaya penghancurannya malah lebih mahal dari biaya samplenya πŸ™

  3. Wahhh keren banget kak bisa ngeliat dari dekat kontainer kontainer yang besar besar itu. Aku juga selalu penasaran tiap ngeliat kontainer yang bertumpuk tumpuk, gimana ya rasanya bisa dekat dan ngeliat langsung. Kak Antin beruntung udah bisa ngeliat langsung dari dekat. Hebat

    1. Ups… baru tahu saya seseru itu bekerja di dunia freight forwarded. Padahal aki saya punya perusahaan serupa, tapi tak pernah cerita hal tersebut. Menarik ya kak, bisa belajar langsung seluk beluk export import. Terus terus kak Antin

  4. Seru banget mbak bisa lihat cargo yang gede-gede gitu, pengalaman kerja yang paling menyenangkan kalau aku pernah masuk ke pabrik Kimia Farma lagi audit dan melihat semua proses pembuatan obat pakai penutup tubuh yang full gitu hehe.

  5. 7 tahun mengurusi ekspor pasti ada banyak suka dan duka ya kak Antin, selalu salut sama orang yg kerja nya lama di tempat kerjanya maksudnya gak sebentar-bentar pindah tempat kerja. Btw kantorku kan bidang penjualan IT, sama tuh paling seneng juga kalo lg dpt dinas jalan2 sambil kerja. Bedanya kalo kak Antin ke pabrik produksi nya, kalo aku ketemu user jualan produk IT nyaa hehe

  6. Menyenangkan sekali yah. Bisa melihat prosesnya seperti apa sampai bisa diekspor. Dan baru tau akutuh kl kontainer itu beda2. Perasaan kotak2 gitu aja
    Semoga nanti makin banyak pengalaman lain yang dibagikan yah #sahabatpaud akuh. Menikmati pekerjaan dengan hati riang

  7. Containernya Pinky beudh, kantor ku baru masuk barang nih pake container yang 40feet.. Bener banget masalah pasti tetep ada walau udah lawas bekerja ampe tahun2an. Justru dengan adanya masalah nambah lagi pengalamannya. Cemungudhhhh

  8. Tin dokumennya ngurus kemana? Hahah.. jangan2 ke kantorku lagi.. soalnya kantorku ada bagian ngurusin dokumen ekspor impor gituu.. tapi bukan bagianku siih.. ahhaha..
    Seru ya.. aku sejak kerja dan sering monitoring barang ekspor jadi paham kalo kontainer tuh ada banyak jenis.. apalagi yang muat barangnya sampe eropa.. beberapa barang harus diberi perlakuan khusus biar nggak rusak dalam perjalanan.

    1. Ada yang ke perdagangan, ada yang ke karantina, ada yang ke pelayaran, tergantung dokumen yang dbutuhkannya len. Itulah pentingnya memilih jenis dan kondisi kontainer yang bagus biar barangnya nggak rusak.

  9. Kayaknya pengalaman kerjanyaa seru y mba bisa liat proses masukin barang ke kontainer juga .dan yang paling seneng jalan2 ke luar kota jadi punya pengalaman jalan 2 ke bnyak kota y mba

  10. Wah ternyata itu yang disebut freight forwarding. Jadi paham tentang perusahaan ini. Udah lama juga ya mbak kerja di sana. Wawasannya pasti luas ttg perusahaan yang sering ekspor impor produk. Makasih udah sharing mba 😁
    .

  11. Mbak Antin kerennya ih bisa bekerja begitu lama di satu tempat kerja. Seru pasti ya bekerja di perusahaan itu sampai betah. Selain nambah pengalaman, pasti dapat banyak ilmu juga di sana. Apalagi bisa melihat secara langsung ke perusahaan tertentu yang jadi klien. Baca tulisan ini saya kok jadi ikutan senang juga ya

  12. …dan antin menjadi seseorang yang aku tanya2 tentang impor karena relate sama kerjaan aku hahahaha.
    Btw antin lama jg ya kerja udah 7 tahun, kerja sambil kuliah berarti yaa. Kereen…

    Setuju tin, masalah itu harus dihadapi dan diselesaikan mau seberapa besar keinginan untuk kabur

  13. Wow seruuu kak, pengalamannya kerjanya. Banyak ilmu yang bisa di dapat dan banyak ketemu orang baru.

    Aku sempat belajar sedikit di kantor lama, mengenai forwarding tapi tidak sampai ke lapangan kak. Karena hanya sebatas finance saja.

  14. Waduw, seru banget yaa pengalaman kerjanya. Tapi sepertinya masih banyak hal seru lainnya. Jangan pelit” dong ceritakan semuanya. Hehe.

    Mungkin kamu bisa buka perusahaan mana yang paling sering telat bayar jasa perusahaanmu 🀣

  15. Perusahaan freight forwarding saat ini semakin banyak, persaingan di jasa ekspedisi semakin ketat.
    Beberapa pegawai perusahaan ekspedisi resign dan akhirnya mendirikan usaha sejenis.

  16. Seru ya bisa kerja sambil jalan jalan dan mengetahui hal hal baru. Walau menghadapi masalah tetapi pekerjaannya dinamis tidak statis.

    Dokumentasi untuk eksport import ribetnya di legalitas. Kalau antin ngurus distribusinya lebih fokus ke mautnya. Aku baru mulai kerja di perusahaan logistik yang tawarkan jasa ngurus dokumen, nyariin kapal dan alat untuk pick up dan delivery dari origin maupun destination. Kalau udah ngomong freight forwading. Biaya yg muncul jelimet dan unpredictable. Ga bisa disamakan antara pengiriman yang satu dengan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *