RANDOM

Menjadi Ibu Pintar Sejak Dini, Kenapa Tidak!

Setiap perempuan pasti ingin menjadi ibu pintar untuk anak-anaknya, melakukan yang terbaik, menjaga sepenuh hati, dan membangun bonding mulai dari dalam kandungan.

Dengan kemudahan teknologi saat ini, menjadi ibu pintar semakin mudah. Kita bisa belajar tentang parenting dari internet ataupun talkshow. Seperti yang saya dan teman-teman Mom Blogger Community lakukan beberapa hari lalu (30/11/2019).

Kami hadir di acara parenting talkshow dengan tema “Manfaat & Tips Dalam Membangun Bonding Ibu dan Bayi” di IMBEX (Indonesia Maternity Baby & Kids Expo) 2019.

Dokter Diana Chandra, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS OMNI memberikan banyak pencerahan tentang bagaimana cara membangun bonding antara ibu dan anak. Walaupun saya belum menjadi ibu, tapi sebagai perempuan dan calon ibu, saya wajib tahu tentang bonding ini.

cara membangun bonding - air mancur - ibu pintar - diantin.com
Narasumber yang berbagi ilmunya

Awalnya saya masih bingung, apa sih yang dimaksud dengan bonding. Ternyata, bonding adalah ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak. Ketika hubungan ibu dan anak terjalin dengan kesenangan, kehangatan, dan cinta, maka akan terjalin hubungan yang postif.

Cara Membangun Bonding Ibu dan Anak

Banyak cara untuk membangun bonding antara ibu dan anak. Namun, 3 cara membangun bonding inilah yang sangat saya ingat.

1. Memberikan Perhatian Sejak Dalam Kandungan

Sejak dalam kandungan, ibu sudah melakukan bonding dengan anaknya. Bonding yang dilakukan ibu hamil bisa dengan cara mendengarkan musik ke perut, mengajak bercerita, mengelus perut, dan memberikan nutrisi yang baik untuk kandungannya.

Makanya nggak perlu heran, jika melihat ibu hamil yang mengajak bicara perutnya. Karena hal itu dilakukan sang ibu agar terjalin bonding dengan sang anak sedini mungkin.

2. Menyusui dan Berinteraksi

Setelah melahirkan, bonding ibu dan anak dilakukan ketika menyusui. Saat menyusui, sang ibu bisa melakukan kontak mata, bercerita, dan melakukan sentuhan hangat dengan si kecil.

Selain itu, bonding juga bisa dilakukan ketika memandikan atau bermain dengan si kecil. Untuk itu, orangtua wajib meluangkan waktu untuk bermain dan berbicara dengan si kecil, karena hal ini akan membantu perkembangannya.

Ketika anak dan orangtua menghabiskan waktu bersama, sebenarnya ada stimulasi-stimulasi penting yang diberikan kepada si kecil. Bonding ini tidak datang tiba-tiba, tetapi harus dibangun secara terus menerus.

3. Memijat Dengan Penuh Cinta

Selain mengajak bicara sejak masih dalam kandungan, kemudian menyusui dan berinteraksi, memberikan pijatan rileks pada si kecil dapat membangun bonding ibu dan anak juga lho.

Karena si kecil belum bisa berbicara, maka cara dia berkomunikasi melalui sentuhan. Manfaat memberikan pijatan pada si kecil dapat membantu merangsang perkembangan panca indranya, sehingga saat bersentuhan skin to skin akan menciptakan bonding antara si kecil dan ibunya.

Bonding yang kuat pada ibu dan anak juga memiliki manfaat jangka panjang. Bisa menciptakan hubungan yang sehat di masa depan, mampu melahirkan perasaan aman dan membentuk kepercayaan diri bagi si kecil, bahkan beberapa riset menunjukkan bonding sangat mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial pada anak.

Kembali ke masalah pijat, si kecil kan suka dipijat. Namun, sang ibu harus tahu kalau kulit newborn memiliki trans-epidermal waterloss lebih tinggi, fungsi kulit belum sempurna, rentan terjadi toksisitas bahan kimia, termoregulasi belum sempurna, rentan terhadap suhu, dan pergantian selnya lebih cepat dari orang dewasa.

Fakta lainnya, si kecil juga memiliki ukuran sel kulitnya lebih kecil, lapisan kulit edermis dan dermis lebih tipis. Kadar lipid dan faktor pelembab alamiah kulit lebih sedikit, dan melanin lebih sedikit. Makanya, sang ibu nggak boleh salah pilih produk untuk si kecil.

Kebayang ya kalau sampai salah pilih produk, dan malah membahayakan si kecil. Sama halnya dengan memilih minyak telon untuk pijat, kita nggak bisa sembarangan pilih lho.

Bahas minyak telon, Ibu Astrid Maria selaku Brand Manager Air Mancur memberikan pencerahan nih untuk ibu-ibu yang bingung harus menggunakan minyak telon apa untuk pijat bayi.

Ada yang mau tahu? Aku kasih bocorannya ya.

Minyak Telon Air Mancur, Sahabat Baik Si Kecil

Sudah pernah mendengar Minyak Telon Air Mancur? Nah, ini salah satu minyak telon yang aman digunakan untuk si kecil. Karena Milon Air Mancur memiliki formula yang bebas bahan kimia, serta sudah sertifikasi Halal oleh MUI. Jadi aman untuk newborn sekalipun.

Kenapa harus pilih Minyak Telon Air Mancur? Karena minyak telon ini hangatnya pas, sehingga aman digunakan untuk newborn sekalipun. Aroma lembut dari essensial oil, tidak menggunakan parfum, serta tekturnya licin dan lembab. Jadi cocok digunakan untuk pijat si kecil, karena tidak lengket dan tidak menyebabkan kulit kering.

minyak telon air mancur - ibu pintar - diantin.com
Varian minyak telon air mancur. Botol kuning (natural), dan botol ungu (lavender)

Ada 2 varian Minyak Telon Air Mancur yang bisa dipilih. Natural dengan aroma khas bayi, dan lavender untuk anti nyamuk. Dengan multifungsi seperti mengurangi kembung dan menghangatkan, minyak telon ini juga bisa digunakan untuk pijat si kecil.

Aroma wangi khas bayi yang ada di varian natural, akan memberikan efek rileks sekaligus menenangkan si kecil. Sedangkan varian lavender yang memiliki kandungan alami perpaduan minyak adas, minyak kayu putih, dan essential oil yang dapat meredam stres, serta mencegah gigitan serangga.

Sekilas Tentang Air Mancur

Kalian yang sering minum jamu atau menggunakan param kocok, pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar tentang produk Air Mancur.

Memang, saat ini PT. Air Mancur memiliki jenis dan varian produk yang beragam, dan dibagi dalam beberapa kategori. Meliputi Herbal Medicine (jamu serbuk/seduh untuk kesehatan pria dan wanita, jamu bersalin lengkap), Topical Medicine (parcok suspensi, parcok minyak urut, nyeri otot, pegal), dan Baby Product (minyak telon), maupun Extract Capsule (herbavit, kolesdon, produk stamina dan lainnya).

Namun, PT. Air Mancur berdiri ini sudah ada sejak 23 Desember 1963 lho. Bermula dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Solo, Jawa Tengah yang dikelola tiga orang sahabat Lambertus Wonosantoso, Rudy Hindrotanojo dan Kimun Ongkosandjojo.

Mereka bergabung untuk meramu obat-obatan tradisional untuk dijual ke Jakarta. Kini Air Mancur semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia, yang memiliki reputasi tidak saja di negeri sendiri. Namun juga di dunia Internasional.

Produk Air Mancur telah sejak lama diekspor ke berbagai belahan dunia seperti Malaysia, Singapore, Brunei, Taiwan, Hong Kong, Timur Tengah dan Afrika.

Selain ISO 9001:2015, produk Air Mancur juga telah meraih sertifikat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) terlengkap di Indonesia, serta telah memiliki sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Perusahaan yang berdiri sejak 1963 ini juga menerapkan standar GMP (Good Manufacturing Practice) untuk menjamin kebersihan seluruh rangkaian proses produksi hingga pengemasan yang dilakukan dengan mesin higienis. Karena Air Mancur berkomitmen memberikan layanan dan produk kesehatan berbahan dasar alam yang bermutu secara konsisten, sesuai standar internasional yang berlaku.

Siap Menjadi Ibu Pintar?

cara membangun bonding dengan minyak telon air mancur - diantin.com
Ibu-ibu pintar MBC

Menjadi ibu pintar memanglah tidak mudah, tapi bukan berarti sulit juga. Kita bisa mulai belajar menjadi ibu pintar sedini mungkin dengan mencari informasi di berbagai sumber, dan jangan lupa konsultasi ke dokter anak kalian ya.

Kalau ditanya ke saya apakah saya sudah siap menjadi ibu pintar? Tentu saja siap, tinggal menunggu calon ayahnya saja 😀

Kalau kalian punya cerita apa tentang bonding dengan anak? Yuk sharing dengan saya yang awam ini.

1 thought on “Menjadi Ibu Pintar Sejak Dini, Kenapa Tidak!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *