STORY

Klaim JHT Lebih Mudah dengan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Beberapa bulan yang lalu, saya berencana untuk mencairkan saldo JHT (Jaminan Hari Tua). Karena ini pengalaman pertama, maka saya mencari tahu apa saja persyaratan yang harus disiapkan dan bagaimana prosedurnya. Dari beberapa artikel yang saya baca, memang banyak yang menyarankan untuk melakukan e-klaim BPJS Ketenagakerjaan saja.

Sebelumnya saya mendengar pengalaman kurang enak dari beberapa orang yang pernah mencairkan saldo JHT secara langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Katanya klaim untuk BPJS Ketenagakerjaan ngantrinya luar biasa (Read: bisa dari pagi sampai sore, bahkan ada yang antri dari subuh). Langsung kebanyang bagimana antrinya -_-

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu bagimana prosedur untuk klaim JHT di internet. Ternyata, saat ini pencairan saldo JHT bisa dilakukan secara online atau yang lebih dikenal dengan sebutan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Mengingat keterbatasan waktu dan malasnya mengantri, saya memutuskan untuk klaim JHT secara online. Proses e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan ini ternyata sangat mudah dan cepat, saya juga tidak perlu repot-repot mengantri seharian.

Dokumen Persyaratan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum melakukan Elektronik Klaim/ e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan, sebaiknya kita menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan terlebih dahulu, diantaranya:

  1. e-KTP
  2. Kartu BPJS Ketenagakerjaan
  3. Kartu Keluarga
  4. Buku Tabungan
  5. Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Vaklaring)

Namun jika kartu BPJS Ketenagakerjaan hilang, maka harus membuat Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian. Sedangkan untuk yang belum mempunyai e-KTP (masih menggunakan resi KTP), tidak bisa melakukan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah semua dokumen persyaratan disiapkan, kemudian scan semua dokumen yang telah disiapkan.

Baca Juga: Kupas Tuntas Tips Membuat Website Yang Efektif Bersama Gapura Digital

Prosedur e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum melakukan proses e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan, kalian harus mendaftar terlebih dahulu di sini. Kemudian mengisi form registrasi akun seperti gambar di bawah. Setelah mengisi form registrasi akun, kita akan menerima email PIN Aktivasi Layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Namun sebelum mengajukan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan, pastikan jika nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) sudah tidak aktif dan tidak sedang bekerja di perusahaan lain.

e-klaim bpjs ketenagakerjaan 2
Form Registrasi Akun BPJS Ketenagakerjaan

Jika sebelumnya kalian sudah pernah mendaftarkan nomor KPJ, kalian bisa langsung login saja.

e-klaim bpjs ketenagakerjaan 1
Tampilan Website BPJS Ketenagakerjaan

Setelah login, tampilan akan berubah menjadi halaman akun kita. Di sini kita bisa melihat rincian saldo JHT, Cek Saldo JHT, Klaim Saldo JHT dan Simulasi JHT. Di pojok kanan atas juga terdapat foto profile kita dan beberapa menu lainnya.

e-klaim bpjs ketenagakerjaan 3
Halaman Akun BPJS Ketenagakerjaan

Untuk Klaim Saldo JHT, kita bisa memilih menu Klaim Saldo JHT. Setelah itu, masukan nomor kartu KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) yang akan diklaim, dan pilih aksi. Aksi di sini ada dua pilihan yaitu Pengajuan Klaim dan Cek Status Klaim. Setelah memilih Aksi Pengajuan Klaim, akan tampil lagi kolom Jenis Klaim, dengan pilihan Mencapai Usia Pensiun, Mengundurkan Diri dan Pemutusan Hubungan Kerja.

e-klaim bpjs ketenagakerjaan 4
Form Pengajuan Klaim Online

Baiklah karena saya tidak mengalami pemutusan hubungan kerja, bahkan belum mencapai usia pensiun, maka saya memilih jenis klaim mengundurkan diri. Setelah itu submit form, maka akan tampil form pengisian data pribadi, pemilihan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan dokumen asli dan upload dokumen persyaratan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Pastikan mengisi data pribadi dengan benar, pemilihan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang terdekat dengan tempat kita, dan ukuran foto yang di-scan tidak memiliki ukuran yang besar.

Proses e-Klaim

Setelah mengisi semua data dan menyimpannya, maka nanti kita akan menerima email pemberitahuan bahwa data telah berhasil direkam, dan sedang dalam proses persetujuan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang yang kita pilih. Untuk pemberitahuan persetujuannya, paling lama 2 x 24 jam hari kerja terhitung dari semenjak kita menerima pemberitahuan melalui email. Ketika itu saya klaim di hari jumat, dan hari senin sudah mendapatkan pemberitahuan bahwa sudah memenuhi persyaratan.

Setelah sudah menerima pemberitahuan sudah memenuhi persyaratan, untuk proses selanjutnya kita langsung datang ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang kita pilih. Paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan, dengan membawa semua dokumen asli beserta fotocopy, dan jangan lupa membawa formulir Pengajuan Pembayaran Jaminan Hari Tua yang sudah diemail juga.

Proses di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan

Ketika itu, saya tiba di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaa sekitar pukul 08.15 WIB. Begitu kagetnya saya melihat antrian yang sudah sangat banyak, langsung saja saya menanyakan ke satpam yang berjaga di depan.

“Pak, saya mau klaim BPJS Ketenagakerjaan. Ambil nomor antriannya di mana ya?”, Tanyaku.

“Manual atau e-Klaim?”, Tanya Pak Satpam.

“e-Klaim Pak”, Jawabku.

“Sudah membawa formulirnya?”, Tanya Pak Satpam.

“Sudah Pak”, Jawabku. (Kemudian saya menunjukkan formulirnya).

“Ya sudah masuk saja, nanti ambil antrian khusus untuk e-Klaim”, Jawab Pak Satpam .

“Baik, terima kasih”, Jawabku.

Saya masuk, dan mengambil nomor antrian khusus e-Klaim. Di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang saya pilih, untuk antrian dipisahkan menjadi beberapa antrian seperti antrian manual, e-klaim, masa pensiun dan dua lagi yang saya lupa.

Alangkah senangnya saya mendapat nomor antrian ke 5 dan saat itu sudah masuk antrian ke 4. Ternyata banyaknya antrian yang saya lihat adalah mereka yang klaim secara manual, jadi prosesnya lebih lama dan mereka juga harus mengantri sejak pagi. Oh iya, untuk pengambilan nomor antrian khusus e-Klaim mulai pukul 08.30 – 16.30 WIB pada hari kerja.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya saya dipanggil. Kemudian saya menyerahkan formulir, beserta semua dokumen persyaratan. Setelah itu semua dokumen akan diperiksa oleh Petugas BPJS Ketenagakerjaan. Ketika memeriksa dokumen, kita akan ditanya-tanya untuk memastikan kebenaran dokumen yang dibawa.

Jika semua dokumen sudah sesuai dan proses klaim sudah selesai, maka uang JHT akan cair dalam waktu 5 sampai 7 hari setelah menyerahkan dokumen asli. Uang JHT akan langsung ditransfer ke rekening kita, untuk itu klaim JHT dikenakan biaya Rp. 11.000 untuk biaya bank dan materai.

Untuk kalian yang mau Klaim JHT, sebaiknya melakukan klaim secara online. Selain tidak perlu mengantri sejak pagi, prosesnya juga lebih mudah dan cepat dibandingkan klaim secara manual.

125 thoughts on “Klaim JHT Lebih Mudah dengan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

  1. Ih ternyata gampang ya. Waktu itu temen mau cairkan bpjs ketenagakerjaan kan. Nah itu kok kayakny prosesnya ribet banget enggak kayak Antin ceritain ini. Dia sampai harus berkali-kali tlf bpjs. Apa karena beda kantor? Dia mencairkan di kantor yg lama saat sudah di kantor baru.

    1. Iya gampang banget, pas datang ke kantor cabang BPJS ketenagakerjaan nggak sampe satu jam udah selesai. Setau aku Kalo di kantor yang baru dia dapet BPJS ketenagakerjaan juga, nggak bisa dicairkan dananya kak. Bisa dicairkan kalau statusnya sedang tidak bekerja, dan tidak ada nomor KPJ yang aktif di database BPJS Ketenagakerjaan.

  2. Temenku juga gampang banget waktu itu di Cikarang, konon katanya karena yang mencairkan sedikit jadinya cepat.

    sebenernya saya juga penasaran sama saldo JHT saya, tapi ahhh nanti sajalah ceknya kalau udah benar-benar berhenti kerja 🙂

    1. Sebenernya ribet itu kalo dokumennya nggak lengkap, kalo lengkap sih gampang. Cuma antriannya suka lama aja kalo klaim lewat manual.

      BPJS Ketenagakerjaan sekarang ada aplikasinya Bang Zen, download aja jadi bisa cek saldonya.

  3. Hi Kak Antin, terimakasih informasinya, lengkap pisan. Sekarang hampir semua hal di Bpjs_TK sudah online ya.

  4. Ternyata cepat dan mudah ya! Dulu saya pernah klaim JHT langsung, memang antri seharian. Buat menghibur diri dulu bilang ke diri sendiri, “gpp lah antri seharian, demi uang beberapa juta ini. lumayan…”

  5. Saya mencairkan dana JHT di Kantor Jamsostek, Jl Gatot Subroto 4 tahun yang lalu. Cuma memang agak lama waktu itu proses cairnya. Kalo tidak salah sekitar satu bulan.
    BTW, gak ditanyain begini sama petugasnya “kirain anak PKL eh sudah kerja tho”

  6. Aku belum pernah nyairin bpjs tk aku nih. Kalo aku udh resign di 2 perusahaan trs di perusahaan skr diperpanjang, yg 2 previous office itu bisa kan ya ttp kl mau diklaim dan sama aja prosedurnya

    1. Nah itu dia Day, gue males antri lama makanya e-Klaim. Eh ternyata lebih cepet, dan nggak pake antri lama buat ambil nomor antrian. Di-share ke temennya Day, biar next time e-Klaim aja hehe *malah minta dipromosiin*

  7. Wah, keliatannya mudah. Aku juga punya 2 BPJS JHT yang belum dicairkan nih, mau ngumpulin dokumennya blm sempet aja, ada 1 surat veklaring yg masih nyelip. Makasih info klaim JHT nya

  8. Kalau saya lebih memilih online sih daripada offline, apapun itu. karena lebih praktis. Tapi baru tahu juga sih ternyata klaim BPJS Ketenagakerjaan bisa online.. Makasih informasinya…

  9. Informasinya bermanfaat sekali..
    Btw aku gak pernah mencairkan beginian.. soalnya dulu kerjanya masih kontrak (bahkan blm dapet jamsostek) udah pindah kerja ditempat yang sekarang..

  10. Jadi inget pengalamanku dulu waktu cairin BPJS. Aku kasihan sama para buruh yang gaptek dan gak punya komputer dan internet, jadi gak bisa pake cara online. Tulisan aku waktu itu lebih ke saran pelayanan BPJS hehe

    1. Iya aku juga tahu secara online salah satunya karena tulisan Kak Arlin juga, makasih loh kak.

      Iya kasian yang harus manual, antrinya dari pagi bahkan bisa sampe sore makanya aku share cara e-Klaim BPJS ketenagakerjaan ini, semoga pada baca dan jadi tahu.

  11. Belum pernah berurusan dengan BPJS Tin. Teman-teman kantor sih udah banyak yang pake aplikasinya juga karena sering berurusan sama BPJS.

    Btw infonya lengkap banget, kata temenku juga enak pake aplikasi ketimbang manual, ngantrinya lamaaa 😁

  12. Klaim online nya cukup mudah, terlebih ga perlu antri. Lalu, kenapa masih banyak klaim manual dan ngantri sampe kaya ular. E-klaim ini belum tersosialisasikan dengan baik ternyata.

    Dan Terima kasih Ka Antin, sudah membantu menyosialisasikan e-klaim BPJS Ketenagakerjaan 🙂

  13. Jadi lebih mudah jika mencairkannya dengan proses e-klaim. Dulu saya pernah anter teman ke kantor BPJSKetenagakerajaan lama banget antrinya.

    Setelah baca artikel ini. Suatu saat nanti jika saya ingin mencairkan dana lebih enak pakai proses ini iya Kekantor hanya ambil nomor antriannya aja. Formulir sudah di isi online.

    Terimakasih mba informasinya. 🙂

    1. Bang Zen mau klaimnya berapa KPJ? Kalau KPJ-nya ada beberapa dari beberapa perusahaan berbeda, berarti harus didaftarin e-Klaim BPJS Ketenagakerjaannya per KPJ dan Vaklaringnya juga per perusahaan.

  14. Sepertinya banyak banget yang antri karena mereka belum bisa dan belum paham dengan prosedur onlinenya kali ya Mba. Soalnya kalau mereka paham, buat apa ya mereka antri gitu. Semoga negara kita banyak juga yang mau belajar dan memanfaatkan kecanggihan teknologi

  15. Sepertinya penyebab banyak yang antri adalah kebanyakan dari kita kurang paham atau kurang bisa memaksimal kecanggihan teknologi. Kalau mereka mahir menggunakam internet, sepertinya mereka pasti ga akan mau antri berjam-jam dan lama ya mba.

  16. ternyata gampang dan cepat ya jika dilakukan sesuai prosedur
    bisa menjadi referensi nih untuk mengurus nanti
    tapi masih lama nih mau dicairkan
    semoga nanti sistemnya bisa lebih cepat lagi dari yang sekarang

  17. Wah saya suka nih yang gak pakai antri2, kalau sistemnya udah onlen kyk gini kan enak ya? Pelayanan jd lebih baik, masyarakat gk antri2 kayak maaf “ngemis” pdhl duit kerja kerasnya sendiri… Moga sukses sellau nih buat program2nya BPJS, makin apik aja 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *