Banyak yang bilang, kita di sosial media tak menjadi diri sendiri, tak jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan. Selalu ingin terlihat sempurna oleh orang lain, terutama di sosial media instagram. Benarkah begitu?
Saya tak memungkiri anggapan tersebut, karena saya sendiri selalu memilih foto terbaik untuk diunggah ke sosial media. Tujuannya ya tentu saja ingin sosial media saya terlihat bagus. Bahkan beberapa waktu silam, saya sempat jarang mengunggah foto ke sosial media karena ingin melihat feed instagram rapih dengan foto yang seragam.
Namun, kok dipikir-pikir capek sekali ya harus memikirkan itu semua. Padahal mengunggah foto yang ingin saya bagikan tanpa harus memikirkan feed menyenangkan sekali.
Kadang hidup memang penuh kepura-puraan, tapi tak selamanya itu baik. Untuk itu, kali ini saya ingin berbagi cara jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan yang sedang saya terapkan belakangan ini.
1. Jalani Hidup Tanpa Kepura-puraan

Bukan hanya perkara mengunggah foto ke instagram saja, kadang kita juga hobi berpura-pura di sosial media. Misalnya, lagi sedih tapi di sosial media seolah sedang bahagia. Bisa juga kita makan makanan sederhana, tapi yang diunggah ke sosial media makanan super mewah.
Ya, kita memang selalu ingin menunjukan yang terbaik ke semua orang. Terkadang malah sosial media dijadikan sebagai ajang pamer, tak ada salahnya. Namun, tanpa sadar kita menjadi orang lain. Padahal, menjadi diri sendiri dan jalani hidup tanpa kepura-puraan akan menyenangkan.
Jadi, cara jalani hidup apa adanya tanpa kepura-puraan itu mulai dengan jujur ke diri sendiri. Jangan memikirkan bagus menurut orang lain, tapi memikirkan kebahagiaan diri sendiri.
Saya sudah memulainya dengan membagikan apa saja yang saya suka di sosial media tanpa memikirkan apa kata orang lain. Berbagi apa yang saya suka walaupun ada yang mengkritik, tapi tetap harus mengunggah hal-hal yang positif ya.
2. Jalani Hidup Tanpa Follower Palsu
Masih tentang sosial media. Akhir-akhir ini saya sering sekali mendengar tentang follower palsu dan like instagram yang katanya bisa dibeli. Saya tak paham untuk apa sebenarnya sampai harus membeli follower dan like, apa agar dibilang populer?
Rasanya capek sekali ya harus memikirkan itu semua, kenapa kita tak jalani hidup apa adanya saja. Jika ingin banyak follower dan populer berarti kita harus membuat konten yang menarik dan bermanfaat, jadi orang lain tanpa pamrih akan mengapresiasi kita.
Punya follower sedikit dan jalani hidup tanpa follower palsu itu nggak bikin kita terlihat cupu kok. Kita istimewa dengan keunikan dan keahlian masing-masing.
3. Jalani Hidup Tanpa Rasa Khawatir

Sebagai anak manja dan penakut, di usia saya yang tak muda lagi, saya masih belum berani berpergian ke luar kota sendiri. Mamah saya memang melarang saya untuk berpergian sendiri, alasannya tentu saja karena terlalu khawatir dengan anak perempuannya ini.
Jadi sangat wajar jika saat ini saya tumbuh menjadi perempuan penakut yang banyak tak bisanya. Jangankan berpergian ke luar kota sendirian, kadang berpergian di Jakarta saja masih nggak berani sendiri.
Kalian percaya nggak kalau saya bilang saya nggak berani naik KRL sendirian? Kalian harus percaya, karena itu kenyataannya.
Seiring berjalannya waktu dan banyak hal yang harus saya lakukan sendiri, perlahan kekhawatiran itu berkurang. Saya sudah berani berpergian sendiri, bahkan pernah naik KRL sendiri karena terpaksa.
Menurut saya, jalani hidup tanpa rasa khawatir itu perlu, karena kita tak bisa selamanya bergantung dengan orang lain. Kita hanya harus mencobanya sekali, maka rasa khawatir itu tak akan ada lagi.
Maka dari itu, saat ini saya sedang mencoba banyak hal baru tanpa rasa khawatir. Saya harap kalian juga begitu agar tak menyesal di kemudian hari.
4. Jalani Hidup Tanpa Tipu-tipu
Awal tahun 2020 saya dikagetkan dengan kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Orang yang begitu saya percaya menghilang dan meninggalkan banyak tanda tanya besar.
Dia membangun cerita yang begitu sempurna di mata saya. Tentang keluarganya, karir, dan pencapaian-pencapainnya. Awalnya saya percaya dengan semua ceritanya, sampai suatu ketika semua terbongkar dan yang dia ceritakan hanyalah sebuah kebohong besar.
Begitu rumitnya kah kehidupan dia, sampai harus jalani hidup dengan tipu-tipu cerita ke semua orang? Ntahlah saya tak tahu. Yang saya tahu, jangan sampai saya seperti dia.
Percayalah, ditipu oleh orang yang kalian percaya itu sakit. Jadi saya berpesan untuk kalian agar jalani hidup tanpa tipu-tipu, berani jujur dan ceritakan apa adanya tentang diri kalian niscaya orang lain akan respek.
5. Jalani Hidup Tanpa Basa-basi

Saya mempunyai beberapa teman dekat, dengan mereka saya bebas bercerita apa saja tanpa basa-basi. Mulai dari berkeluh kesah tentang apapun, bergunjing banyak hal, dan berbagi banyak hal lainnya.
Teman menjadi salah satu kebahagian yang Allah kasih untuk saya, tanpa mereka hidup kurang berwarna.
Di saat seperti ini, hampir satu bulan saya tak berjumpa dengan teman-teman. Sejak ada anjuran berdiam di rumah saja, otomatis berkumpul bersama teman-teman pun tak bisa.
Rasanya sudah sangat rindu bertemu mereka semua. Untung saja saat ini teknologi sudah sangat canggih, walaupun di rumah saja kita masih bisa mengobrol seru di grup WA atau video call. Jadi berdiam di rumah tak terasa sepi, dan kerinduan bertemu teman juga terobati.
Nah, untuk kalian bertemanlah tanpa basa-basi. Ceritakanlah apa yang kalian rasakan kepada teman yang kalian percayai, dengan begitu sedikit beban kalian akan berkurang.
Jalani Hidup Apa Adanya dan Tanpa Syarat Ketentuan
Membahas tentang cara jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan, saya jadi ingat IM3 Ooredoo yang mengusung value simpel #TanpaSyaratKetentuan melalui campaign terbarunya.
Saya sangat mengapresiasi value yang disampaikan IM3 Ooredoo. Di tengah maraknya βpencitraan palsuβ di era sosial media, kita justru diingatkan untuk berani menjalani hidup apa adanya, fokus berkarya dan tunjukin diri tanpa tipu-tipu. Serta ekspresikan diri tanpa kepura-puraan, #TanpaSyaratKetentuan dengan dukungan @IM3Ooredoo.
Tak hanya sampai di situ, IM3 Ooredoo juga melengkapi value-nya dengan menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simpel, bebas syarat ketentuan seperti Freedom Internet.
Kalian juga nggak perlu khawatir dengan Paket Freedom Internet dari IM3 Ooredoo, kalian bisa internetan kapan dan di mana saja tanpa khawatir kuota nggak bisa dipake atau kepotong. Semua jadi simpel karena 100% kuota utama dapat kita gunakan 24 jam di semua jaringan, tanpa pembagian waktu.
Jadi, kalau kalian bagaimana? apakah sudah jalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan? Jika jawabannya belum, yuk coba terapkan 5 cara jalani hidup apa adanya yang saya ulas di atas.
Selamat mencoba π
Tuty Prihartiny
16 April 2020 at 8:26 AMOh…. begitu ya, kak?
Antin Aprianti
16 April 2020 at 2:37 PMYa begitulah, Teh hehe
Bayu Fitri
16 April 2020 at 9:45 AMKarena jalan kehidupan yg fatamorgana ini lebih menarik perhatian manusia sampai rela melakukan apa saja menghalalkan segala cara..Kalau buat ku sih pelajaran ya jng percaya sama orang yg bnyk omong wkwkwk..btw aku hampir kena lho sama ini orang tapi entah kenapa aku merasa ada yg aneh aja akhirnya ku tolak dengan alasan bohong..setelah kejadian jadi lega ternyata alasan bohong ku udah menyelamatkan aku dari akal bulus orang ini ..
Antin Aprianti
16 April 2020 at 2:38 PMAlhamdulillah ya kak masih dilindungi Allah jadi terbebas
Okti Li
17 April 2020 at 7:29 PMSaya yakin akan ada banyak yang tertampar dengan point nomor dua. Hehehe…
Alhamdulillah meski folower seuprit kalau sudah rezeki tetap kita kebagian ya…
Dian Farida Ismyama
27 April 2020 at 1:26 PMWow follower palsu itu nendang banget euy. Buat apa tipu-tipu, basa basi dan yang palsu ya. Mending jalani hidup apa adanya sesuai slogan Im3
ZAINAL MUTAKIN
16 April 2020 at 10:48 AMFix mulai sekarang aku mau share apa aja ke sosmedku π
Antin Aprianti
16 April 2020 at 2:39 PMEmang selama ini nggak, Bang Zen?
Deny Oey
16 April 2020 at 10:54 AMBetul kak Antin, jadilah diri sendiri dan jangan hidup dalam kepura-puraan. Dulu aku termasuk orang yang sangat strict soal feeds instagram, sekarang kalau mau posting ya posting saja yang saya mau tanpa peduli apa kata atau pendapat orang lain. Tak peduli juga jika follower masih sedikit. Hehehe
Antin Aprianti
16 April 2020 at 2:40 PMJalani hidup tanpa kepura-puraan memang menyenangkan ya kak, jadi nggak ada beban. Lakuin apa yang kita mau
Sapti nurul hidayati
21 April 2020 at 2:53 PMHidup penuh kepura-puraan malah menyiksa ya mb…mending apa adanya. Santuy. Sama seperti im3 ooredoo yang nyata dan apa adanya kasih paket murmer untuk penggunanya
Nia Devy
16 April 2020 at 11:23 AMSuka banget sama tulisannya kak, jalani hidup apa adanya, no pura-pura, no tipu-tipu dan tanpa basi-basi.
Kebetulan aku pernah denger true story dari temenku tentang kehidupannya, yang penuh dengan kepura-puraaan. Dia sendiri yang memulai dan pada akhirnya capek sendiri. Banyak rasa khawatir dalam dirinya karena banyak yang ditutupi.
Aku lebih memilih apa adanya sebagai wujud syukurku kepada yang maha kuasa.
Antin Aprianti
16 April 2020 at 2:43 PMTerus sekarang temannya masih jalani hidup dengan kepura-puraan nggak, Nia?
Alhamudlillah ya, kita memang harus bersyukur dengan apa yang kita dapat saat ini. Insya Allah hidup jadi tenang tanpa kepura-puraan.
Ainhy Edelweiss
23 April 2020 at 10:21 AMDulu tuh aku antusias banget bisa dpt follower eh sampai nyaris mau beli follower untungnya temen ingetin
Ristiyanto
16 April 2020 at 2:55 PMTidak ada orang yang sempurna Dik Antin. Menjalani hidup apa adanya, mensyukuri dengan yang ada. Satu lagi, menjadi diri sendiri, insha Allah hidup kita nyaman tanpa terbebani.
Antin Aprianti
17 April 2020 at 2:53 PMSetuju, Mas Ris. Semoga selalu begitu ya
Dyah ummu AuRa
16 April 2020 at 6:18 PMSekarang banyak yang beli follower ya mbak. Duh sedih deh, padahal enakkan jalani apa adanya melalui proses. Bikin konten bagus orang juga bakal tertarik jadi follower kita
Antin Aprianti
17 April 2020 at 2:56 PMBetul kak, the power of konten dan konsisten
Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)
17 April 2020 at 11:40 AMHidup itu memang paling bahagia kalau kita bisa menjalani hidup apa adanya, tanpa ke pura-puraan. Makanya aku selalu bikin instagramku ini sama seperti apa yang aku jalani sehari-hari. Alhamdulillah sih kalau follower ya asli, makanya belum nambah-nambah nih, hahahahahaa…
Antin Aprianti
17 April 2020 at 2:55 PMSama kak, susah ya nambahin follower hehe
Fenni Bungsu
17 April 2020 at 8:11 PMJalani hidup apa adanya itu lebih mengasyikkan, karena kita membuat penjenamaan diri malah dengan begitu akan mendatangkan flowers yang asli bukan palsu, ya kan kan
Antin Aprianti
19 April 2020 at 12:47 PMIyes banget kak π
Mporatne
18 April 2020 at 9:10 AMKepalsuan akan membuat kita semakin percaya bahwa betapa indah hidup apa adanya. Kadang kita sedih dan bicara di dunia maya akan membantu mengeluarkan unek unek dan dukungan teman online sangat membantu menyemangati mereka
Belgie
19 April 2020 at 11:01 AMSetuju apa adanya itu pasti bahagia, 1 lagi kak kalai boleh tambahin yaitu selalu bersyukur. Eh ada lagi deh, jangan dengerin kata org lain jg, hehee
Adhe
18 April 2020 at 11:40 AMBener juga yah kak, kadang kita sendiri lupa untuk membahagiakan diri sendiri karena sering nya terfokus ke bahagiaan orang lain. Jadi kudu banget jalani hidup apa ada nya aja lah yah kak π
Laily Fitriani
18 April 2020 at 1:51 PMSepakat banget Mbak. Senyaman mungkinlah kita bermedsos ya? Jalani hidup apa adanya no, tipu-tipu, pesannya dalem banget ini. Tetap jadi diri sendiri aja ya kalau daku. Thanks Mbak.
Antin Aprianti
19 April 2020 at 12:49 PMIya senyamannya kita, untuk kebahagiaan kita sendiri, bukan untuk orang lain π
Titis Ayuningsih
18 April 2020 at 6:14 PMWah, iya, hidup saat ini, lebih baik menerapkan apa adanya, ya, lebih plong aja saat jalaninnya. Kalau untuk akses internet sudah ada yang fasilitasi, ya, seperti IM3 Ooredoo dengan paket freedom internet. Pas banget!
Awan
18 April 2020 at 7:43 PMManusiawi sih jika kita ingin selalu terlihat “W.O.W” di mata orang lain, tapi melelahkan bila terus pura-pura, malanya saya setuju kak, lebih baik menjalani hidup dengan apa adanya, itu jauh lebih menyenangkan pastinya.
Visya Al Biruni
19 April 2020 at 6:58 AMSuka deh dengan value IM3 Ooredoo ini. Btw aku udah nonton videonya dan so insightful! Semoga kita bisa terus jalani hidup apa adanya dengan karya bagi banyak orang.
Antin Aprianti
19 April 2020 at 12:49 PMAmiinn
Emma
19 April 2020 at 10:32 PMKalau aku menulis apa adanya tidak pakai tipu-tipu dan sesuai dengan karakter aku karena menulis itu meninggalkan jejak selamanya.
Akarui Cha
20 April 2020 at 6:04 AMSoal bepergian sendiri, mungkin saya juga sama Mba. Namun bedanya, saya lebih merasa nyaman dan aman kalau naik KRL atau TransJakarta dibandingkan angkutan angkot yang bisa berhenti dimana saja.
Untuk feed IG, hihihi iya. Saya selalu cari foto terbaik, tapi nggak sanggup share yang halu. Makan makanan sederhana tapi pamer yang mewah mewah.
Hidup memang sebaiknya ditampilkan apa adamya dan sederhana saja. Seperti IM3 Ooredoo ini dong.
Antin Aprianti
20 April 2020 at 11:16 PMKalau saya beraninya naik Trans Jakarta kak, kalau KRL masih belum terbiasa.
Dian
20 April 2020 at 7:22 AMSetuju mbak, hidup apa adanya akan membuat kita lebih bahagia…
Jangan mau sama yang palsu, termasuk follower palsu…
Hehe
lendyagasshi
20 April 2020 at 11:31 AMAku juga pengeeen banget kaya rang-orang gitu…feed instagramnya cantik dengan warna senada.
Tapi pas even, initu sungguh sulit sekali. Huhuu…
Jadi kembali lagi yaa…hidup apa adanya, in syaa Allah uda yang paling bahagia.
April Hamsa
20 April 2020 at 11:42 AMHidup lebih bahagia kalau kita jadi diri sendiri dan gak berpura2 jadi orang lain ya mbak. Gak capek π
Wah bagus nih IM3 mendukung kondisi bahwa saat ini di rumah aja kita butuh inet yang lancar dan gak pakai syarat macem2 supaya bisa lbh bebas WFH ya
Grandys Mawarni
20 April 2020 at 1:59 PMrasanya lelah kalo ikutin apa yg menjadi standar oranglain ya mba, memang lebih nyaman dan enak dengan jalani hidup apa adanya ya
Antin Aprianti
21 April 2020 at 3:45 PMBetul mbak
Siti Nurjanah
25 April 2020 at 11:09 PMMenjalani segala sesuatu dnegan segala kepura-puraan demi terlihat sempurna sungguh sangat melelahkan. Nyatanya menjadi diri sendiri tanpa citra palsu itu lebih menenangkan
Karena kita berhak bahagia dengan cara kita sendiri tanpa harus ada yg dirugikan
Lidya
20 April 2020 at 6:28 PMMemang ada sih beberapa orang yang gak berani bepergian sendiri ya, mungkin karena gak terbiasa aja ya. Kalau aku males naik angkot suka ngetem. Nah Trans Jakarta juga hampir gak pernah, aku pilihnya yang bisa duduk π Ya itulah aku gak pura-pura kan soalnya gak kuat berdiri. Begitu pula dengan kuota Internet pilih yang gak pake tipu-tipu ya
Antin Aprianti
23 April 2020 at 6:23 PMIya kak karena nggak terbiasa, kalau sudah terbiasa jadi berani pergi ke mana-mana sendiri
Samleinad
20 April 2020 at 6:38 PMWaah, ternyata nggak cuma saya saja ya yg nggak terlalu memusingkan feed instagram harus senada, punya tone sama atau rapi gitu. Ya memang menjadi diri sendiri membuat kita menjadi tenang
Ajeng Natassia
20 April 2020 at 8:14 PMhidup apa adanya dan menjadi diri sendiri itu rasanya lebih lega ya mbak. apalagi di sosmed. kalau kita jujur rasanya teman-teman kita di sosmed juga akan lebih nyaman dengan kita, dan ga kaget juga kalau ketemu beneran, iya ga sih mbak?
Antin Aprianti
23 April 2020 at 6:28 PMBetul kak
Mutiara Sy
20 April 2020 at 8:49 PMSetuju banget sama poin 1 hingga poin 5. Tapi meski ngomongnya gampang, bakal susah banget kalau diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Dijaman sekarang banyak banget orang fake, kadang sendirinya juga pernah jadi fake (misal saat sedih pura-pura bahagia). Sedih banget.
Antin Aprianti
20 April 2020 at 11:19 PMBetul banget kak, di zaman sekarang mengaplikasi 5 poin di atas pasti terasa sulit banget tapi bukan nggak mungkim untuk dicoba π
Sari
20 April 2020 at 9:11 PMWah sama mbak kalau anak manja, dan tahun lalu memberanikan diri untuk petualang bareng teman, pengalaman baru yang bikin deg-degan tapi seruuuπ€ΈββοΈ
Antin Aprianti
20 April 2020 at 11:20 PMSeru ya kak mencoba hal baru π
Keke Naima
20 April 2020 at 9:34 PMKalau saya pribadi sebetulnya gak masalah dengan yang namanya pencitraan. Daripada memperlihatkan aib. Tetapi, memang bukan berarti harus dibuat-buat juga. Menjadi apa adanya dengan citra yang bagus
Antin Aprianti
23 April 2020 at 6:31 PMIni sepertinya beda kasus kak, kalau aib kan memang sebaiknya ditutupi bukan diumbar.
Ipeh
20 April 2020 at 9:56 PMPoin nomor dua waw. Aku juga kadang mikir, apa ngga capek yaa beli follower yang notabennya ngga bakalan bikin engagement kita bagus juga. Mendingan apa adanya kan ya. Yang penting tetap stay on track. Ngga menggadaikan diri sendiri apalagi prinsip hidup
Wian
20 April 2020 at 10:08 PMDengan menjalani hidup apa adanya, aku yakin aih klo hidup akan terasa lebih tenang dan bahagia. Dan capek juga klo selalu hidup dalam kepura-puraan hanya untuk penilaian orang.
Rudi G. Aswan
21 April 2020 at 9:57 AMHehe, jadi inget ada temen bloger yang follower nya melesat sampai puluhan ribu, terus dicandain ma temen lain, beli follower di mana tuh haha. Aku juga gitu sih, enakan yang organik, apa adanya kayak hidup ya ga perlu malu jalanin sesuai kemampuan–ga perlu takut komentar orang hanya karena berbeda pilihan. Kayak pilih Ooredoo, aku dah satu dasawarsa pakai IM3, puas banget apalagi sinyal oke sampe pindah ke kampung. Buat cari duit enak karena paketnya murah dan sering promo. Selagi ga melanggar aturan, hidup apa adanya jauh lebih nikmat.
Fachrur Rozi
21 April 2020 at 10:50 AMwah aku pengen banget punya tanpa followers palsu dan tanpa memiliki rasa khawatir untuk menjalani hidup.. karena dengan menjalani apa adanya psti membuat kita hidup menjadi bahagia dan tanpa harus modus apalagi tanpa tipu”
Puspita Yudaningrum
21 April 2020 at 10:53 AMJalani hidup apa adanya..haa suka banget dengan kata” ini. Penting banget memang bagi kita untuk selalu menjalani hidup apa adanya agar hidup menjadi tentram
Anisa Deasty Malela
27 April 2020 at 12:19 PMMesti banget hidup jujur, apa adanya, tanpa basa basi dan tanpa pencitraan. Melelahkan dan bikin hidup kita ga berkah kalau mengecewakan orang lain.
Evi
21 April 2020 at 11:14 AMMenjalani hidup apa adanya memang jauh lebih menenteramkan. Kalau pura-pura atau dengan kepalsuan, diujung cerita biasanya akan berakhir sedih. Belum lagi selama menjalani kepura-puraan itu meminta energi batin banyak sekali. Akhirnya capek lahir batin deh. Bisa sakit kita
Iim Rohimah
21 April 2020 at 1:16 PMsaya paling suka nomor 5 deh.. banyak orang berteman saat butuh. Akhirnya muncul basa basi yang sangat basi. padahal berteman dengan tulus itu dilakukan saat butuh ataupun saat tidak, tetap saling berkomunikasi dan bersama dalam kondisi apa saja.
Achmad Humaidy
23 Mei 2020 at 12:58 PMSetuju!!
Aku lagi coba jalani hidup tanpa buka instagram karena di sana sudah banyak netizen yang pura-pura bahagia π
Haeriah Syamsuddin
21 April 2020 at 1:23 PMKalau basa-basi menurut saya tetap diperlukan, terutama saat bertemu dengan orang asing, orang yang lebih tua, atau sebagai pembuka pembicaraan. Namun, memang jangan kebanyakan. Takutnya, ntar basi beneran, hehehe.
Khoirur Rohmah
21 April 2020 at 7:16 PMEntah kalau soal share di sosmed itu memang lebih Enjoy jika membagikan segala sesuatu yg apa adanya. Kalau pakai pura pura penuh kepalsuan tuh jadinya nggak tenteram dan jadi pikiran mulu loh. Kayak gimana gitu
Apalagi soal followers sosmed. Adakalanya ngoyo, ya ada kalanya woles dan nggak dibuat buat juga saat di sosmed.
Ria Nugros
21 April 2020 at 9:23 PMsetuju mba sosial media tanpa follower palsu, mending apa adanya aja berkarya pasti nanti follower juga bakal bertambah
Syaiful BS
22 April 2020 at 5:41 AMHahaha setuju banget mbak, apalagi poin no 2. Terkadang banyak orang yang penge eksis secara instan makanya mereka rela melakukan itu hehe. Demi apa? demi eksis dong hahaha
Antung Apriana
22 April 2020 at 12:55 PMmemang sebenarnya yang paling nyaman itu jadi diri sendiri ya dan nggak perlu ribet mikirin omongan orang lain
Arda Sitepu
22 April 2020 at 5:26 PMJalani hidup tanpa basa-basi dan selalu menyenangkan kalau to the point dan bisa langsung mengungkapkan sesuatu. Di samping itu, hidup tanpa muluk2 juga menyenangkan mbak.
Triani Retno
22 April 2020 at 7:43 PMDi awal, berpura-pura mungkin menyenangkan. Tapi kalau keterusan…bahayaaaa. Bisa halu. Parahnya kalo sampe ngutang dengan kepura-puraan. Kita mah apa adanya aja ya, Mbak.
Afifah
23 April 2020 at 3:17 AMSuka nggak ngerti kenapa ada yang milih pakai followers palsu. Padahal seringnya engagement pun dilihat dan jadi bahan pertimbangan. Mending yang asli aja deh, ya.
Faradillah
23 April 2020 at 7:34 AMHidup tanpa pura2 dan pencitraan lebih nyaman menjalani hidup, kalo penuh pura2 cape sendiri
Apura
23 April 2020 at 8:04 AMKok aku ngakak di bagian jalani hidup tanpa followers palsu. πππ Itu fenomenal banget di tengah maraknya media sosial. Padahal rezekinya ada aja yah. Mending optimasi pakai internet dari im3
Blogger Medan - Ririn Wandes
23 April 2020 at 9:08 AMMenarik banget menjalani hidup yang apa adanya,ngikut apa yang orang mau pasti lelah. Hmmm,apalagi harus berpura-pura untuk tampak bagus di depan orang lain. Saat sekarang ini banyak banget cara orang untuk berpura-pura demi eksistensi semaata apalagi sampai beli follower kan.
Irra
23 April 2020 at 11:11 AMEmang gak enak banget hidup dalam kepura-puraan, apalagi demi menunjukkan sama orang lain. Gak tenang hidupnya hidup dalam kepalsuan.
tukang jalan jajan
23 April 2020 at 12:28 PMsaya sendiri selalu jujur dengan review yang dilakukan di sosial media. Orang yang datang ke sosmed saya pasti punya ekspektasi tinggi tentang kuliner yang dibahas, kalau berbohong sekali saja maka habislah ditinggalkan
Grandys Mawarni
23 April 2020 at 2:00 PMketika tau kalo hidup itu sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan tapi ikhtiarnya juga harus kenceng juga, oleh sebab itu jadi diri sendiri dan jadilah original ya kak!
Ria Rochma
23 April 2020 at 3:30 PMJalani hidup tanpa follower palsu. Hehehe, ini sempat jadi bahasan saya sama teman-teman.
Kita ini kadang terlalu menggebu ingin ini itu, ingin dapat job ini itu, aturan dasar untuk kalem-kalem saja main media sosial, ditabrak saja. Dan bener, makin mikir jumlah follower, hidup jadi makin nggak nyaman dan capek.
Diah Alsa
23 April 2020 at 4:46 PMbener banget, ngapain ya harus hidup dengan kepura-puraan, kepalsuan, basa-basi dan hal yang negatif lainnya sementara jadi diri sendiri dan apa adanya jauh lebih baik.
capek kan kalau harus berpura-pura, lebih asyik jalani sesuatu dengan santai dan bisa dipertanggung jawabkan.
Mei Wulandari
23 April 2020 at 9:00 PMSejalan banget nih sama yg aku pikirkan Mba, janganlah beli follower palsu hanya untuk mendulang ketenaran ya. Ga usah tipu2 apalagi basa-basi. Semoga kita dijauhkan dari hal2 begitu ya amin
Lina W. Sasmita
23 April 2020 at 9:23 PMMenjadi diri sendiri tanpa harus tipu-tipu atau membohongi penggunaan medsos lainnya dengan follower palsu sungguh sangat merugikan dia sendiri ya Mbak. Kalau sempat ketahuan akan malu dan malah kehilangan kepercayaan orang lain.
Nurul Fitri Fatkhani
23 April 2020 at 10:10 PMKepalsuan atau berpura-pura itu akan sangat melelahkan. Lebih baik jalani hidup apa adanya aja ya..
sitatur rohmah
23 April 2020 at 10:11 PMaku setuju dengan menjadi diri sendiri, ngapain juga pura-pura malah bikin makin nggak sehat jiwa kita, ya kan mbak? thanks sudah brbagi soal menjadi diri sendiri. sederhana sebenarnya tapi ini penting sekali
Terlalu Ganteng
25 April 2020 at 5:53 AMCowok ganteng itu harus banget tahu tentang cara jalani hidup apa adanya. Karna ga akan bisa dibilang ganteng kalo hidupnya masih suka neko-neko dan penuh kepura-puraan. Alhamdulillah sampai saat ini, aku sendiri tetap berusaha untuk selalu mensyukuri atas apa yang ada di hidupku. Mencoba untuk menjalani hidup dengan apa adanya. Aku teringat sama satu kata-kata bijak “Gaya berbanding lurus dengan tekanan, jadi kalau hidup kamu banyak tekanan berarti kamu kebanyaka ngaya” hahaha, oleh karena itu cobalah hidup dengan apa adanya dan jangan kebanyakan gaya ^_^
Inuel
25 April 2020 at 6:22 AMDari dulu saya sudah apa adanya mbak, nggak dilebih lebih kan dan dikurang kurangin hahaha.. Tapi memang kadang bersosial media itu banyak tipuan, bahkan follower aja banyak yang palsu #eh
Ria Kurniasih
25 April 2020 at 12:07 PMCapek banget kalo setiap hari kudu pura-pura ya kak. Gak lelah itu hati dengan kepalsuan. Semua pasti akan berimabas pada kehidupan. Apalagi kalo sampe punya followers palsu demi mencapai sesuatu
Marfa
25 April 2020 at 1:34 PMBetul sekali kelimanya kak setuju, pernah ngalamin juga sok kuat sendiri aja ternyata dalemnya lemah, kalau down nggak enak banget. Lebih baik mengakui saja kalau sedang berada di bawah, itu ternyata lebih melegakan apa adanya π
firafirdaus
26 April 2020 at 11:45 AMKadang ngerasa terlalu jujur dan kemudian pas pulang kepikiran apakah lawan bicara tadi sakit hati gara-gara omonganku yang terlalu jujur. Tapi mau gimana lagi susah kalau ga suka basa-basi.
Fenni Bungsu
26 April 2020 at 4:40 PMRasa khawatir pasti ada, cuma jangan pernah takut apalagi sudah menjadi diri sendiri. Lakukan apa adanya saja, sebagai bagian dari syukur kita kepada yang Maha Pencipta
Hani S.
26 April 2020 at 7:12 PMKarena hidup yang tenang itu saat kita tidak memaksakan diri (dalam hal apa saja) ya, just be ourselves. Dan kalau dalam bermedsos, setuju untuk tetap bijak saat membagikan konten apapun, stay positive π
Widy
26 April 2020 at 7:43 PMKeren tipsnya mba. Emang klo jalani hidup kebanyakan gaya bikin pusing. Apa adanya aja lah..
Melly Feyadin
26 April 2020 at 11:58 PMBener, di jaman sekarang mending menjalani hidup apa adanya, biar tenang. Capek klo kudu berpura2 terus demi mendapatkan perhatian org lain. Hehe
Liswanti
29 April 2020 at 4:30 AMSetuju, sekarang tuh jalani hidup lebih baik apa adanya aja. Bakal jauh lebih tenang dan bahagia juga ya.
Anindita Ayu
22 Mei 2020 at 12:34 PMHidup ini memang sebaiknya tanpa kepura-puraan. Biar kita bisa lebih lepas dan bebas berekspresi. Lebih tenang.
ainun
25 Agustus 2020 at 11:02 PMmbak diantin sempet ke Jember ya? sayangnya kita nggak ketemu ya. aku wong jember π
aku sendiri menjalani hidup apa adanya mba, nggak neko neko, tiap hari ya berjalan begitu terus, hampir sama dengan kegiatan di hari sebelumnya.
dengan apa adanya kita bebas menjadi diri kita sendiri