5 Karya Seni Tak Biasa di Museum MACAN

87
736
views
dunia dalam berita - museum macan - diantin.com
Dunia dalam Berita

Museum MACAN merupakan salah satu museum di Jakarta yang menarik perhatian saya. Waktu itu sedang berlangsung pameran Yayoi Kusuma yang identik dengan nuansa polkadot, berbagai foto keren yang bertebaran di instagram membuat saya penasaran dengan museum ini.

Namun, sampai pameran Yayoi Kusuma selesai saya masih belum sempat ke Museum MACAN. Ntah ini sayanya yang sok sibuk atau gimana, sampai-sampai pameran yang berlangsung beberapa bulan saja nggak sempat didatangi.

Awal bulan lalu, untuk pertama kalinya saya mengunjungi Museum MACAN bersama komunitas Detik Travel. Bukan hanya menjelajah setiap sudut Museum MACAN, saya juga mendapatkan ilmu baru tentang fotografi.

Sekilas Tentang Museum MACAN

Museum MACAN merupakan singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum ini didirikan pada tahun 2017 oleh Yayasan Museum MACAN, sebuah orgaisasi nirlaba yang didirikan oleh Haryanto Adikoesoemo dan Sintawati Ongkowijoyo.

Berlokasi di AKR Tower Level M, Jalan Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Museum MACAN buka setiap hari Selasa – Minggu pukul 10.00 – 18.00, dan untuk hari Senin tidak beroperasi. Untuk harga dan pemesanan tiket masuk bisa cek di sini.

Dengan misi menjadi platform penting bagi seniman lokal dan internasional untuk mempresentasikan karya mereka kepada khalayak global, dan akan menugaskan karya-karya baru oleh seniman yang memperluas perspekti tentang seni kontemporer di dalam dan di luar Indonesia.

Museum MACAN juga akan menawarkan peluang pengembangan profesional bagi seniman, kurator, dan profesional muda yang berfokus pada seni untuk membantu membangun energi ekologi seni Indonesia yang semarak.

Jadi, karya seni di Museum MACAN ini berganti setiap tiga bulan sekali dengan tema dan karya seni yang berbeda-beda. Jika sebelumnya ada pameran bertajuk “Masa Lalu Belumlah Berlalu”, dan “Life Is The Heart of A Rainbow“. Ketika saya mengunjungi Museum Macam berbeda lagi.

Saat saya berkunjung bertajuk “Dunia dalam Berita”, karya seni dari 10 perupa Indonesia yang merefleksikan pengaruh pergolakan politik sebelum dan sesudah Reformasi, antara dekade 1990an hingga awal 2000an.

Jika mendengar tema yang diusung, pasti seperti tidak asik kan. Memang, Dunia dalam Berita merupakan representasi dari program acara di TVRI

Kali ini tak banyak warna warni seperti karya Yayoi Kusuma, tapi ada beberapa karya seni tak bisa yang menarik perhatihan saya. Apa saja kah?

1. Zipper Zone

zipper zone museum macan - diantin.com
Zipper Zone karya Mella Jaarsma | Dokumentasi @marlinajourney

Zipper Zone merupakan karya interaktif Mella Jaarsma. Di Zipper Zone, pengunjung diperbolehkan untuk membuka kumpulan zipper besar di dinding, dan menemukan gambar-gambar tersembunyi yang menunjukkan fotografi dan manusia.

Hampir semua karya seni di sini tidak boleh disentuh, karena takut akan merusak. Berbeda dengan Zipper Zone, Pengunjung diperbolehkan membuka atau tidak membuka bagian zipper tersebut.

Katanya, dengan membuka dan menutup Zipper Zone seperti merefleksikan bombardir media massa yang kita konsumsi setiap hari. Media massa yang nyatanya harus kita pilih mana yang harus kita filter, skip, atau cerna.

Hmm kalau dipikir-pikir benar juga ya, kita memang tidak bisa membatasi media massa tapi kitalah yang harus pintar-pintar memilihnya.

2. Shameless Gold IV (2002)

karya mella jaarsma di museum macan - diantin.com
Karya lain Mella Jaarsma

Selain Zipper Zone, karya tak biasa lainnya dari Mella Jaarsma yang menarik perhatian saya adalah Shameless Gold IV. Shameless Gold IV (2002) terbuat dari kepompong liar dan masih kasar, yang berasal dari Cricula Trifenestrata, spesies ulat yang menghasilkan sutra berwarna emas alami.

Karya-karya instalasi Mella Jaarsma memang berfokus pada berbagai bentuk keragaman ras dan budaya yang tercermin lewat pakaian, tubuh, dan bahan-bahan yang simbolis, dan meterial tekstil yang “hidup” saat dipakai oleh model. Karya-karyanya seringkali disebut sebagai reaksi terhadap kondisi sosial dan politik.

Sebagaimana dalam banyak karyanya, respon Mella terhadap keadaan politik dan sosial tumbuh dari perspektif feminisme yang nyata. Dalam hal ini, mengungkapkan tinggi rendahnya kelas sosial dan kesenjangan sosial, yang seting kali tergambar lewat cara kita berpakaian.

Menurut informasi pemandu museum yang menjelaskan, jika sedang ada acara di Museum MACAN karya Mella Jaarsma sering dijadikan kostum oleh pengisi acara.

3. Makanan Tidak Mengenal Ras (1999)

makanan tidak mengenal ras - museum macan - diantin.com
Instalasi Makanan Tidak Mengenal Ras

Awalnya sempat aneh, kok ada kloset. Lebih aneh lagi ketika melihat banyak gambar makanan di dalam kloset-nya, ini tuh maksudnya apa coba. Ada yang tahu arti dari karya seni ini? share dong di kolom komentar.

Menurut informasi, karya ini pada awalnya dibuat tahun 1999, dan dibuat ulang untuk pameran Dunia dalam Berita. Karya ini merupakan salah satu instalasi video awal buatan Krisna Murti, yang melihat politik identitas di Indonesia sebagai salah satu implikasi dari keberagaman budaya.

Instalasi ini terdiri dari 12 jenis makanan Indonesia, mulai dari lumpia sampai gulai kambing yang dihadirkan bersama proyeksi video dan kloset duduk berwarna merah muda. Hidangan yang terpampang merupakan wujud keragaman budaya di Indonesia yang memiliki unsur budaya Jawa, Eropa, Tiongkok, India, dan Timur Tengah.

Awalnya, aku berpikiran kalau arti dari karya seni ini adalah setiap makanan yang kita makan berakhir di kloset haha. Sungguh ya, jiwa seniku ini menyedihkan.

4. Operasi Pengendalian Pikiran (1999)

operasi pengendalian otak - museum macan - diantin.com
Operasi Pengendalian Pikiran

Ketika pertama kali melihat karya seni ini sempat mikir, ini tuh apa sih ada tengkorak kepala yang memancarkan cahaya sambil berputar-putar, terus ada banyak gelas plastik yang isinya berputar-putar juga. Saya sempat lama mengamati karya seni ini.

Ternyata sesuai dengan namanya “Operasi Pengendalian Pikiran”, instalasi ini mengacu pada upaya pemerintah untuk mengontrol opini publik. Karya seni ini dibuat satu tahun setelah reformasi 1998.

Selama orde baru, pemerintah memegang kontrol ketat atas media massa, termasuk TV, surat kabar, radio, dan majalah. Sepenuhnya menyadari kapasitas media massa untuk membentuk opini publik.

Saya merasa karya seni ini merupakan salah satu kritik untuk pemerintah, yang kala itu mengontrol semua opini publik. Jadi kalau diartikan, kepala tengkorak itu pemerintah dan gelas plastik itu yang dikontrolnya.

5. Viva La Muerte (2000-02)

viva la muerte museum macan - diantin.com
Viva La Muerte

Karya seni selanjutnya yang menarik perhatian saya adalah Viva La Muerte. Karya ini terbuat dari baja berwarna hijau dan barel minyak yang biasa digunakan oleh militer. Mata merahnya membuat patung ini mengagumkan dan sekaligus menandakan kehadiran seekor predator.

Material yang digunakan patung ini merujuk pada adanya kekuatan militer, serta kekayaan yang muncul dari eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Bentuk binatang dan mata yang bersinar tersebut menggambarkannya sebagai sebuah makhluk yang menyeramkan.

Viva La Muerte berarti “Panjang umur kematian” adalah sebuah karya patung yang berbentuk seperti binatang karya S. Teddy D. Beliau adalah seseorang yang kritis terhadap kekerasan negara dan milliterisme. Jadi sangat wajar ya kalau karya seninya sangat sarat dengan kritik.

Sebenarnya masih banyak karya seni dari perupa lainnya yang menarik perhatian saya, dan masih banyak hal yang ingin saya ceritakan tentang Museum MACAN. Mungkin akan diantin ceritakan kembali di tulisan berikutnya.

Jadi, dari 5 karya seni di atas mana yang menarik perhatian kalian?

87 KOMENTAR

  1. Belum pernah ke museum Macan, ternyata kalau jeli ada banyak hal yang bisa dipelajari ya.. Sejauh ini kalau jalan2 lebih fokus ke jepret2 aja.. Hahaa… Nice info mba Antin. Salam kenal ya. Baidewei jadi kenapa itu kloset beserta 12 jenis makanan Indonesia…?

  2. Duh tulisan bikin saya ‘sadar’ tiap hari lewat MACAN tapi kok belum sekali juga mampir. Apalagi, menurut beberapabeberapa reportase yabg saya baca karya seni yang ditampilkan selalu menarik. Tambah lagi ini kak Antin sampaikan bahwa sedikitnya ada 5 Karya Seni Yang Tak Biasa Di Museum Macan. Saya sampai baca berulang-ulang …. Pengen banget lihat langsung “Operasi Pengendalian Pikiran “

  3. Baru tau ternyata museum MACAN itu singkatan toh.. kirain gara2 banyak polkadot warna kuningnya jadi kaya macan..
    Aku juga sependapat sama no 3. Makanan Tidak Mengenal Ras (1999), kirain artinya semua akan berakhir di toilet 😂

  4. Menarik. Tentang karya seni Makanan Tak Mengenal Ras (1999), aku punya pemikiran yang sama dengan kamu. Sebagai manusia kita semua akan makan, sebagai kebutuhan dasar untuk hidup. Tapi kemudian semuanya pun akan berakhir di kloset. Arti luas dari simbol itu adalah akhir hidup kita sama, menjadi kembali ke tanah, tak peduli identitas yang melekat dalam diri kita apa.

  5. Museum Macan.. pengen ke sana tapi belum ketemu waktu yang pas.
    Udah sering baca ulasannya.. dari berbagai sumber portal.

    Artikel ini mengingatkan saya lagi.. kapan yah maen ke sana.

    Salam,
    Ratna

  6. sebelum menjawab yg makna dari nomor 3. makanan tidak mengenal ras menurut “terjemahan” aku sendiri hehe, aku mau kasih tau ke antin kalo aku pun belum pernah ke museum MACAN dong.. dan kirain museum MACAN itu udah ga ada dong hehehe. setelah yang Yayoi Kusama itu selesai kirain udah engga ada lagi ternyata masih ada dan memang berganti tema yaa hihihi.

    kalo menurutku, makanan tidak mengenal ras. maksudnya tuh kayak yg makanan apapun yang masuk ke tubuh seorang manusia mau manusia itu berasal dari kalangan manapun, si kaya si miskin, si kulit putih si kulit hitam, tetap saja makanan akan berakhir ke pembuangan (kalo kata kamu di kloset) haha. jadi, untuk apa kita mempermasalahkan perbedaan? hihihi

  7. itu kenapa lucu banget ya yg no 3. makanan tidak mengenal ras. terpampang gambar didalam klosetnya gitu haha aku juga berpikir yang sama semua makanan akhirnya akan berakhir di kloset. unik sekali membuat orang penasaran akan maksud dari seni tsb. aku baru tau kalo museum macan itu selalu berganti tema ya. dikira tuh isinya akan selalu sama

  8. Beneran karya seni yang tak biasa ini..
    Kusuka yang pertama dan setuju dengan pesan yang dibawa, media massa tak bisa dibatasi kita sendirilah yang mesti membuat pembatasnya dengan pintar-pintar mencerna dan memilihnya.

  9. baru tahu kalo karyanya diganti tiap 3 bulan sekali. Pantesan aja mahal ya. Keren sih tapi, mantap bos. Jadi pengen ihh, nyesel waktu itu g bs ikut

  10. Antin kamu tidak sendiri, jiwa seni aku juga semenyedihkan itu, haha kalo liat-liat karya seni lukis, seni rupa, apalagi seni kontemporer aku juga cuma bisa melongo aja, berusaha menghayati, kemudian berlalu, huft..

  11. Udah lama aku diajakin temen dan guru sekolah anakku ke sini tapi belum kesampaian. Namanya unik ya ternyata merupakan singkatan, krain beneran banyak macannya hehehe. Oooh jadi per tiga bulan beda2 ya temanya? ANakku yang kelas 9 nih demne seni beginian. Mesti diajak ke Museum macan ah. TFS 😀

  12. Aku belum pernah ke Museum Macan Kak, dan baru tahu ternyata selalu update tema disana. Jadi enggak bosen ya suasananya.
    Kalau aku tertarik sama yang No. 2 Shameless Gold, unik banget.

  13. aku belom pernah datang langsung ke Museum Macan kak, tapi sering liat poto2nya di feed IG ku. ternyata disana setiap sudut karya seni memiliki arti ya. tapi kalau boleh memilih aku pilih yang no 1. itu bakal keren banget kalao kita poto disana dengan baju putih hahaha, ehh gak deng akutuh sejujurnya penasaran sama gambar tersembunyi di dinding itu..

  14. Hwaaa….sekarang lebih beragam ya? Gak hanya lukisan aja yang ditampilkan di Museum Macan nyaa…

    Emang museum MACAN tu tempat untuk relaksasi otak di tengah hiruk pikuk Kota banget yaa?

  15. Aahhh gila bagus” banget karyanya. Sebuah karya kalau kita dalami dan pelajari maknanya bakal jadi sesuatu yang emosional.

    Kapan” mau nih berkunjung kesini. Keren banget soalnya! 😍

  16. Eh tin kita sama.. di karya makanan tidak mengenal ras aku mikirnya juga apapun yang kita makan akan masuk toilet juga.. sungguh apakah jiwa seni ku ini menyedihkan.. wkkwww

  17. Kalau di dalam Ilmu Komunikasi, ada teori bernama Agenda Setting yang dipelopori oleh Walter Lipmann. Di dalam teori ini, media menentukan pesan apa yang mau publik percaya, menggiring opini publik pada apa yang mereka harapkan. Maka, media menjadi alat propaganda pemerintah dan oknum lainnya 😀

    Menurutku maksud instalasi Makanan Tak Mengenal Ras juga seperti yang kamu pikirkan. Mau makanan apa pun, mewah atau sederhana, hasil akhirnya akan tetap sama. Instalasi ini kalau menurutku bertujuan agar tidak ada seorang pun yang membanggakan kekayaan, jabatan, ras, agama dsb. Karena kita semua sama.

  18. Duuh…kadar seniku rendaaah banget ya, jadi aku cuma bengong2 saja gak ngerti maksud dari karya2 seni yg diulas di sini.. Maafkaaan…

  19. Awalnya ketika membaca Museum Macan, apa ya? Ternyata museum seni. Kurang paham seni kadang, hehe … Yang pertama itu pengen lihat gambar mesti bongkar pasang zipper, ya?

    Ada kloset di sana dan isinya foto makanan, duh, saya kok jadi mikir sayang amat foto makanan ditampilkan via kloset. Hehe … ini jiwa seninya enggak ada banget kalau saya, ya … mencoba mencari arti tapi saya belum benar-benar mengerti. Apa maksudnya makanan semewah apa pun akhirnya berakhir di tempat yang sama. Jangan ada kesenjangan sosial. Maybe ini yang ada dipikiran saya.

    Ada patung baja, kenapa ya? Entah apa tujuannya pakai baja. Lagi-lagi saya kurang paham. But, thanks for sharing. Unik soalnya.

  20. Halo mbak ini saya yang dari Gariswarnafoto, wah menarik juga ya museum macan ini, saya belum pernah ke sini pas masih kerja di Jakarta hahahaha. Salam kenal ya mbak

  21. Terakhir saya ke museum MACAN setahun yang lalu, dan belum ke sana lagi. Sudah baru lagi ya, temanya. Saya penikmat seni, bukan kritikus, jadi saya tidak pernah berusaha memahami makna dari karya seni. Saya cuma lihat, terus merasa itu bagus atau nggak. Itu aja. Maklum, kayaknya saya juga nggak terlalu bagus jiwa seninya.

  22. Wah udah lama ga ke sana, sptnya udah berganti beberapa kali. Dulu yang Yayoi.
    Btw, menarik ya instalasi seninya, terutama yang kloset hehe.

    Waktu dulu yang Yayoi sempat diajakin temen utk ikutan tour nya, kebetulan sih doi jadi member ya. Sempet dijelasin tentang Yayoi dari masa ke masanya gitu.

  23. Wah instalasi seni yang menarik, saying saya cuma penikmat biasa. Kalau dipikirin gak bisa lama soalnya bikin mumet. Sama kayak lukisan ya, kadang hanya seniman dan Tuhan yg tahu artinya

  24. Gambar-gambar di artikel ini beda banget dengan persepsiku terhadap Museum Macan yang colorul dan penuh semangat. Mungkin karena gambar Museum Macan yang aku lihat lebih banyak saat pamerannya Yayoi Kusama ya.
    Tapi tetep aja, rasa penasaranku pada Museum Macan masih tinggi. Nanti kalo ke Jakarta biar aku buktiin sendiri deh.

  25. Kayaknya yang Makanan Tidak Mengenal Ras jadi favorit aku nih.
    Ohya, Aku juga gak sempat datang saat pamerannya Yayoi Kusama. Bahkan sampai sekarang belum kesampaian juga buat ke sini, hiks. Harus diagendakan saat weekend ga ada kerjaan dan bingung mau ngapain hehe

  26. Jadi setiap ke sini nggak bakal bosan ya kalau tiap tiga bulan sekali ganti tema dan ganti karya seni yang ditampilkan. Harus rutin tiap 3 bulan sekali datang ke sini kalau gitu ya, jadi selalu dapat foto baru dengan angle baru dan background yang unik-unik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here