belajar-seo-dari-seo-enthusiast
STORY

Belajar SEO dari SEO Enthusiast di Kelas Growth Blogger

Posted on

Sejak blog ini TLD (Top Level Domain) dan memiliki hosting sendiri, saya suka mengulik diantin.com. Mulai dari mencari tema yang sesuai, merapihkan menu, kategori, dan widget blog. Lama-lama saya juga tertarik belajar SEO (Seach Engine Optimization), membaca GA (Google Analytic), dan membaca GSC (Google Search Console).

Untuk saya, mempelajari itu semua selalu menyenangkan. Bikin pening tapi bikin penasaran. Kalau sudah keasikan ngoprek-ngoprek malah suka lupa waktu. Ada yang begitu juga?

Seperti yang saya ceritakan di tulisan Alasan Menulis Blog dan Cerita Lahirnya Diantin.com, kalau saat ini saya sedang mengikuti Kelas Growth Blogger yang dipandu oleh Mas Irwin dan Mas Punto. Kelas yang sungguh berbeda dari kelas-kelas saya sebelumnya.

Di kelas ini saya sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis, tapi materi yang dibagikan benar-benar bermanfaat untuk kesehatan blog saya. Di kelas pertama langsung diberikan materi tentang belajar menulis dan editing blog, terus dikasih tugas menulis artikel yang harus selesai selama tiga hari dan harus bisa mendapatkan 20 komentar. Wow sesuatu sekali ya, adrenalin terpacu.

Di Kelas Growth Blogger saya juga mendapat ilmu baru tentang bagaimana cara membaca GA, GSC, teknik mencari kata kunci dan belajar SEO Onpage. Berasa paket komplit banget nggak sih kelas ini.

Jadi, di tulisan kali ini saya ingin membagi sedikit ilmu yang saya dapat dari Mas Bahrul Ilmi di Kelas Growth Blogger. Siapakah dia? Mas Bahrul Ilmi seorang blogger, content writer, dan seo enthusiast. Dia juga pembuat web dan artikel SEO friendly, nggak diragukan lagi dong ilmu yang dibagikan pasti bukan kaleng-kaleng.

Tahapan Belajar SEO

tahapan belajar seo untuk-pemula

1. Pahami Google Analytic

Sebelum belajar SEO, sebaiknya kita memahami google analytic blog untuk mengetahui postingan mana yang banyak dikunjungi berdasarkan data yang ada di google analytic.

Selain itu, di google analytic kita juga bisa memantau perkembangan traffic blog, melakukan evaluasi (konten, bounce rate, dan durasi), dan mengetahui sumber traffic (media, negara, perangkat yang digunakan).

Jadi singkatnya Google Analytics adalah tools milik google yang berisi data terkait traffic atau kunjungan di blog kita. Untuk itu kita perlu menyambungkan blog dengan google analytics agar pengunjung blog kita terdata.

Hayo blog kalian sudah terhubung dengan google analytic belum? Kalau saya sendiri sejak diantin.com lahir sudah menghubungkan google analytic dengan blog, hanya saja saya belum memanfaatkannya selain untuk melihat traffic.

Menu Google Analytics yang Harus Dipahami

Lanjut ke menu apa saja yang ada di google analytic. Jujur awalnya saya bingung bagaimana cara membaca dan apa saja fungsi menu-menu yang ada di google analytic, selama ini saya hanya membuka menu Behavior untuk melihat traffic pada artikel tertentu.

tampilan-google-analytic
Tampilan halaman utama google analytic

Jika melihat gambar di atas, kita bisa melihat data user, sessions, bounce rate, dan session duration dalam bentuk angka dan grafik. Ada yang sudah familiar dengan data-data tersebut?

Jadi, user adalah data jumlah orang yang sudah mengunjungi blog kita. Sessions adalah data jumlah orang yang membuka halaman blog, satu kunjungan dihitung satu sessions. Bounce Rate adalah data jumlah atau persentase orang yang meninggalkan blog kita setelah membuka satu halaman, namun tidak mengunjungi halaman lainnya. Sedangkan Session Duration adalah data waktu yang dihabiskan pengunjung di halaman blog kita.

Selain data di atas, masih ada beberapa menu yang harus dipahami fungsinya. Untuk memudahkan saya jabarkan sedikit fungsi dari menu-menu tersebut.

1. Realtime

Realtime adalah menu untuk mengetahui jumlah pegunjung aktif yang sedang membuka blog kita saat itu juga. Kalian bisa lihat di tampilan google analytic saya, data realtime masih nol. Artinya saat saya cek tidak ada pengunjung yang mampir di blog saya. Untuk melihat data lengkapnya bisa cek di overview.

2. Audience

Audience adalah menu untuk membantu kita mengetahui visitor atau pengunjung blog kita. Cara untuk melihat data tersebut bisa lihat di Overview. Di situ kita bisa melihat semua data terkait pengunjung blog. Seperti jumlah pengguna, pageviews, demografi pengguna (umur dan jenis kelamin), minat, letak geografis, perangkat yang digunakan, dan lain-lain.

3. Acquisition

Acquisition adalah menu yang membantu kita untuk mengetahui data seputar traffic yang didapatkan. Untuk melihat rangkuman data traffic, bisa cek di overview atau pilih menu yang ingin kita lihat, maka data yang dibutuhkan akan terlihat.

4. Behavior

Behavior adalah menu yang paling sering saya gunakan untuk melihat traffic atau jumlah pengunjung pada artikel tertentu. Biasanya saya melihat ringkasan data umum di overview dan melihat pageviews pada halaman tertentu pada site content.

2. Pahami Google Search Console

Belajar SEO memang tak mudah, selain harus belajar tentang google analytic, kita juga harus belajar tentang google search console.

Google search console adalah tools dari google yang bisa membantu kita untuk memaksimalkan artikel atau blog di hasil pencarian google. Sama seperti google analytic, untuk melihat data google search console kita harus menambahkan blog kita ke google search console.

Jadi kalau kalian sudah menghubungkan google analytic dengan blog, jangan lupa menambahkan blog kalian ke google search console juga ya. Karena ini penting dan saling berkaitan.

tampilan-halaman-utama-google-search-console
Tampilan halaman utama google search console

Kalian bisa melihat data terkait perkembangan blog secara umum di Overview seperti gambar di atas.

Salah satu menu di google search console yang sering saya gunakan adalah URL inspection dan removals. URL inspection ini berguna untuk mengecek indexing artikel kita di hasil pencarian google, atau bisa juga untuk memaksa bot google meng-indeks artikel kita lebih cepat.

Kalau removals saya gunakan untuk menghapus link artikel yang rusak. Maklum akhir tahun 2019 diantin.com kena malware dan disisipi banyak script aneh, alhasil banyak link aneh yang harus dibasmi.

Saya jadi ingat, salah satu yang membuat saya sadar kalau blog ini disisipi malware karena ada email dari google search console. Di email itu diberitahukan bahwa ada email baru yang ditambahkan sebagai owner. Kebayang nggak sih kalau blog ini belum terhubung dengan google search console, mungkin saya nggak akan cepat sadar kalau blog ini disisipi malware.

Balik ke menu yang ada di google search console. Salah satu yang sering dilupakan oleh blogger adalah mengatur sitemaps, padahal dengan membuat sitempas merupakan salah satu cara untuk membantu bot google mengenali konten dalam blog kita. Menggunakan sitempas yang benar juga akan membantu halaman atau artikel yang ada di blog dapat ter-indeks dengan baik di mesin pencari.

Nah kalian sudah atur sitempas belum? ayo dicek google search console-nya.

3. Riset Keyword

Tahap ketiga belajar SEO adalah riset keyword sebelum menulis artikel. Kalian sudah melakukannya? jujur saya sendiri jarang melakukannya, lebih sering menggunakan keyword sesuka hati saya saja asalkan masih relevan dengan artikel yang saya tulis.

Padalah seharusnya bukan begitu, baiknya sebelum menulis artikel baru kita sudah melakukan riset keyword terlebih dahulu. Tujuannya agar artikel yang kita tulis muncul di hasil pencarian dengan kata kunci yang diinginkan.

Proses ini penting sekali dilakukan agar tulisan yang kita buat tidak hanya bisa dibaca oleh orang yang datang ke blog kita secara langsung, tapi juga dari mesin pencari seperti google, bing, yandex, dan lain-lain. Dengan melakukan riset keyword kita juga bisa menemukan ide tulisan dan mendapatkan kata kunci potensial.

Ada beberapa tools yang dapat digunakan untuk riset keyword seperti google search, google keyword planner, ubersuggest, google trends, ahrefs, semrush.

tampilan-riset-keyword-di-ubersuggest
Tampilan riset keyword di Ubersuggest

Dari semua tools di atas, yang bisa kalian gunakan secara gratis hanya google search, google keyword planner, dan google trends. Untuk ubersuggest bisa kalian gunakan juga, hanya saja sekarang ini aksesnya terbatas.

Jika sudah mendapatkan keyword utama, selanjutnya kita harus mencari keyword turunan. Keyword turunan adalah kata kunci yang sama atau relevan dengan kata kunci utama. Ketika riset keyword, pastikan keyword yang kita cari tidak terlalu tinggi, persaingannya mudah, dan usahakan kata kunci saling berhubungan.

4. Belajar SEO Onpage

Kalau kalian sudah melakukan tiga tahapan di atas, tahap selanjutnya belajar SEO Onpage. SEO Onpage adalah optimasi SEO yang kita lakukan dari dalam blog kita sendiri. Jadi, tidak hanya dari artikel saja. Tapi bisa juga dari keseluruhan blog, bisa dibiilang membuat blog kita sehat.

Ketika mengoptimasi SEO Onpage, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti:

1. Menyisipkan keyword pada judul

Tambahkan keyword pada judul artikel, dan usahakan panjang judul lebih dari 55 atau 60 karakter. Agar judul tidak terpotong ketika tampil di hasil pencarian.

2. Menyisipkan keyword di permalink

Yang kedua jangan lupa memasukan keyword di permalink atau link artikel. Karakter untuk permalink sebaiknya tidak lebih dari 75 karakter atau sekitar tiga sampai lima kata.

3. Menambahkan keyword di meta deskripsi

Meta deskripsi adalah penjelasan singkat yang tampil di hasil pencarian, posisi meta deskripsi berada di bawah judul artikel kita. Jadi, sebaiknya buatlah meta deskripsi yang menarik dan tambahkan keyword.

4. Menyisipkan keyword di awal paragraf pertama

Sisipkan keyword pada 150 karakter dalam paragraf pertama, tidak harus di awal. Bisa di tengah atau di akhir dari paragraf pertama, asalkan masih di 150 karakter pertama.

Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan meta deskripsi di hasil pencarian. Sebab, meski sudah mengisi meta deskripsi dengan baik dan benar, google biasanya malah menampilkan potongan paragraf pertama sebagai meta deskripsi.

5. Optimasi tag heading

Gunakan tag heading atau H1 sampai H6 pada artikel yang kita buat, tapi umumnya kita hanya menggunakan H1 sampai H3 saja. Di mana H1 secara otomatis sudah digunakan oleh judul artikel.

Kita bisa memasukkan keyword turunan yg sudah kita dapatkan pada setiap heading, tapi ingat gunakan secara natural ya.

6. Optimasi gambar

Siapa yang masih sering mengunggah gambar tanpa mengganti nama filenya? ini nggak boleh dilakukan lagi ya. Karena gambar bukan hanya sebagai infografis dan pemanis saja, tapi bisa dimaksimalkan untuk keperluan optimasi onpage.

Caranya dengan memasukkan keyword pada alt title dan alt image gambar yang digunakan. Oh ya, keyword yang digunakan tidak boleh sama dengan keyword pada title image agar tidak dianggap spam atau duplicate.

7. Gunakan outbound link

Outbound link adalah link keluar dari blog kita menuju blog orang lain. Penggunaan Outbound link memang bagus untuk SEO, tapi tidak boleh banyak-banyak dan harus ke website yang relevan agar kesehatan blog kita tidak terganggu.

8. Gunakan internal link

Internal link adalah link menuju ke artikel lain di blog kita. Sama seperti Outbound link, internal link sebaiknya ditautkan dengan artikel yang relevan juga.

9. Manfaatkan LSI keyword

LSI (Latent Semantic Indexing) keyword adalah persamaan atau sinonim dari kata kunci utama yang kita gunakan atau yang lebih dikenal dengan keyword turunan.

Tujuan penggunaan LSI keyword dalam artikel agar tulisan kita lebih natural dan tidak mengulang-ulang kata kunci utama yang kita gunakan.

10. Share artikel ke sosial media

Membagikan artikel ke sosial media bukan hanya menambah views atau kunjungan artikel, tapi juga untuk mendapatkan social signal yang berguna untuk membuat artikel kita masuk ke halaman pertama dengan lebih mudah.

11. Submit link ke GSC

Pernah ngalamin artikel sudah lama terbit tapi belum ada di pencarian? mungkin artikel kalian belum ter-index. Solusinya, submit link artikel kalian ke GSC dan lakukan permintaan indexing. Caranya sangat mudah, kalian tinggal pilih URL inspection, terus masukan link terbaru kalian, dan request indexing. 

Pastikan teman-teman juga sudah memasukkan sitemaps blog ke GSC. Sehingga bot google bisa mengecek artikel terbaru di blog kita secara berkala. Caranya memasukan sitemaps juga sangat mudah, kalian tinggal pilih menu sitempas, dan masukan link. 

Kalau untuk wordpress saya hanya memasukan link /sitemap_index.xml dan /category-sitemap.xml di sitemaps.

Tentang Kelas Growth Thing

Jujur saya merasa beruntung bisa terpilih dari ratusan peserta yang daftar. Merasakan serunya belajar dan dikejar tugas, mendadak berasa kuliah lagi. Bedanya kelas yang ini lebih menegangkan dan lebih bikin degdegan karena takut salah mengerjakan tugas, terus berakhir dengan dikeluarkan. Duh jangan dulu ya, ini baru setengah jalan. Doakan Antin bisa sampai lulus.

Bahas tentang Kelas Growth Thing jadi ingat sesuatu. Kalian tahu banyak sekali yang daftar dan ingin masuk kelas ini. ya segitu terkenalnya kelas ini di kalangan para blogger. Banyak sekali blogger atau bahkan teman-teman saya yang merasa iri karena saya terpilih di Kelas Growth Thing. Banyak dari mereka yang ingin ikut kelasnya tapi tak terpilih, ada yang senabis juga?

Untuk kalian yang kemarin belum terpilih atau bahkan ketinggalan info, kalian nggak usah khawatir lagi karena kalian bisa ikut kelas coaching SEO. Pematerinya tetap sama, dan tentu saja sudah ahli di bidangnya. Jadi tak perlu ragu untuk daftar kelasnya, biaya yang kalian keluarkan akan sebanding dengan ilmu yang kalian dapatkan.

belajar seo untuk pemula
Informasi tentang coaching SEO

Bagaimana cara daftarnya? kalian tinggal klik saja gambar di atas ya.

Nah, untuk kalian yang sudah lama atau masih baru punya blog dan ingin belajar SEO, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa point di atas ya.

Selamat ngoprek-ngoprek 🙂

4 thoughts on “Belajar SEO dari SEO Enthusiast di Kelas Growth Blogger

  1. Ning!

    September 17, 2020 at 5:08 PM

    Baru kelar baca diinterupsi sama Rhe yang makan blepotan, eh, abis itu dia minta pup. Haha… Balada emak².

    Jadi ternyata setiap kita published tulisan harus di submit juga ke GSC ya? Aku pikir ini cukup dengan blog kita udah tersambung dengan GSC trus gak ngapa²in lagi. Hahaha… Enak banget yak! Makasih Antin. Sangat bermanfaat sekali. Aku ngerasa bego deh Tin, masih harus banyaaaaakkk belajar. SEMANGAT!

    1. Antin Aprianti

      September 17, 2020 at 5:41 PM

      Tentu saja Tak semudah itu kak haha tetep harus dibantu inspection link di gsc kak, semangat belajar terus kak ning

  2. Dayu Anggoro

    September 17, 2020 at 7:47 PM

    Keren banget kelasnya, semua tahapan itu perlu diperhatikan si yah. Apalagi untuk on pagenya.

  3. Raya

    September 22, 2020 at 8:54 PM

    Ya ampun lebih berat materinya drpd pas aku kuliah….aku gak sanggup….hahaa…but seriously the way how you explain the materi show how you understand about what you’ve written..gak salah dehh tim Growth Thing milih kamu tin, you deserves it…karena kamu bener2 belajar dan mau berbagi….duhhh jd pengen ikut kelas growth thing, tp minder tiap inget blog yg gak terurus…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hay, nggak boleh ya !!