TRAVEL

Kilas Balik 2017: Berlibur Bersama Keluarga di Darajat Pass Garut

Apa yang kalian renungkan atau pikirkan ketika masih suasana awal tahun seperti ini? resolusi baru atau mengulang resolusi tahun sebelum-belumnya? atau sudah membuat rencana akan melakukan apa saja tahun ini? Saya sendiri lebih suka merenungi dan mengingat-ingat apa yang sudah dilalui pada tahun sebelumnya. Seperti saat ini, tiba-tiba saja saya teringat kembali ketika berlibur bersama keluarga ke Kebun Binatang Cikembulan Garut dan ke Darajat Pass Garut tahun lalu.

Perjalanan Menuju Darajat Pass

Saat itu sekitar pukul 11.00 wib, saya dan keluarga selesai mengelilingiย Kebun Binatang Cikembulan Garut dan melanjutkan perjalanan ke Darajat Pass Garut.

Awalnya perjalanan kami lancar-lancar saja, tetapi ketika sudah mendekati area pintu masuk kawasan Darajat Pass Garut, kemacetan sudah mengular. Hampir berjam-jam kami terjebak macet, bahkan Mama saya sempat turun dan membeli buah-buahan di pinggir jalan. Mobil kami berjalan perlahan, sampai akhirnya mobil yang kami naiki tercium bau terbakar.

“Ini ko bau terbakar ya?”, Tanya Mama.

“Itu banyak motor yang mogok, kayanya kampas remnya panas. Biasa motor bebek dibawa nanjak terus macet-macet gini enggak kuat.” jawab saudara.

Kemudian saya melihat kiri kanan, dan benar saja banyak sekali motor yang mogok. Sepanjang jalan itu tiba-tiba menjadi bengkel dadakan.

Setelah beberapa lama mobil yang kami naiki jalan perlahan, ada orang di luar yang berteriak memberitahukan ada asap dari mobil kami dan bau terbakar itu semakin tajam. Ternyata kampas rem mobil kami panas dan mengeluarkan asap juga, dan seketika mobil tidak bisa dihidupkan. Panik? pasti karena jalanan sudah macet, ditambah macet dengan mogoknya mobil kami. Akhirnya kami semua turun, dan melanjutkan dengan berjalan kaki menuju pintu masuk Darajat Pass. Sedangkan saudara saya mengurus mobil yang mogok tersebut, yang akhirnya bisa hidup lagi. Saat itu, kami sudah cukup dekat jadi tidak perlu waktu lama, kami sudah sampai di pintu masuk.

Ini pelajar untuk saya beserta keluarga, jika akan berpergian sebaiknya kendaraan disiapkan dengan baik. Untuk kalian yang akan berlibur, jangan lupa untuk memeriksa kondisi kendaraan yang akan digunakan sebelum berlibur ya. Agar tidak terjadi hal seperti yang saya dan keluarga alami.

Drama Sebelum Masuk Kawasan Darajat Pass

Drama liburan keluarga saya belum usai, ketika saya membeli tiket pun terjadi drama kembali. Saya mengantri untuk membeli tiket masuk area Darajat Pass Garut, saat itu saya membeli 7 tiket. Harga tiket masuk kawasan Darajat Pass Garut Rp 30.000,- per orang.

Setelah tiket sudah di tangan, sayapun membagikan tiket ke yang lain sambil menunggu satu orang lagi yang sedang memarkirkan mobil. Drama liburan pun dimulai, ketika sodara yang memarkirkan mobil mendatangi saya beserta keluarga yang lain. Saya menyerahkan satu tiket ke sodara saya itu, dan ternyata dia udah beli tiket.

Ternyata untuk masuk ke area parkir diwajibkan membeli tiket terlebih dahulu, jadi dia sudah memegang tiket sendiri ketika bertemu kami. Terus ini beli tiket kelebihan satu dong, akhirnya sayapun menanyakan ke loket apakah tiketnya bisa dikembalikan karena satu orang telah membeli tiket di loket bawah. Ternyata ketentuannya tiket yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan, tidak rela uang melayang begitu saja, akhirnya saya pun memutuskan untuk menjual tiket ke Mas-mas yang sedang antri membeli tiket.

“Mas sudah membeli tiket?”, Tanyaku.

“Belum, Teh.” Jawabnya.

“Mas saya kelebihan beli tiket, mau bayarin satu tiketnya?”, Balasku. (mungkin Mas-nya berpikiran ini orang enggak ada malunya)

“Tapi saya bareng-bareng, Teh.” Jawabnya.

“Iya enggak apa-apa, Mas. Ini pake tiket sodara saya yang untuk satu orang”. Balasku. (masih memaksa, enggak mau rugi)

Akhirnya setelah obrolan di atas, Mas baik hati itu pun menyerah dan setuju untuk membeli kelebihan tiket tadi. Semoga Mas itu tidak terpaksa ya hehe

tiket-masuk-darajat-pass-garut
Tiket masuk Darajat Pass Water Park

Biaya masuk kawasan Darajat Pass Rp 30.000′- per orang ini, sudah dapat menikmati kolam renang air panas, berkeliling di kawasan Darajat Pass (tidak termasuk fasilitas outbound) dan gratis parkir. Selain itu, kita juga mendapatkan minuman teh kemasan gratis.

Sekilas Tentang Darajat Pass Garut

Buat kalian yang penasaran di mana Darajat Pass, Darajat Pass Garut itu secara administratif terletak di Jl. Darajat Km. 14 Kampung Bedeng Desa Karyamekar, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Darajat Pass Garut merupakan sebuah Objek Wisata Pemandian Air Panas, Taman Air, Rumah Makan, Out Bound dan Penginapan yang terletak di Garut Barat dengan jarak 25 KM dari Garut Kota, dengan nuansa pegunungan, Lingkungan Pertanian dan panorama alam yang indah.

waterpark darajat pass garut
Sumber Gambar : Google

Garut memang terkenal dengan cuaca yang sejuk dan pesona alam yang indah. Untuk itu, jika kalian berlibur ke Darajat Pass Garut, kalian akan merasa aman dan nyaman. Apalagi jika kalian berlibur dengan keluarga, Darajat Pass Garut sangat cocok sekali.

Fasilitas yang ada di Darajat Pass

Fasilitas yang ada di Darajat Pass Garut cukup lengkap. Selain pemandian air panas dan area out bound. Banyak juga penjual makanan, tempat duduk untuk bersantai, toilet, dan area parkir yang luas. Nah untuk kalian yang ingin menginap, di Darajat Pass Garut juga terdapat penginapan dengan beberapa tipe.

***

Baiklah kita kembali ke cerita saya beserta keluarga, setelah memasuki kawasan Darajat Pass Garut.

Jadi sebelum memasuki area pemandian air panas, kami menukarkan tiket masuk dengan minuman terlebih dahulu, kemudian mencari tempat duduk untuk menyimpan barang-barang yang kami bawa. Mama saya dan Kakaknya hanya duduk santai saja, sedangkan saya dengan sodara yang lain mencariย kolam renang yang aga sepi untuk berendam. Jangan tanya kenapa saya hanya berendam bukan berenang.

Di Waterpark Darajat Pass Garut ini terdapat beberapa kolam renang, ada satu kolam renang yang berada di bawah dengan kapasitas besar dan terdapat ember raksasa serta seluncuran. Kemudian di atas, terdapat beberapa kolam renang dengan ukuran sedang. Saya pun akhirnya memilih untuk berendam di kolam renang yang berada di atas, selain tidak terlalu ramai, saat itu air kolamnya pun tidak sekotor pemandian yang berada di bawah.

Gerimis yang semakin lama semakin deras, tidak membuat saya dengan beberapa anak kecil ini beranjak dari kolam pemandian. Berendam di sini sangat menyenangkan, karena airnya yang panas membuat saya enggan untuk beranjak. Ketika di dalam air saya merasakan kehangatan, tapi ketika mulai beranjak udara dingin sangat terasa apalagi ditambah dengan rintik hujan yang semakin deras.

Saatnya Kembali Pulang

Hari semakin sore, kami semua beranjak untuk bersih-bersih dan berganti pakaian. Ternyata di kamar mandi sudah banyak yang antri, lagi-lagi saya harus berkeliling mencari kamar mandi yang tidak terlalu ramai. Yap di Darajat Pass Garut memang terdapat banyak kamar mandinya, tetapi datang di saat libur begini hampir semua kamar mandi pun terisi penuh. Namun, betapa senangnya saya ketika tahu di kamar mandi ini airnya pun panas.

Sore di Garut memang sangat dingin, apalagi ketika keluar pemandian dinginnya semakin terasa. Kami pun mencari yang hangat-hangat dan memutuskan untuk memakan mie. Oh iya untuk kalian yang ingin berfoto, di sini juga banyak tukang foto yang menawarkan jasanya. Satu kali foto Rp. 20.000,- dan jadinya pun sangat cepat. Selesai makan dan berfoto bersama, kami segera ke area parkir karena hari semakin sore.

Senangnya bisa berlibur bersama keluarga seperti ini, tapi sangat disayangkan karena tidak banyak foto yang bisa kami ambil karena hujan dan kami semua terlalu menikmati bermain air.

Kalo kalian suka berlibur ke mana bersama keluarga? Yuk share di kolom komentar.

82 thoughts on “Kilas Balik 2017: Berlibur Bersama Keluarga di Darajat Pass Garut

  1. deg degan juga mah kalau di jalan keadaan kendaraan kita begitu.. pernah ngalamin ban bocor ditengah jalan juga..makanya bacanya jadi trauma..anyway tentang tempat liburan keluarga, sangat mengsyikkan jika bisa sama2 keluarga. semanagt ya mbak antin..

  2. Liburan keluarga yang seru ya kak Antin. Dengan satu catatan persiapan kendaraan kita juga ya Kak. Terimakasih kak Antin informasinya destinasi wisatanya, referensi yang cukup lengkap untuk saya ke sana kelak.

  3. Dari pertama baca kok ga ada foto sama keluarga sih. Pas baca sampe abis baru tau ohh hujan, pantesan ๐Ÿ˜‚. Biasanya kalo udah ujan jadi mager buat foto-foto. Tapi enaknya justru lebih menikmati momen kebersamaannya. Nice info Antin. Biasanya ke Garut pasti berurusan sama gunungnya hahaha, sekarang jadi punya referensi destinasi tambahan selain gunung, yaitu Darajat Pass.

    1. Kalo pergi sama keluarga cenderung sedikit foto, Kal. Kalo sama temen baru narsis, sedikit-dikit foto hehe ditambah hujan pula, yaudah jadi males keluarin HP.
      Yap harus coba sih ke Darajat Pass, berendam di air hangat dengan pemandangan pegunungan.

  4. Dari postingan antin jadi inget cerita ibu. katanya, waktu wisata kesini sama ibuยฒ pengajianya, nyebur ke kolam renang sampe semua orang heboh garaยฒ nyelemnya aga lama dan sempat dikira tenggelam, udah itu nongol lagi dengan santainya dan orangยฒ heboh lagi ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ..

  5. Itu macetnya ditanjakan atau gimana tin? Kok sampe keluar asep gitu? Dulu aku juga pernah ngalamin mobil berasap setelah dipake nanjak berkali-kali. Dan berasapnya pas ditanjakan yang tinggi, mobilnya gak kuat lagi sampe mogok juga. Syerem kalo inget.

  6. Garut!! Switzerland van Java!! Salah satu kota favoritku, karna kotanya sejuuukkk bgt ih.. dan pemandiannya air panasnya juga banyak.. aku dlu pas dines,hotelnya tuh deket kolam berendam umum, tapi konsepnya pribadi, aer panasnya ga abis2…

    Dan direkomendasiin sama org Garutnya Darajat Pass ini..howalah.. thx Antin, jd tau kan akhirnya gue..

  7. Alhmdulillah, g sampe kebamar mobilnya.
    Beberapa bulab lalu, diajakin kesini sama ortu, tapi g jd ikut. Jadi ortu jalan2 kesana tanpa anaknya.
    Iya sepertinya tempatnya pas tuk liburab breng keluarg

  8. Terima kasih share cerita liburannya, jadi bisa lebih mempersiapkan kendaraan dan tahu sebaiknya jangan ke puncak Drajat atau Drajat Pass ketika musim hujan..resiko tidak bisa puas bernarsis ria…

  9. Mobilnya capek kali yaa kaa, butuh istirahat mangkanya. Kaya pasangan yang capek pura-pura saling mengerti, mangkanya kudu pisah kalau udah ga cocok #ApaanSih hahahaha

  10. Eh bisa kebakar begitu ya kampas remnya? Kebanyakan ngerem gitu ya.. apasih malah salfok ama mobil..hahah..
    Kamu sabar sekali liburan pas tempatnya lagi rame.. kalo aku mah udah males deh nyebur2 soalnya PR lagi mandi2nya.. haha..

  11. Aku malah pernah ke Darajat Pass naik motor sama pacar, haha. Untungnya gak panas motornya dan lancar aja. Dingin luar biada tapi pemandangannya bagus. Aku nginep di penginapan depan Darajat Pass lgsg. Klo sama keluarga pernah trip ke Kaliurang Jogja, mungkin suatu saat nanti aku buat tulisannya.

  12. wah, wah, gara gara ini, aku juga mau mengenang masa-masa kapan deh, biar jadi tulisan juga Tin, heheheh, asik juga ya main air manja.

    Btw, pa kabar Tin, dah lama kita tak bersua…:))

  13. Kalau perjalanan jauh memang harus memastikan kondisi kendaraan kita prima, ya. Kan gak mau liburan tapi malah jadi musibah. Kalau liburan pas hari libur gitu pasti penuh dan sesak ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *