TRAVELLING

Eksplore Dieng bersama Backpacker Jakarta Hari Pertama

Dieng, tentunya sudah tidak asing lagi dikalangan para traveller. Tempat wisata yang terdapat di Dieng pun beragam, seperti gunung, savana, candi, telaga, danau dan kawah. Dengan beragamnya tempat wisata yang ditawarkan, tentu saja para traveller tidak akan melewatkan untuk berkunjung ke Dieng.

Sudah sejak lama juga saya sangat ingin berkunjung ke Dieng tapi belum kesampaian, sampai akhirnya salah satu teman ada yang share info trip Eksplore Dieng Part 4 bersama Backpacker Jakarta. Dengan semangatnya kami mendaftar tapi ternyata kuota sudah full, duh sepertinya memang belum waktunya untuk ke Dieng. Namun, rejeki memang nggak kemana ya. Setelah beberapa hari berlalu, akhirnya CP trip Dieng mengirimkan chat ke teman dan menginformasikan kami bisa masuk waiting list. Wahh senangnya, akhirnya kami pun langsung transfer DP agar mendapatkan kuota.

Beberapa minggu sebelum keberangkatan, kami semua di undang ke group WA untuk mengetahui tempat wisata yang akan dikunjungi dan apa saja yang wajib dibawa. Menurut cerita beberapa orang, cuaca di Dieng saat ini sangat dingin, bisa mencapai 150C. Bukan hanya itu saja, tracking menuju tempat wisata yang akan dikunjungi juga cukup melelahkan *Wah sanggup ga ya saya

Jumat, 15 September 2017

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga, dari beberapa hari sebelumnya saya sudah sibuk menyiapkan barang-barang apa saja yang akan dibawa. Maklumlah belum pernah trip ke dataran tinggi, jadi beberapa perlengkapan hangat belum punya.

Rencananya hari ini berangkat ke Mepo (Sekretariat Backpacker Jakarta) langsung dari kantor di daerah Tebet, karena jika pulang dulu cukup memakan waktu apalagi ini hari jumat. Sekitar pukul setengah delapan kami sudah sampai di Sekretariat Backpacker Jakarta, di Jalan Mayjen Sutoyo. Suasana di Sekretariat sangat ramai, karena ternyata bukan hanya ada trip Dieng tapi ada trip Jogya juga.

Sekitar pukul sembilan, semua peserta trip Dieng dikumpulkan oleh CP untuk diberikan pengarahan dan berdoa bersama sebelum berangkat. Trip Dieng kali ini, diikuti oleh 35 peserta dan 4 CP yang dibagi menjadi 2 elf. Masing-masing elf dipimpin oleh 2 CP, elf pertama ada Ka Yuti dan Bang Rokhan. Sedangkan di elf kedua ada Ka Aya dengan adik kandungnya.

Selama perjalanan ke Dieng semua peserta terlelap tidur, maklumlah perjalanan malam. Sempat beberapa kali berhenti di rest area dan berhenti juga di sekitar pekalongan untuk sholat subuh. Sekitar pukul sembilan pagi kami sampai di Dieng dan langsung sarapan di rumah makan Edelweis. Rumah makan Edelweis tidak hanya menjual makanan saja tapi juga menjual oleh-oleh dan souvenir khas Dieng. Sempat penasaran dengan Mie Ongklok khas Dieng tapi karena ragu tidak akan suka cita rasanya, akhirnya saya pesan nasi goreng seafood dan mencoba mie ongklok pesanan teman. Dan benar saja untuk lidah sunda seperti saya, kurang suka dengan cita rasa mie ongklok ini karena kuahnya terlalu manis. Setelah semua selesai sarapan, kami semua langsung menuju penginapan.

IMG-20170918-WA0082
Mie Ongklok Sate Khas Dieng (Foto: @budikris85)

 

Sabtu, 16 September 2017

Padang Savana Pangonan, Ciri Khas Bentang Alam Dieng

Sampai di penginapan, kami semua memilih kamar dan bersih-bersih untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata yang pertama. Tempat pertama yang akan dikunjungi adalah Padang Savana Pangonan. Padang Savana Pangonan terletak di lembah Semurup (kaki gunung Pangonan). Untuk menuju Padang Savana Pangonan kami hanya perlu berjalan kaki dari penginapan, dan untuk biaya tiket masuk Padang Savana Pangonan Rp. 7.500,- per orang.

Perjalanan awal menuju Padang Savana Pangonan sudah cukup melelahkan, jalan yang masih tanah dengan tanjakan yang miring membuat napas tersengal-sengal. Untuk menghilangkan rasa lelah, terkadang kami berhenti beberapa saat untuk beristirahat atau berfoto-foto. Semua rombongan terbagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kesanggupan berjalan. Setelah kurang lebih tracking selama 30 menit, kami semua sampai di Padang Savana Pangonan. Rasanya lega sekaligus senang akhirnya sampai juga disini, dan disambut oleh pemandangan bukit beserta rumput-rumput tinggi yang menguning. Beberapa peserta sibuk mencari tempat untuk berfoto, ada yang bermain gitar, ada yang memasang hammock, bahkan ada yang tidur-tiduran di rumput dan yang bikin asiknya lagi disini hanya ada rombongan kami. Jadi kami semua puas berfoto-foto dan menikmati keindahan Padang Savana Pangonan. Namun, karena mengejar tujuan lainnya, kami semua tidak berlama-lama disini. Ka Yuti dan Ka Aya menginformasikan bahwa disini hanya sekitar 30 menit saja.

IMG-20170916-WA0005
Semua peserta trip Dieng part 4 (Foto: @putrisatyan)

 

Telaga Warna dan Bukit Pandang Ratapan Angin

Dari penginapan, membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju Telaga Warna dengan menggunakan elf. Sebelum masuk Telaga Warna, kami semua makan siang di sekitar tempat parkir Telaga Warna. Saya memesan bakso, yang rasanya sungguh biasa saja tapi mau gimana lagi tetap membutuhkan asupan tenaga untuk tracking. Selesai makan, CP membeli tiket masuk dan semua peserta pun langsung masuk Telaga Warna. Tiket masuk Telaga Warna Rp. 8.500,- per orang. Begitu masuk, kami langsung disuguhkan pemandangan telaga yang terbentang luas dengan air yang berwarna hijau kebiruan. Suasana disini cukup ramai dan sudah mulai terasa dingin.

IMG_20170916_150058
Keindahan Telaga Warna

 

Keindahan Telaga Warna terlihat dari warna airnya yang dapat berubah-ubah. Perubahan warna itu terjadi karena adanya perubahan suhu, cuaca dan keadaan di sekitarnya. Keunikan dari Telaga Warna ini ternyata terjadi akibat adanya kadar belerang yang sangat tinggi yang mengendap di dalam telaga serta sinar matahari yang memantul ke air.

Saya pikir tidak ada tracking karena telaganya sudah terlihat jelas di depan mata, tapi ternyata saya salah. Tujuan kami yaitu Bukit Pandang Ratapan Angin, untuk menuju atas bukit kami masih harus tracking sekitar 20 menit. Tracking menuju atas bukit tidak mudah, jalan yang menajak dan masih tanah terkadang sangat licin, belum lagi pohon tumbang dan batu besar yang menghalangi jalan kami. Sebelum kami sampai di atas bukit, kami bertemu dengan bapak-bapak yang memberikan informasi tentang dua bukit yang ada disitu yaitu Bukit Pandang Ratapan Angin dan Bukit Batu Rata. Kedua bukit itu memiliki tinggi dan hasil foto yang sama. Namun, untuk ke Bukit Baru Rata harus membayar biaya masuk Rp. 25.000,- per Orang karena sudah beda pengelola. Sedangkan untuk ke Bukit Pandang Ratapan Angin hanya dikenakan biaya kebersihan saja, itupun tidak diberikan patohan harga (seiklasnya saja).

Sesampainya di atas Bukit Pandang Ratapan Angin, kami langsung disuguhkan pemandangan Telaga Warna yang terlihat indah dari ketinggian. Dan bukan hanya itu saja, kami juga dapat melihat pemandangan Dieng dari sini. Hari semakin sore, kami pun tidak berlama-lama disini karena masih harus mengejar tempat wisata terakhir hari ini yaitu Bukit Skoter.

IMG_20170916_154820
Pemandangan Dieng dan Telaga Warna dari Bukit Pandang

 

Melihat Matahari Tenggelam di Bukit Skoter Ditemani Terpaan Angin Kencang

Sepertinya tempat wisata di Dieng ini tempatnya berdekatan, karena tidak butuh waktu lama kami sudah tiba di area tracking menuju Bukit Skoter. Duh duh masih harus tracking lagi -_-

Tracking menuju Bukit Skoter awalnya melewati rumah warga sekitar, dan jalannya sudah beraspal. Setelah itu, kami melewati perkebunan sayur-sayuran sampai akhirnya sampai di Bukit Skoter. Namun, jangan salah tracking menuju Bukit Skoter juga sangat menanjak dan cukup membuat lutut ini terasa akan copot. Bukan hanya jalan yang menajak saja, karena hari semakin sore angin kencang dan udara dingin pun mulai menusuk-nusuk kulit.

Di Bukit Skoter ini kami dapat melihat matahari tenggelam dan perkampungan Dieng ditemani terpaan angin kencang dan udara dingin. Oh iya biaya untuk ke Bukit Skoter ini Rp. 5.000,- per orang, biaya yang sangat murah untuk menikmati matahari tenggelam dan pemandangan Dieng dari ketinggian. Setelah selesai menikmati matahari tenggelam, kami semua segera turun karena angin semakin kencang dan mulai turun kabut.

IMG-20170917-WA0035
Bukit Skoter

 

Kami bersyukur karena hari ini sangat cerah, Saatnya kembali ke penginapan.

Sesampainya di penginapan, sebagian dari kami bersih-bersih dan sebagian menyiapkan makanan tapi ada juga sebagian yang beristirahat. Sungguh rasanya kaki ini terasa sangat sakit dan pegal, bagaimana tidak kami semua tracking di tiga tempat dalam sehari dengan tracking yang lumayan. Untuk pemula seperti saya rasanya luar biasa, sempat tidak percaya ternyata sanggup tracking ke semua tempat hari ini walaupun akhirnya kaki ini terasa sangat sakit.

Makanan sudah siap santap, kami semua makan bersama dan dilanjutkan dengan perkenalan semua peserta. Untuk lima belas peserta yang membayar lunas, diberikan hadiah lampu USB dan ada tujuh hadiah hiburan.

IMG-20170918-WA0068
Menyiapkan bahan makanan bersama

 

Rasanya hari ini sangat melelahkan, selesai acara perkenalan semua peserta masuk ke kamar masing-masing dan langsung bersitirahat. Saya sendiri setelah menggunakan dua jaket dan berselimut langsung terlelap tidur. Dan akan kemana lagi kami semua besok ??

 

Bersambung …

 

9 thoughts on “Eksplore Dieng bersama Backpacker Jakarta Hari Pertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *