TRAVEL

Liburan Mendadak ke Taman Mini Indonesia Indah

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat liburan yang ada di Jakarta ini, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saya rasa hampir semua orang indonesia pasti tahu tempat ini. Baik yang sudah pernah datang langsung atau yang hanya tahu dari televisi saja.

Saya sendiri belum pernah ke Taman Mini Indonesia Indah, padahal saya sudah tinggal di Jakarta sejak SMP. Alasannya cuma satu, saya malas. Yap malas karena TMII itu luas, dari satu tempat ke tempat lain juga lumayan. Jadi langsung kebayang kalau nggak bawa kendaraan sendiri pasti repot dan lelah.

Sampai suatu hari, adik kelas semasa SMP menghubungi dan mengajak saya ke Taman Mini Indonesia Indah. Dia dapat tiket gratis dari Tantenya tapi tiketnya berlaku sampai 01 September 2013.

“Hah? 01 September? Hari ini dong, fi?”, tanya saya.

“Iya, Kak. Aku lupa terus baru liat tiketnya lagi”, jawabnya.

“Emang masih keburu? sekarang kan sudah jam 2 siang”, tanya saya.

“Nggak apa-apa, Kak. Coba dulu yuk”, ajak dia.

“Oke boleh, siap-siap dulu ya”, jawab saya.

Adik kelas saya itu memang rese ya, mendadak sekali ngajaknya kalau sehari sebelumnya kan bisa pergi dari pagi dan bisa menjelajah semua wahana.

Menuju Taman Mini Indonesia Indah

Saya pun rapih-rapih dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, dan langsung ke rumah dia. Sampai rumah dia, kami pun langsung bergegas ke Taman Mini Indonesia Indah dengan berbekal cemilan seadanya dan tiket gratis.

Jarak Tendean ke Taman Mini Indonesia Indah lumayan jauh, terus kami bingung naik apa ke sananya. Kami pun memutuskan naik Kopaja 57 jurusan Blok M – Kp. Rambutan dan turun di Cililitan.

Sampai di Cililitan kami nanya ke orang sekitar harus naik angkot nomor berapa. Setelah itu kami lanjut naik angkot yang saya lupa nomornya.

Waktu itu lumayan macet, kami pun sampai di TMII sekitar pukul 16.00 wib.

Drama Liburan Mendadak

Tiket yang kami punya ternyata bukan hanya gratis masuk Taman Mini Indonesia Indah saja tapi gratis masuk Snow Bay, Museum Air Tawar, Kereta Gantung dan juga Keong Mas.

Karena hari sudah sore, kami pun bingung akan ke mana dulu. Nggak mungkin ke Snow Bay juga soalnya kami tidak membawa baju ganti.

Kami berjalan sambil sesekali melihat papan petunjuk, rencananya kami akan langsung ke Museum Air Tawar saja. Melewati Snow Bay, Anjungan Daerah, dan Istana Anak-Anak tapi tak kunjung menemukan Museum Air Tawar.

Kaki mulai pegal, keringat mulai bercucuran dan muka pun sudah kucel. Sesekali kami mampir ke anjungan yang kami lewati untuk mengambil foto sekalian beristirahat sejenak.

taman mini indonesia indah 1 - diantin.com
Mampir di Anjungan Bali

Di TMII ada 33 Anjungan Daerah yang dibangun berderet mengelilingi danau Miniatur Arsipel Indonesia, melambangkan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Tiap provinsi menampilkan sekurangnya tiga bentuk rumah adat khas daerah, berada di satu kawasan yang disediakan untuk provinsi bersangkutan

Bentuk rumah adat dibuat sesuai dengan bangunan asli, baik ukuran, bentuk atap, ragam hias, susunan ruangan, bentuk jendela, tangga, dan detail lainnya. Bahkan ada yang langsung dipindahkan dari daerahnya, seperti rumah Aceh Cut Meutia yang langsung dibawa dari Nangroe Aceh Darusallam.

Anjungan Daerah dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai rumah adat berbagai suku bangsa di Indonesia kepada masyarakat luas, terutama generasi muda yang mungkin tidak sempat lagi melihat rumah adat di daerah asalnya.

Bangunan dan rumah adat sekaligus digunakan sebagai tempat pameran dan peragaan berbagai benda sejarah, pakaian adat, peralatan kesenian, hasil kerajinan, dan benda-benda budaya lain yang merupakan warisan bangsa yang tak ternilai harganya.

Museum Air Tawar TMII

Ketika hampir putus asa karena capek berjalan, kami melihat tulisan “Museum Air Tawar”. Akhirnya sudah dekat dengan tempat yang kami cari dari tadi.

Kami pun masuk dan petugas yang menjaga pintu masuk mensobek tiket kami. begitu masuk suasana di dalam ternyata tempatnya biasa saja. Koleksi ikan yang ada di sini juga sepertinya tidak terlalu lengkap, hanya ada beberapa jenis ikan yang dipajang di aquarium kecil.

Mendengar gemericik air membuat kami tertarik untuk melihatnya, kami pun mencari dari mana asal air itu. Ternyata di lantai 2 museum ini terdapat air terjun kecil, suara gemericik air itu berasal dari sini. Namun nggak ada yang spesial dari tempat ini, akhirnya kami bergegas keluar.

Ketika di luar kami melihat tulisan Museum Serangga. Museum Air Tawar bersebelahan dengan Museum Serangga, sayangnya di tiket yang kami punya tidak ada tiket Museum Serangga.

Keong Mas atau Kereta Gantung

Hari semakin sore, kami melanjutkan perjalanan sambil sesekali berfoto-foto. Rencananya kami mau ke Keong Mas, dari Museum Air Tawar hanya perlu berjalan lurus saja.

Berjalan kaki cukup jauh membuat kaki saya lecet, kami pun mampir ke tempat penjual oleh-oleh. Kami melihat-lihat dan saya membeli sandal jepit, sedangkan Fia membeli tas. Saya berganti alas kaki dengan sandal jepit dan melanjutnya perjalanan.

Ternyata oh ternya di Keong Mas itu pemutaran filmnya setiap hari dibagi beberapa waktu pada jam-jam tertentu. Ketika sampai di depan Keong Mas, kami melihat jadwal film di papan sebelum masuk.

Film hari ini baru saja berakhir, sungguh sayang sekali kami tidak datang lebih dulu ke Keong Mas untuk menonton film yang sedang tayang hari ini. Tiket masuk Keong Mas ternyata lumayan mahal, sayang sekali tiket kami tidak terpakai.

Untuk mengobati kekecewaan, kami hanya bisa berfoto-foto saja di depan Keong Masnya.

taman mini indonesia indah 2 - diantin.com
Nggak bisa masuk, cuma bisa foto di depan 🙁

Dari Keong Mas, kami berlanjut mencari Kereta Gantung dan berharap belum tutup juga mengingat ini sudah mau pukul 18.00 wib. Lokasi Kereta Gantung tidak jauh dari Keong Mas, lebih tepatnya berdepanan.

Alhamdulillahnya Kereta Gantung belum tutup, hanya saja kami harus antri cukup panjang.

Kira-kira pukul 19.00 wib kami mendapat giliran untuk naik. Ini pertama kalinya pula saya naik Kereta Gantung, sebagai orang penakut saya pun deg-degan apalagi ketika terjadi gerakan yang bikin kaget.

Berharap melihat pemandangan Taman Mini Indonesia Indah dari ketinggian, nyatanya yang kami lihat hanya lampu-lampu saja. Bahkan di beberapa tempat hanya terlihat gelap.

Di atas ketinggian dan suasana yang gelap membuat kami sesekali berteriak-teriak. Saya yang penakut dengan ketinggian memang bisa dibilang nekat untuk nain wahana ini.

Turun dari wahana Kereta Gantung kami bergegas pulang karena hari semakin gelap, perjalanan kami sampai rumah juga cukup jauh. Walaupun hari ini sangat capek dan kaki sampai lecet, tapi kami senang.

Pertama kalinya saya ke Taman Mini Indonesia Indah ini sungguh dadakan, tapi cukup berkesan. Semoga di lain kesempatan bisa main ke TMII lagi, dan menjelajah tempat-tempat yang belum saya masuki.

Salam,

Antin Aprianti

6 thoughts on “Liburan Mendadak ke Taman Mini Indonesia Indah

  1. Taman Mini Indonesia Indah itu gede dan luas bangetttt
    yang kamu kunjungin ini baru di ring 1. masih ada 2 ring lagi.
    harus bertahap kalau mau jelajah Taman Mini hihihi

          1. iya.. sama.. aku juga.. belum hahaha.. 50% museum yang ada di Jakarta ada di Taman Mini hehehehe
            nanti, ikutan sma Klub Sejarah & Museum BPJ
            Rencananya mereka mau ke TMII 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *